Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-34. Hutan Misterius


__ADS_3

Setelah di beri 5 persen saham, Koji Cen memberitahu letak titik lokasi dimana berlimpahnya sumber daya, Sumber daya tersebut juga sebelumnya pernah di gunakan oleh Koji Cen saat berlatih pada kakek Suxian, Koji Cen juga diberi lencana tanda pengenal pemilik saham oleh Ling Tin.


Sebelumnya juga Koji Cen berniat untuk memanfaatkan saham tersebut untuk sesuatu. Sempat juga Ling Tin bertanya untuk apa ia gunakan saham tersebut.


Namun setelah difikir-fikir Koji Cen mengurungkan niatnya untuk memberitahu kepada Ling Tin.


Koji Cen pun berniat melanjutkan perjalanannya ke Sekte Gunung Kilat karena dirinya juga sudah mengetahui tentang dunia luar dan dunia persilatan. Sebelumnya juga Koji Cen sempat bertanya dimana letak Sekte Gunung Kilat namun hanya beberapa saja yang mengetahuinya, karena dari penjelasan beberapa orang sekte tersebut sudah mengurungkan diri dari dunia persilatan setelah kehilangan murid-murid jenius nya.


***


1 minggu setelah kejadian itu ia melewati banyaknya kejadian-kejadian seperti desa terkena wabah penyakit dan kekeringan.


Sesampainya di hutan misterius, tidak adanya cahaya yang masuk dari hutan tersebut, dan tercium juga dari kejauhan bau amis darah.


Koji Cen juga merasakan ada yang mengikuti sejak ia masuk dari hutan misterius tersebut, namun setelah melihat dari sisi ke sisi lainnya tidak ada tanda-tanda pergerakan seperti derap kaki.


Malem pun tiba, terpaksa Koji Cen beristirahat di hutan tersebut. Api unggun yang dinyalakan di tengah-tengah.


Koji Cen yang ingin mengistirahatkan tubuhnya, namun terpaksa memasang sikap waspada setelah mendengar pergerakan di semak-semak.


"Siapa itu?!"


Pergerakan tersebut tidak diam dari tempat semula, pergerakan tersebut terus berlari ke arah kanan yang disamping kirinya ada Koji Cen.


Namun tidak hanya ada 1 saja, dibelakang Koji Cen juga ada pergerakan.


"Langit Keabadian-Asap ilusi"


Brushss...

__ADS_1


Asap hitam keluar setelah Koji Cen mengeluarkan jurus tersebut, 2 pergerakan itu berhenti setelah melihat asap tersebut.


Setelah asap tersebut menghilang namun Koji Cen yang tadinya ada di asap tersebut kini menghilang begitu saja. Pergerakan tersebut berhenti ketika melihat tidak apa-apa di asap tersebut.


Ternyata Koji Cen terlebih dahulu memanjat pohon sebelum asap hitam itu menghilang, ternyata ada 2 ekor macan tutul yang ekornya seperti ekor kalajengking ialah dalang dari pergerakan yang mencurigakan tadi, dengan segera pemuda itu melesatkan pedangnya ke arah 1 macan tutul.


Trangg... Suara pedang yang berbentur oleh kuku tajam milik macan tutul tersebut.


Koji Cen yang sangat terkejut karena pergerakan nya diketahui, Pemuda itu langsung bergerak mundur dan melesatkan jurus pedang ilusi.


Seketika itu juga macan tutul tersebut terkena serangan Koji Cen.


Melihat temannya terluka macan tutul yang dari arah sebelah kanan langsung menerkam Koji Cen.


Merasa ada sesuatu yang mendekat, Pemuda itu langsung menangkis taring dari macan tersebut dengan pedang nya dan mendorong mundur.


Macan tutul tersebut merasa kalau lawannya tersebut lebih kuat dari nya, ia langsung mengraum keras ke arah sisi manapun.


'Gawat!...' Batin Koji Cen.


Merasa terpojok kan, Koji Cen langsung memanggil Feng si Siluman serigala emas.


"Akhirnya kau memanggilku anak bod*h-!, kau tau aku hampir mati karena kebosanan-!"


"Siluman tua, Jangan berdebat dulu lihatlah di depan"


"Apa kau ka-"


Siluman serigala itu menoleh ke depan, ia melihat banyaknya macan tutul yang sedang mengarah ke mereka berdua.

__ADS_1


"Sekarang bantu aku!"


"Tidak mau anak bod*h, tapi dengan 1 syarat"


"Apa itu syaratnya?"


"Kau memberikan makananku 2 kali lipat dari sebelumnya-!, Mengerti?"


"Baiklah, Sekarang kau bantu aku"


Dengan cepat Feng menerkam macan tutul tersebut dengan mudah namun semakin lama semakin banyak juga bertambah nya macan tutul.


Sekarang posisi Si siluman serigala emas tersebut terkepung oleh beberapa macan tutul.


Melihat Feng yang sedang terpojok, Koji Cen langsung menyerang macan tutul yang mengepung Si siluman serigala emas itu.


'Apa-apaan ini, Semakin banyak saja mereka'


Batin Koji Cen.


"Anak bod*h, Jangan melamun"


Teriak Feng


...****************...


Jika ada saran atau masukan tolong berikan,


Ikuti saja Alurnya pasti akan mengerti kedepannya.

__ADS_1


Terima kasih yang selama ini support saya dengan like, vote, maupun rating, the best lah buat kalian semua ya 👍🙏.


__ADS_2