
Setelah Berdoa Kepada Dewa, Kakek Suxian Melangkah Ke gubuk Untuk Mengistirahatkan Tubuh Nya Itu.
Pagi Hari Datang, Sinar Matahari Yang Hangat Menyentuh Kepala Koji Cen.
Koji Cen pun Bangun, Ia Beranjak Untuk Mandi Di sungai, Setelah Itu Ia Memakai Baju Dengan Rambut Yang Merah Dan wajah Tampan nya Seperti Layaknya Bangsawan.
Ia Mencari Makanan Berupa Ayam Hutan 2 Ekor Untuk Dirinya Dan Kakek Suxian, Lalu Ia Memasak Ayam Itu, Mencium Aroma Masakan Makanan Kakek Suxian Pun Tersadar Dari Tidurnya.
Setelah Mereka Makan, Koji Cen Beranjak Untuk Ke tanah Lapang Yang Kemarin Untuk Berlatih Lagi Jurus Yang Sempat Ia Pelajari.
Tapi Terdengar Panggilan Suara Kakek Suxian.
"Cen'er Tunggu" Teriak Kakek Suxian
Koji Cen Pun Menoleh Kearah Kakek Suxian, Lalu Berjalan Bersama Ke tanah Lapang.
"Cen'er, Apakah Kamu Ingin Mengetahui Dunia Luar?" Tanya Gugup Kakek Suxian
Memang Kakek Suxian Takut Ditinggal Kan Cucu Angkatnya.
"Entahlah Kek, Aku Juga Penasaran Dengan Dunia Luar, Tetapi..." Ucap Sedih Koji Cen
Koji Cen Juga Tidak Sanggup Meninggalkan Kakek Suxian Itu. Sangat Berat Dirinya Meninggalkan, Bahkan Pertama Ia Ditinggalkan Di Gubuk Sederhana Itu, ia Merasa sangat Kangen Sekali.
"Jika Kau Penasaran Keluarlah Setelah Kau Mempelajari Jurus Kakek" Ucap Berat Kakek Suxian
__ADS_1
Koji Cen Yang Mendengar Itu Perasaan Bahagia Dan Juga Ada Kesedihan.
"Yasudah, Ayo Kamu Berlatih Dulu, Sempurnakan Jurus Yang Pertama Setelah Itu Pelajari Jurus Yang Lainnya"
Koji Cen pun Mengangguk Mengerti.
Ia Berlatih Dari Pagi Hari Sampai Sore Untuk Beristirahat Setelah Itu Ia Kembali Lagi Sampai Malam Tiba, Ia Berulang-ulang Kali Melakukan Itu Sampai Hari Ke 3 Ia Bisa Menyempurnakan Jurus Yang Pertama.
***
Jurus Itu Mempunyai Nama Jarum Neraka,
Biasanya Dulu Itu Sering Digunakan Sekte Hitam Yang Dulu Di tinggali Kakek Suxian, Akan Tetapi Sekte Tersebut Dihancurkan, dan Kabar Itu Telah Tersebar Luas.
Kakek Suxian Yang Sudah Beranjak 17 Tahun ia Membalaskan Dendamnya, Dendam Kedua Orang tuanya Dan Dendam Sekte nya Yang Di hancurkan.
Selepas Ia Menjadi Buronan Dan Dendam Nya Sudah Terbalaskan, Ia Memutuskan Untuk Bertobat.
***
Koji Cen Pun Melangkah Menghampiri Kqkek Suxian Yang Sedang Menatap Langit.
"Kek, Ayo Masuk Ke gubuk, Hari Sudah Malam Tidak Baik Udara Malam"
"Emm... Apa?" Terkejut Kakek Suxian Yang Sedang Bengong Menatap Langit
__ADS_1
"Hari Sudah Malam, Tidak Baik Diluar Malam-Malam Begini, Ayo Keluar" Ajak Koji Cen
"Baiklah" Jawab Kakek Suxian
Mereka Berdua Pun Masuk Ke Gubuk, Sekedar Mengobrol Lalu Tertidur.
Koji Cen Memang Sangat Lelah, Untuk Menyempurnakan Jurus Jarum Neraka. Ia Tidak Ingin Mengecewakan Kakek Angkatnya Itu.
Dan Koji Cen Sangat Berat Juga Menjawab Pertanyaan Kakek Suxian Yang Ingin tau Dunia Luar.
Ia Juga Sangat Kangen Ingin Melihat Desa, Dimana Ia Dilahirkan, Ah Sangat Berat.
...***************...
**Yoow, Sampai Sini Dulu.
Gimana Dengan Foto Pendekar Langit Yang Agung, Cakep Ga?
Itu Author Dapet Dari Sebuah Anime Yang Nama Perannya Sakata Gintoki, Memang Ada Sedikit Edit Biar Ada Yang Beda.
***
Jangan Lupa Ya Kirim Chakra Anda Ke author Biar Semangat, Dan Jangan lupa juga Beri Like dan vote Nya hehehehe. š
Author akan Menungguš**
__ADS_1