Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-91. Batu Zuh


__ADS_3

Ke esokan harinya, Lian Zheng di bangunkan oleh wajah Rian Ye yang begitu kusam, Lian Zheng pun membuka matanya ia benar-benar lelah semalam sampai membuatnya bangun siang kembali.


"Ada apa Saudara Ye?"


"Apa kau sudah mendengar kalau semalam ada pertarungan di hutan?"


Lian Zheng diam sejenak, mungkin ini perbuatannya, kemudian ia berkata, "Tidak, semalam aku tidur pulas."


"Biar aku jelaskan, semalam itu para kultivator pengelana sedang dalam perjalanan menuju kota disini, ia terkejut dengan adanya pertarungan antara 1 orang dengan ratusan orang, tapi sialnya disana sangat gelap jadi kultivator pengelana itu tidak melihat wajahnya, hebatnya orang sendirian itu melawan ratusan musuhnya dengan mudah dia bilang."


Lian Zheng terkejut saat ada orang yang melihatnya bertarung semalam tapi saat mendengar jika kultivator itu tidak melihat wajahnya ia bernapas lega.


"Tapi aku lebih terkejut yang dilawan itu ialah pasukan dari Organisasi Lin." ujar ketakutan Rian Ye seraya menggigit jarinya.


"Tapi tidak ada korban kan?" tanya Lian Zheng.


Rian Ye menggelengkan kepalanya dengan pelan, lalu ia menatap Lian Zheng dengan tatapan curiga.


"Apa jangan-jang-"


"Itu bukan aku, aku tidur pulas semalam."


Lian Zheng menggelengkan kepalanya menyakinkan Rian Ye jika ia bukan pelakunya, Rian Ye hanya bernapas lega ia keluar dari ruangan Lian Zheng.

__ADS_1


"Aku kira apa ternyata pertarungan ku... Hmm... Nirwana Agung ya?" gumam Lian Zheng.


Setelah itu Lian Zheng membersihkan diri, ia perlu ke Assosiasi Jiaohuan untuk membeli batu roh yang saat itu menarik perhatiannya.


Setelah di lantai bawah Lian Zheng berjalan ke arah Rian Ye yang sedang minum air di mejanya, kemudian ia berkata, "Saudara Ye, aku akan ke Assosiasi Jiaohuan, apa kau mau ikut?"


Rian Ye menatap Lian Zheng, kemudian berkata, "Ya, aku ingin ikut, aku mau membeli sesuatu."


Lian Zheng mengangguk kecil, kemudian ia berjalan di ikuti oleh Rian Ye, setelah sampai Lian Zheng langsung ke lantai dua sedangkan Rian Ye dilantai satu.


Lian Zheng berjalan mendekati ke ruangan Manager Assosiasi Jiaohuan.


"Selamat datang tuan!"


Lian Zheng tersenyum dan mengangguk, kemudian ia dipersilahkan untuk duduk.


"Itu, bukan batu roh, akan tetapi itu Zuh, batu yang bisa memberikan 3 kali kehidupan disaat napas-napas yang terakhir, tuan batu itu kami tidak jual, tapi kami hanya membuat untuk pajangan saja." ujar manager tersebut seraya tersenyum ramah.


Lian Zheng sudah menduga jika itu tidak dijual, kemudian ia menatap disekiling nya, sampai akhirnya ia melihat batu yang sama seperti Zuh akan tetapi aura biru itu samar-samar saja dan tidak di tempatkan seperti batu Zuh.


"Apa batu itu dijual?"


"Tuan, yang benar saja itu bahkan batu biasa, itu batu hanya untuk koleksi kita saja, jika tuan mau ambil lah."

__ADS_1


Kemudian Lian Zheng mendekati rak batu tersebut, ia mengambilnya dan mencoba merasakan sesuatu yang sama dengan Batu Zuh, sedangkan manager tersebut hanya menatap Lian Zheng dengan heran.


"Ambil itu, itu ada cairan murni dari Batu Zuh, dan juga habis itu kau harus mengelana lebih jauh, aku akan memberikan teknik yang hebat agar kau tidak payah seperti ini-!"


Lian Zheng hanya terkejut dengan suara Pecahan Jiwa yang mengatakan jika dirinya masih payah, padahal dirinya sendiri sudah puas dengan percapaiannya yang sekarang.


"Aku akan ambil ini, Terimakasih!" ujar Lian Zheng seraya tersenyum.


Manager tersebut hanya mengangguk dengan wajah yang terheran-heran, lalu Lian Zheng turun kelantai satu namun sebelum itu Lian Zheng penasaran dengan lantai tiga, ia belum melihat lantai tiga dan belum tau isinya apa.


Lian Zheng kemudian melihat Rian Ye sejenak dari lantai dua, setelah memastikan Rian Ye masih asik melihat-lihat di lantai satu, kemudian Lian Zheng naik ke lantai tiga.


Pemuda itu sedikit terkejut dengan ruangan dan isinya, pemuda itu melihat senjata kelas bawah sampai kelas atas, ia benar-benar kagum dengan pemandangan itu.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?"


"Tidak aku hanya melihat-lihat saja."


Pelayan itu langsung menundukkan kepalanya dan pamit undur diri, kemudian Lian Zheng bisa merasakan jika pelayan dari Assosiasi Jiaohuan ini semuanya ialah kultivator yang hebat, dimana tingkat satu dan dua berisikan kultivator raja sedangkan tingkat ke tiga berisikan kultivator tingkat suci.


Namun Lian Zheng merasakan jika ada yang sudah melewati tahap suci namun ia tidak menemukan orangnya, mungkin itu ialah penjaga bayangan dari Assosiasi Jiaohuan.


...****************...

__ADS_1


See you in the next chapter.


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


__ADS_2