
Lian Zheng berjalan mendekati gerbang masuk, terlihat 2 penjaga sedang mengecek orang yang hendak masuk.
Saat giliran Lian Zheng masuk pemuda itu langsung ditahan sebentar.
"Lencana?"
"Tidak ada..."
"Jika mau masuk bayar 100 batu roh tingkat rendah!" ujar salah satu penjaga dengan tegas.
Lian Zheng mengerutkan dahinya, sepertinya mata uang disini berbeda dengan tanah kultivator sebagaimana batu roh menjadi mata uang di Nirwana Agung.
Berbeda dengan tanah kultivator, disana batu roh sangat sulit didapatkan, jarang sekali orang mempunyai batu roh tingkat tinggi bahkan setiap keluarga bangsawan hanya punya beberapa saja dan itu juga tidak banyak namun di Nirwana Agung batu roh dijadikan mata uang, memang pantas jika kultivator hebat mendiam di alam ini.
"Aku tidak ad-" belum sempat melanjutkan perkataannya Lian Zheng dibantu oleh seseorang.
"Ah maaf ini temanku, nah ini lencana kami."
Seseorang tersebut menyodorkan lencana berwarna perak dengan ukiran tombak, penjaga gerbang pun mengenali lencana tersebut seketika ia terkejut karena melalaikan tugasnya.
"Maaf kan aku yang tidak mengenali tuan-tuan..." penjaga tersebut mempersilahkan masuk, wajahnya pun berubah total yang tadinya menyeramkan sekarang menjadi ramah.
Lian Zheng kebingungan karena dibantu oleh seseorang yang tidak ia kenali, namun jika dipikir-pikir ia beruntung karena ada yang membantunya.
"Tuan saya sangat terimakasih, Boleh saya tau tuan bantu saya karena apa ya?"
"Terimakasih jangan sungkan, Sebenarnya aku hanya ingin berteman saja, ketika aku melihatmu aku rasa wajahmu sangat familiar di otak ku ini, Ah iya namaku Rian Ye." jawabnya seraya mengajak Lian Zheng bersalaman.
__ADS_1
Kemudian Lian Zheng menyambut salam tangan tersebut lalu ia berkata, "Lian Zheng, maaf tuan saya butuh istirahat bisa tuan berikan jalan? atau beri penjelasan tentang kota ini?"
Rian Ye kemudian tersenyum ramah, Ia dengan senang hati menjawabnya, "Aku bisa mengantarkanmu ke tempat penginapan yang terkenal, Penjelasan kota ini ya? sepertinya kau tinggal di desa maka dari itu kau tidak punya batu roh bukan?"
"Ah iya aku dari desa." jawab bohong Lian Zheng.
"Jika begitu biasanya kota itu memakai batu roh untuk mata uang mereka, jika ingin menukar emas dengan batu roh juga bisa tetapi agak sedikit mahal, dan kota ini biasanya dipakai oleh orang untuk berbisnis atau berwisata, dan juga kota ini mempunyai pondium besar yang bisa dipakai untuk kultivator bertarung disana, kota ini dikenal sebagai kota serbaguna, namanya kota Liejin."
"Terimakasih atas penjelasannya, bisakah tuan memberi jalan dimana tukar mata uang?"
"Tentu..."
Lian Zheng mengikuti Rian Ye dari samping, tampak mereka berdua menjadi akrab karena Rian Ye sangat ramah dan mudah memberikan informasi, Lian Zheng pun menerima informasi tersebut dengan senang hati walaupun Lian Zheng tidak bertanya apapun tapi Rian Ye memberikan informasi-informasi yang akan berguna nantinya.
Lian Zheng dibawa ke tempat bangunan berlantai tiga dengan design yang terbilang agak kuno.
"Temanku ingin menukar emas dengan batu roh." jawab Rian Ye.
"Baiklah, ikuti saya tuan..."
Pelayan itu membawa Lian Zheng ke lantai dua, disana tampak berbagai macam mata uang dari perunggu sampai emas dan yang bikin Lian Zheng menarik yaitu batu roh dengan warna kebiruan, batu roh tersebut berbeda dengan batu roh lainnya pasalnya batu roh itu hanya ada beberapa saja dan juga itu tertata dengan rapih.
"Manager ada yang ingin menukar."
"Baiklah, biar aku saja yang urus."
Sehabis itu pelayan yang tadi mengantarkan Lian Zheng pamit undur diri, lalu tergantikan oleh manager dari bangunan tersebut.
__ADS_1
"Selamat datang di Assosiasi Jiaohuan, seperti namanya Assosiasi ini dikhususkan untuk orang luar yang ingin menukar barang miliknya dengan barang kami." Ujar manager tersebut.
Lian Zheng hanya mengikuti manager Assosiasi Jiaohuan, pemuda itu mendengar penjelasan tentang Assosiasi Jiaohuan setelah diruangan manager Lian Zheng diminta untuk duduk.
"Aku mau menukar koin emas dengan batu roh."
"Baik tuan, disini 1 koin emas bisa ditukar menjadi 2 batu roh tingkat sedang untuk tuan sendiri, karena Assosiasi ini sedang mengadakan diskon untuk 10 orang pembeli pertama dan tuan termasuk 10 orang pembeli pertama."
"Saya ingin menukar sepuluh ribu koin emas, saya dapat berapa?" tanya Lian Zheng.
Manager itu terbalalak ketika melihat sekantong buntelan emas didepannya, manager itu kira Lian Zheng menukar dengan jumlah dikit karena terlihat dari pakaiannya yang biasa-biasa saja.
"Dua puluh ribu batu roh tingkat sedang tuan."
Manager tersebut langsung melangkah keluar untuk mengambil pembelian Lian Zheng, Manager itu kembali dengan membawa dua buntelan di tangannya dan memberikan Lian Zheng.
"Terimakasih tuan muda, kembalilah jika butuh bantuan!"
"Terimakasih..."
Setelah itu Lian Zheng pamit undur diri, Dirinya akan membeli batu roh yang membuatnya tadi tertarik, sepertinya batu roh tersebut tidak dijual hanya saja untuk pajangan, pikir Lian Zheng.
...****************...
**See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like, Rating bintang 5 nya**.
__ADS_1