Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-140. Pertandingan Turnamen Surgawi ( 12 )


__ADS_3

Pertandingan pertama Tang Lui melawan Hongli Jun bisa dikatakan mereka hampir setara dari segi fisik namun para penonton tidak tau masing-masing kekuatan mereka.


"Salam!"


Hongli Jun dengan wajah polos dan tenang memberi hormat pada lawannya, sedangkan Tang Lui yang percaya diri pada kekuatannya hanya tersenyum sinis dan tidak memberi balasan pada Hongli Jun.


Saat lonceng berbunyi, Tang Lui dengan tekniknya maju secara bersamaan, Seketika tubuh Tang Lui berwarna keperakan.


'Buum!'


Tang Lui terbang ke atas saat sudah mulai jauh dari daratan Tang Lui sengaja menjatuhkan dirinya membuat arena seketika retak dan menyebabkan gempa yang bertubi-tubi, semua penonton pun mulai gelisah dengan hal tersebut namun dengan adanya panitia yang mengatasi seketika stadiun mulai tenang namun gempa masih berlanjut.


Hongli Jun yang berada di arena sedikit tidak berkonsentrasi karena efek dari gempa tersebut, ia dengan sedikit usaha ia pun berdiri dan mencoba berkonsentrasi.


Namun seketika Tang Lui tidak ada di tempat semula saat Hongli Jun mencari keberadaan Tang Lui tiba-tiba dibawah arena terasa getaran, tahu jika posisinya sedang diserang Hongli Jun langsung menghindar mencari posisi yang dapat ia kendalikan.


Dan benar saja Tang Lui secara mengejutkan muncul dibawah posisi yang tadi Hongli Jun pijaki, Tang Lui muncul dengan tubuh bajanya sehingga bisa menerobos bawah tanah dan menghancurkannya dengan mudah, menyebabkan arena berlubang.


Tang Lui kembali masuk ke tanah, membuat tanah di arena menjadi bergetar kembali, Hongli Jun tetap berusaha setenang mungkin agar konsentrasi nya tidak pecah, namun sedari tadi Hongli Jun telah menyiapkan sesuatu pada lawannya.


Saat Tang Lui keluar dari tanahnya secara mengejutkan Hongli Jun menyiapkan suatu bola energi yang besar berwarna biru dan mengeluarkan seperti petir kecil dan mengarahkannya pada Tang Lui yang baru saja keluar dari tanahnya.


"En!" terkejut Tang Lui.


'Bumm!'


Hongli Jun langsung melemparkan bola biru yang besar pada Tang Lui, dan Tang Lui pun terlempar secara kasar dan jatuh keluar dari arena, bunyi lonceng pun terdengar kembali.


"A-apa itu!"


"Sangat kuat!"

__ADS_1


Sebelumnya saat bola energi biru milik Hongli Jun mengenai Tang Lui secara tiba-tiba ada terpaan energi yang kuat membuat penonton yang sejajar dengan bola energi tersebut terkena efek padahal panitia sudah membuat perisai perlindungan sejak tadi.


Lian Zheng yang berada di tempat duduk peserta sangat fokus melihat bola energi biru milik Hongli Jun.


"Seperti ku kenal namun dimana..." gumam Lian Zheng.


Lian Zheng mencoba mengingat kembali, namun dirinya tetap tidak mengingat apapun tentang bola energi biru milik Hongli Jun, bukan karena apa sebab bola energi biru milik Hongli Jun ini terasa beda begitu pun dengan panitia mereka merasakan adanya berbeda dengan bola energi pada umumnya seperti ada efek lain dari bola energi biru Hongli Jun.


Setelah itu Hongli Jun dinyatakan menang, kondisi dari Tang Lui sendiri sangat terluka parah membuat tetua dari sekte Baja Hitam naik pitam namun dengan segera tetua tersebut menahannya agar tidak terjadi keributan selanjutnya, ia pikir nanti jika terlibat dalam kekaisaran maka akan merepotkan dirinya begitupula dengan sektenya.


Setelah itu Lian Zheng dipanggil untuk bertanding dengan Xiang Ju seseorang bangsawan dari keluarga Xiang, Lian Zheng hanya diam dan tenang begitu pula dengan Xiang Ju.


