
Orang Tertinggal ialah sebutan bagi para manusia dan ras Phoenix yang diasingkan dari negeri Phoenix, mereka biasanya diasingkan karena melakukan tindakan kriminal yang menyebabkan kerugian besar, mereka cukup beruntung karena ada yang lebih banyak dari mereka dibunuh.
Manusia yang bisa datang ke alam Kesucian biasanya ialah bandit profesional, biasanya bandit yang berkeliaran di luar angkasa dan melewati semesta-semesta lainnya disebut bandit ruang, mereka mempunyai alat terbang yang sangat canggih.
Alat canggih itu dikenal sebagai Ark, alat itu berasal dari alam tertinggi yang dijual dengan harga fantastis dan banyak berbagai model, Ark itu dibuat tidak sembarang karena hanya orang khusus saja yang bisa membuatnya, mereka dikenal sebagai ahli teknologi. bayarannya pun sangat terbilang tinggi didalam profesi itu namun sangat jarang menemukan ahli teknologi bahkan di alam tertinggi sekalipun.
Balik ke topik awal, Bandit Ruang mempunyai kekuatan yang misterius, mereka bisa membuat senjata pemusnah hanya dengan Qi miliknya, jadi akan sulit dikalahkan. Bandit Ruang kalah karena sudah melawan atmosfer yang tinggi dan itu cukup menguras tenaga mereka sehingga mendarat ke alam Kesucian dengan kasar dan itu cukup mudah bagi ras Phoenix yang tinggal disana mengalahkan mereka.
***
Zhi Yen membuka portal yang sudah ia siapkan sebelumnya, kemudian ia masuk di ikuti oleh beberapa orang dibelakangnya. mereka pun tiba di garis perbatasan yang dibilang cukup dekat dengan negeri Phoenix dan tertutupi pepohonan sehingga tidak terlihat oleh penjaga benteng.
"Baiklah, kalian berjalan ke arah gerbang untuk dibuka kan oleh penjaga, tutup kultivasi kalian serendah mungkin... beraktinglah sebagus mungkin, seterah mau berperan sebagai apa saja yang penting kalian bisa masuk dengan aman, setelah itu jalankan tugas kalian yang aku sudah ucapkan..." ucap salah satu tetua kepada orang-orang kepercayaannya.
Mereka pun mengangguk mengerti, dan keluar dari pepohonan namun sebelum itu ia mengoyak pakaiannya untuk terlihat lusuh dan dikenal sebagai pengemis.
Penjaga yang tiba-tiba melihat beberapa orang berpakaian lusuh pun menjadi waspada, mereka mengacungkan senjatanya dan bersiap melawan orang didepan mereka.
"Berhenti-! apa kalian tidak lihat Ika mereka begitu kelaparan?" ucap salah satu penjaga yang berpakaian agak berbeda dari semuanya.
__ADS_1
"Tapi Ketua, kita harus selalu waspada..." jawab salah satu dari mereka.
Ketua itupun nampak kebingungan namun ia merasa iba pada para pengemis didepannya, tanpa pikir panjang ia memberikan jalan pada para pengemis itu.
"Ketua... bagaimana jika mereka penyusup yang menyamar?"
"Apa kalian tidak lihat kultivasi mereka? tidak bukan maka dari itu sudah dipastikan jika mereka pengemis asli-!" ucap ketua itu dengan tegas.
Anggota nya pun menunduk karena sudah melawan keputusan ketuanya, mereka langsung melanjutkan tugasnya begitu pula dengan ketua mereka.
Disisi lain.
"Ide yang cukup bagus! hahaha." ucap Zhi Yen yang melihat orang-orang bawahannya berhasil masuk.
Para tetua pun hanya mengikuti keputusan Zhi Yen bagaimana pula Zhi Yen ialah ketua mereka dan mereka harus melakukan apa yang ketua perintahkan.
***
"Baiklah, kita bersiap-siap ke kerajaan, kemungkinan disana ada cara untuk melepaskan kutukan mu." ujar Lian Zheng.
__ADS_1
Ji Chen mengangguk mengerti kemudian sebelum pergi Lian Zheng melindungi Min Yu dengan formasi pertahanannya dan menaruh beberapa daging bakar untuk Min Yu memakannya, karena juga Min Yu tidak makan selama satu hari kemarin.
Setelah cukup Lian Zheng membawa Ji Chen, sebelumnya Lian Zheng melindungi dirinya dan Ji Chen dengan Qi agar saat Lian Zheng terbang mereka berdua pun aman.
Lian Zheng langsung melesat dengan kencang, Ji Chen yang merasakan cepatnya terbang walaupun ia tidak terkena terpaan angin pun ia bisa merasakan kengerian karena saat ini ia di udara dan sangat tinggi dari daratan.
Andai saja Lian Zheng mempunyai jurus teleportasi maka ia akan menggunakan itu sejak lama. setelah beberapa menit akhirnya mereka berdua melihat kerajaan dari kejauhan, Lian Zheng pun mempercepat terbangnya bahkan ia menyamai kecepatannya dengan kecepatan suara.
Setelah agak mendekat, Lian Zheng terus menerobos dan mengabaikan penjaga yang melihat mereka berdua terbang, karena juga ia tahu pasti semua warga kerajaan tau tentang dirinya.
***
Zhi Yen dan beberapa tetua lainnya sedang beristirahat, mereka sibuk dengan urusan masing-masing, bahkan ada beberapa yang tertidur namun tiba-tiba ia merasakan energi kuat dan lewat dengan cepat begitu saja di atas kepala mereka.
Zhi Yen dan beberapa tetua yang berjaga pun merasakan hal sama, mereka langsung melihat ke atas namun tidak melihat apa-apa, mereka hanya melihat sebuah titik hitam yang sangat sulit ditangkap oleh mata mereka sendiri.
"Apa itu? kecepatan nya sangat diluar nalar!"
"Entahlah, mungkin hanya energi yang meleset dan beberapa orang yang latihan di kerajaan..."
__ADS_1
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.