
Setelah di ruang istirahat, Lian Zheng tidak merebahkan tubuhnya di ranjangnya namun ia melanjutkan lagi keluar halaman.
Lian Zheng hanya ingin melihat bintang-bintang yang berkelap-kelip nan indah, Saat menyaksikan bintang diatas langit Junhao keluar dari tubuh Lian Zheng.
"Tuan aku ada yang ingin aku ucapkan... " Ucap Junhao.
"Bicaralah." Jawab Lian Zheng terus melihat langit malam.
"Phoenix Api dan Es bilang jika ia sudah menguasai Hukum Gonglu, Tuan hanya membutuhkan 1 akar roh saja untuk menguasai Hukum Gonglu Api dan Es."
Lian Zheng seketika menoleh ke arah Junhao.
"Lalu?"
"Tuan, Cobalah belajar dahulu Hukum Gonglu, Masa yang akan datang pasti musuh tuan mempunyai Hukum Gonglu, Hukum Gonglu jika dilawan dengan kekuatan biasa tidak bisa, jadi Hukum Gonglu harus dilawan dengan Hukum Gonglu lainnya maka dari itu Tuan harus belajar Hukum Gonglu." mohon Junhao.
"Apa saja Hukum Gonglu yang pantas denganku?"
Junhao pun mengangkat bahunya, Ia tidak tau jika masalah itu hanya saja yang bisa menjawab ialah jati diri Lian Zheng sendiri, Karena Lian Zheng akan tau apa yang cocok dengannya.
"Hukum Gonglu hanya diketahui diri sendiri, Tuan."
"Baiklah aku akan belajar Hukum Gonglu yang cocok dengan ku."
Setelah itu Lian Zheng kembali ke ruang istirahatnya, Lalu merebahkan tubuhnya.
***
Pagi hari datang, Lian Zheng segera membersihkan diri, ia ingin menemui Hukum Gonglu yang cocok dengan jati dirinya.
Lian Zheng pun bersemedi di ruang istirahatnya, Karena ia diberi petunjuk oleh pecahan jiwa jika ingin menemui Hukum Gonglu pada dirinya harus memasuki alam sadarnya.
Alam Sadar
Ruangan yang berwarna putih tidak ada pohon satupun maupun batu, Lian Zheng terus melihat kanan kiri, Karena Pecahan Jiwa tidak bisa membantu di alam sadar milik Lian Zheng jadi Lian Zheng harus menanggungnya sendirian tanpa bantuan.
__ADS_1
Seketika Lian Zheng melihat didepannya terdapat batu yang mengeluarkan aura yang berbeda-beda dan batu itu melayang di depan Lian Zheng.
Lian Zheng pun teringat dengan perkataan Pecahan Jiwa, Jika ada batu yang mengeluarkan aura maka batu tersebut ialah inti dari Hukum Gonglu.
Lian Zheng pun langsung lari dan ingin menangkap batu tersebut namun saat ingin menyentuh batu tersebut seketika batu itu berpindah tempat.
Lian Zheng terus melakukan hal tersebut namun dirinya tidak bisa menyentuh sama sekali.
Hal tersebut membuatnya kelelahan, Lian Zheng pun teringat dengan kata terakhir Pecahan Jiwa jika Hukum Gonglu susah didapati.
Tidak ada petunjuk sama sekali, Lian Zheng pasrah karena tidak bisa berbuat apa-apa, namun setelah dirinya hendak duduk seketika 7 batu langsung masuk kedalam tubuhnya.
Lian Zheng pun kaget dengan hal itu, seketika di punggungnya terdapat tato dengan ukiran berbeda-beda, Tato tersebut ada 7 masing-masing warnanya berbeda-beda.
Lian Zheng pun kembali ke alam nyata, Junhao yang melihat Tuannya membuka mata seketika terkejut karena Tuannya dengan cepat menyelesaikan hal tersebut.
"Selamat tuan!"
"Akh pusing sekali, apa ada perubahan denganku?" Tanya Lian Zheng.
Lian Zheng pun menoleh ke punggungnya, Walaupun melihatnya dengan kurang jelas namun Lian Zheng tetap bisa melihat ada Tato di punggungnya.
Lian Zheng pun tersenyum melihat itu.
"Lalu bagaimana aku mengontrolnya?" Tanya Lian Zheng.
"Saya akan membantu tuan!" Jawab Junhao.
"Baiklah, Bisa kamu periksa apa saja Hukum Gonglu yang ku punya?" Tanya Lian Zheng.
Junhao pun melihat punggung Lian Zheng, Junhao melihat 7 Tato dengan warna yang berbeda dan bermotif berbeda.
"Hukum Gonglu Api dan Es, Hukum Bangkit, Hukum Hilang, Hukum Ruang Waktu, Hukum Ilusi, Hukum Kematian, Hukum Cahaya."
Lian Zheng pun terbelalak saat mendengar hal itu, Semua Hukum Gonglu miliknya termasuk yang terkuat, Bagaimana mungkin jelas hal itu didapatkan oleh Binatang Tuhan dan pada saat mendapatkan Inti Hukum Gonglu itu juga dibantu oleh Binatang Tuhan namun Lian Zheng tidak menyadarinya.
__ADS_1
bertepatan dengan hal itu, Suara pintu milik Lian Zheng terketuk terdengar.
"Siapa?"
"Yin Su... " Ucap lembut Yin Su.
"Ada apa kemari?" Lian Zheng membuka setengah pintu.
"Aaaa...." teriak Yin Su saat melihat Lian Zheng tidak memakai pakaiannya hanya memakai celana saja.
Lian Zheng pun menyadarinya lalu menutup pintu, Ia benar-benar lupa jika ia tadi membuka bajunya untuk Junhao melihat punggunya.
Junhao pun menggelengkan kepalanya melihat hal itu.
Lian Zheng pun memakai pakaiannya lalu membuka pintu namun saat melihat keluar ia tidak melihat Yin Su.
Sisi lain, Yin Su keluar dengan wajah yang merah merona saat tadi melihat tubuh Lian Zheng yang berbentuk kekar.
"Wajah tampan, Tubuh kekar dan... "
Belum menyelesaikan katanya Yin Su dikagetkan dengan Lian Zheng didepannya.
"Ada apa tadi?" Tanya Lian Zheng.
"Eu... Tidak apa-apa."
"Cepatlah katakan yang benar!"
"Aku hanya ingin memberitahu jika kamu dipanggil oleh Patriak." Jawab Yin Su.
Lian Zheng pun meninggalkan Yin Su yang masih diam berdiri ditempatnya, Ia hanya menuju ruang Patriak dan menanyakan ada apa.
...****************...
Sekian Terimakasih~
__ADS_1