Saat lonceng berbunyi, Lian Zheng pun maju ia sengaja memakai kekuatan fisiknya yang bisa dikatakan kuat, karena ia memiliki kualitas tulang yang baru yaitu Tulang Naga Permata dimana tulang tersebut peringkat kedua yang terkuat dari seluruh jenis tulang kultivator.


Dan juga Lian Zheng ingin melancarkan jurus yang ia pelajari dari Pecahan Jiwa, seperti biasa Lian Zheng terus memojokkan Xiang Ju namun tetap saja Xiang Ju tetap memasang wajah yang tenang.


Beberapa penonton pun cukup kagum pada mereka berdua, karena Lian Zheng sangat cepat dalam melancarkan tinjuannya dan juga Xiang Ju bisa menghindar secara lihai tanpa terkena sedikitpun.


Namun, Lian Zheng sengaja tidak langsung mempertambah kecepatan nya lagi, saat terlihat Xiang Ju mulai kelelahan Lian Zheng langsung bergerak mundur.


"Pukulan Cinta Pertama!" gumam Lian Zheng.


Gelombang energi berbentuk kepalan tinju meluncur ke arah Xiang Ju secara sangat cepat, Xiang Ju yang menyadari langsung berpindah namun hal yang mengejutkan ialah kepalan energi tersebut mengikutinya seolah-olah tidak bisa menghindar.


"Tidak bisa dibiarkan!" geram Xiang Ju.


Xiang Ju langsung mengeluarkan pedangnya dan melakukan gerakan aneh dan saat itu pula keluarlah lubang hitam dibelakang Xiang Ju dan menarik semua benda, makhluk hidup apapun itu yang dekat di lubang hisap hitam Xiang Ju bahkan kepalan energi milik Lian Zheng tersedot olehnya.


Lian Zheng pun tertarik ia dengan sekeras usaha membuat dirinya tidak tersedot dalam lubang hisap hitam itu, tanpa diduga tiba-tiba darah binatang Tuhan Ular Mahkota Hitam aktif secara otomatis padahal Lian Zheng tidak mengaktifkannya namun itu hanyalah 1 persen saja dari aslinya akan tetapi itu membuat semua orang yang sedang fokus pada lubang hisap Xiang Ju menjadi beralih pada Lian Zheng karena merasakan aura yang mengerikan pada diri Lian Zheng.


Saat itu pula Lian Zheng terpikir oleh sesuatu dengan tubuh yang masih menahan daya hisap Lian Zheng membuat buntelan hitam ditangannya yang terbuat dari racun Ular Mahkota Hitam.

__ADS_1


Lian Zheng pun melepaskannya secara otomatis buntelan hitam tersebut terhisap juga oleh lubang hisap Xiang Ju, Saat buntelan hitam milik Lian Zheng hendak masuk pemuda itu langsung mempetikkan jarinya.


'Bumm!'


Cairan hitam berbau busuk meledakkan tempat lubang hisap Xiang Ju, Xiang Ju yang tidak fokus dan terganggu dengan cairan hitam yang menempel padanya menjadi kan lubang hisapnya menghilang, dengan cepat Lian Zheng membuat hal yang sama.


"Pukulan Cinta Pertama!" gumam Lian Zheng.


Energi yang berbentuk kepalan tangan itu melesat ke arah Xiang Ju yang sedang fokus pada dirinya sendiri.


'Buumm!'


Xiang Ju terpental beberapa meter dan tidak keluar dari arena, namun kondisi Xiang Ju terluka parah dalam perutnya, dengan cepat ia menelan pil penyembuh dan saat itu pula luka di perutnya sembuh seperti semula.


...****************...


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


Tingkat 8- Tulang kelinci perunggu (Dasar)


Tingkat 7- Tulang Kucing perak


Tingkat 6- Tulang Serigala


Tingkat 5- Tulang Gorila


Tingkat 4- Tulang Macan


Tingkat 3- Tulang Singa Emas

__ADS_1


Tingkat 2- Tulang Naga Permata


Tingkat 1- Tulang Naga tanpa batas. (Terkuat)


__ADS_2