Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-167. Kekacauan Kerajaan Phoenix ( 7 )


__ADS_3

Lian Zheng yang berwujud kloning nya terus menyusuri setiap sudut Istana, nampak dari dalam semuanya kosong tanpa ada pelayan satu pun sepertinya mereka lari ketakutan ketika mendengar suara pertarungan.


Pemuda itu terus berjalan semakin dalam ia semakin merasakan energi yang besar, saat melihat pintu besar terbuka lebar dan ada beberapa penjaga yang tergeletak bertumpukan di sudut pintu, ia pun dengan segera masuk ke pintu itu.


Seketika ia menghindar ketika bola energi yang mengarah padanya, pemuda itu melihat kedua orang yang bertarung serius di atas langit namun tidak terlalu tinggi sehingga tertutup oleh bangunan Istana.


Lian Zheng terus mengamati dari bawah, ia mengenali jika salah satu orang yang sedang bertarung itu yaitu Zhishu namun dirinya tidak mengenali lawan nya itu, ia berpikir jika membantunya akan mengacaukan konsentrasi Zhishu maka dari itu ia mengamati sejak awal jika Zhishu sedang benar-benar terpojok maka ia akan menggantikannya.


Disisi Zhishu, laki-laki terus membuat serangan jurusnya, setiap ia melancarkan serangannya si lawannya itu terus menghindar seperti nya Zhi Yen ini ingin mengukur waktu sampai Zhishu benar-benar kehabisan tenaganya, namun Zhishu tidak menyadarinya.


Zhishu yang sejak awal sudah tersulut emosi ia menyerang Zhi Yen secara asal-asalan membuat Lian Zheng kebingungan dengan gaya bertarungnya Zhishu, hal itu membuatnya kelelahan namun bagaimanapun ia tidak merasakan nya karena sudah tersulut emosi, dendam.


Sedikit informasi jika kloningan milik Lian Zheng mempunyai setengah dari kekuatannya, walau hanya setengah dirinya bisa melawan Zhishu ditambah lagi dengan jurus tingkat tingginya.


Detik-detik Zhishu kelelahan Zhi Yen pun langsung melancarkan serangannya, ia benar-benar merencanakan ini sejak awal dan pada saat itu pula Zhishu merutuki dirinya karena kecerobohan nya.


Zhishu pun menahan serangan bertubi-tubi dari Zhi Yen dengan tenaga yang tersisa.


'Duaar!'


Zhishu terkena serangan dari arah lain, seketika ia terpental dan jatuh ke tanah dengan kasar dan cepat, Lian Zheng yang melihat itu pun seketika berdiri dan berjalan pelan pada Zhishu.


"Yang... Mulia.." ujar lirih Zhishu.

__ADS_1


"Tenanglah, dan minum pil ini."


Lian Zheng memberikan pil pada Zhishu dan pemuda itu pun menatap Zhi Yen dengan tenang namun menyeramkan.


Zhishu yang diberikan pil oleh Lian Zheng dengan segera ia menelannya dan sekuat tenaga untuk bangun dari posisi tidurnya untuk menyerap khasiat dari pil itu.


"Siapa kau!" ujar Zhi Yen.


"Tak perlu banyak tanya, sekarang lawanlah aku!" setelah mengucapkan itu Lian Zheng tiba-tiba menghilang dan memberikan pukulan telak pada Zhi Yen, dan lawannya pun terpental.


'Duaar!'


'Cepat sekali.' batin Zhi Shu seraya mengelap darah segar di bibir nya.


Zhi Yen berdiri dan bertanya, "Tunggu! apa kau reinkarnasi Yang Mulia Phoenix? jika begitu mari kita membuat kesepakatan..."


"Oh? apa yang bisa kau lakukan sehingga aku tertarik dengan penawaran mu?" tanya Lian Zheng seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Aku akan memberikan batu sakti yang bisa memberikan kekuatan setiap saat, namun tampaknya kekuatan itu hanya bisa diserap oleh Yang Mulia Phoenix atau reinkarnasi nya." ujar Zhi Yen.


Lian Zheng menaikkan sebelah alisnya sekali lagi dan kemudian tersenyum.


"Oh benarkah? apa hanya segitu? lalu apa yang kau minta dari ku?" tanya Lian Zheng.

__ADS_1


Zhishu yang mendengar ucapan mereka dari semula hanya diam namun ketika Lian Zheng seperti tertarik oleh penawaran Zhi Yen ia pun mencegahnya.


"Jangan mau Yang Mulia, dia lebih hina dari seorang pembohong ucapannya tidak bisa dipercaya." usul Zhishu.


Lian Zheng dengan segera bertelepati dengan Zhishu dan mengatakan jika dirinya sudah tahu darj awal jika Zhi Yen hanya berbohong, mendengar itu Zhishu diam-diam lega namun tetap dengan ekspresi yang sama, hanya berpura-pura.


"Diamlah kau Zhishu! aku hanya ingin membuat kesepakatan dengan raja mu ini dan... aku hanya meminta kedudukan raja pada ku untuk ras Phoenix yang ada di planet ini-!"


"Baiklah akan ku berikan namun dengan satu permintaan lagi yaitu." Lian Zheng menjeda ucapannya namun seketika Zhi Yen ambruk ketanah dan mati seketika.


"Yaitu nyawamu!" tambah Lian Zheng.


Lian Zheng langsung berbalik badan dan menatap Zhishu.


"Terimakasih Yang Mulia atas bantuannya." Zhishu bersujud hormat pada kloningan Lian Zheng.


"Hahahaha perasaan apa ini, seketika diriku benar-benar terhomat, hahahaha." kloning Lian Zheng tertawa lepas saat dirinya benar-benar terlihat seperti raja.


Zhishu pun kebingungan dengan tingkah laku tuannya itu namun ia tidak berani bertanya pada Lian Zheng.


"Kau jangan heran karena aku ini hanya kloningan tuan mu itu, dan yang asli ada di depan ia sedang bertarung dengan pasukan yang banyak." seketika Kloningan Lian Zheng berubah menjadi bola biru dan masuk ke dalam tubuh asli Lian Zheng.


Zhishu yang mendengar itu pun terkejut dan dengan segera terbang menuju luar Istana.

__ADS_1


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


__ADS_2