
Ke Esokan harinya, Tetua Sekte Gunung Petir berkumpul di tempat rapat dan menunggu kehadiran patriak mereka.
Setelah 2 menit akhirnya patriak mereka menunjukan batang hidungnya.
Patriak duduk di tempat kursi nya dan memecahkan keheningan di ruangan tersebut, "Kalian pasti tahu apa tujuanku untuk mengumpulkan kalian semua."
"Ya, Kami sudah mengetahui nya patriak." Ucap salah satu tetua.
Patriak yaitu kakek suxian mengangguk dan berkata, "Kita akan meng seleksi para murid muda di sekte ini, Jadi para tetua mohon untuk membawa murid masing-masing."
Semua para tetua mengangguk mengerti.
Patriak menjelaskan bahwa perwakilan dari Sekte Gunung Petir akan di bawa ke pusat kota, Jika sudah di pusat kota nanti perwakilan dari sekte tersebut akan diseleksi dan bertarung untuk menjadi perwakilan kota.
Kemungkinan ada 2 sekte yang akan menjadi perwakilan pusat kota yang nantinya akan dibawa ke istana Kekaisaran. Jika sudah di istana Kekaisaran disitulah akan dimulai penentuan menjadi pilar Kekaisaran.
Mungkin sulit tetapi memang begitu sistem kerja untuk menjadi pilar Kekaisaran.
Setelah berbincang tentang Seleksi Muda-mudi akhirnya acara tersebut diakhiri dan di tengah-tengah Sekte Gunung Petir tepat nya di tanah lapang terbangun panggung yang agak megah.
"Apa kau tahu panggung tersebut untuk apa?"
"Aku dengar kata guruku itu untuk tempat seleksi yang akan jadi perwakilan dari sekte kita."
Semua anggota Sekte Gunung Petir mengangguk mengerti, Koji cen yang mendengar samar-samar perbincangan itu seketika membuat dirinya bersemangat.
***
__ADS_1
Ke esokan harinya.
Tuk... tuk... tuk...
"Cen'er bangun." Panggil kakek Suxian.
Koji cen yang sedang asik tidur seketika terpaksa bangun karena mendengar ketukan pintu dan panggilan kakek Suxian.
"Iya ada apa kek?" Ucap lemas Koji Cen.
"Cepat bersihkan dirimu setelah ini kita akan ke suatu tempat."
Koji cen mengangguk dan pergi menuju toilet untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah semua selesai Koji cen keluar dari ruang istirahat nya dan melihat kakek Suxian yang sedang menunggu.
"Ke panggung seleksi." Jawab kakek Suxian.
Koji cen mengangguk dan mengikuti kakek Suxian ke arah panggung seleksi.
"Sebentar, Kita ke ruang istirahat kakek dulu."
"Baik kek."
Setelah sampai di ruang istirahat kakek Suxian, Koji Cen duduk di tempat duduk yang sudah di siapkan kakek Suxian.
"Cen'er, Kakek ingin lihat kemajuan mu."
__ADS_1
Koji Cen mengangguk mengerti dan mengeluarkan aura pendekar tingkat bergelar tahap 3.
Merasa aura tingkat Bergelar kakek Suxian seketika terkejut bukan main karena saat perpisahan dulu Koji Cen pada saat itu hanya di tahap 3 pemula.
"Ba... bagaimana bisa?" gumam kakek Suxian.
Koji Cen yang mendengar gumaman dari kakek Suxian hanya tersenyum dan menarik aura nya lagi.
"Cen'er kamu harus menyembunyikan tingkat kultivasi mu dengan benar jika tidak kamu akan menjadi incaran orang." Ucap kakek Suxian.
"Baik kek, Lalu gimana agar aku bisa menyembunyikan tingkat kultivasi ku dengan baik?" Tanya Koji Cen.
"Kamu pelajari kitab ini, Mungkin hanya sekitar 10 menit kamu akan memahaminya."
Koji Cen mengangguk dan menerima kitab yang disodorkan oleh kakek Suxian.
Setelah 10 menit membaca kitab tipis tersebut akhirnya Koji Cen mengerti, Lalu Koji Cen membenarkan duduknya dengan cara bersila.
Tingkat kultivasi nya yang tadinya tingkat bergelar tahap 3 sekarang hanya di tahap 2 pemula, Mungkin tidak terlalu bagus namun Koji Cen puas dengan hasilnya.
Setelah melihat Koji Cen selesai dari kegiatan nya, Kakek Suxian membawa Koji Cen ke panggung seleksi.
Terlihat sudah banyak murid yang akan mengikuti seleksi tersebut dan juga banyak orang yang ingin melihat pertarungan antara murid Sekte Gunung Petir.
...****************...
Haduhh maapkeun author yang kemarin tidak upload hehe...
__ADS_1
Itu karena ga biasanya di riview lama, Dan sekian terimakasihđ .