Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-168. Kekacauan Kerajaan Phoenix ( 8 )


__ADS_3

Saat sampai di halaman luar Istana betapa terkejutnya Zhishu melihat pemandangan yang pertama ia lihat, dimana puluhan ribu prajurit berarmor lengkap perang tengah melawan seorang pemuda yang berwajah sama yang artinya itu hanyalah sebuah pasukan kloningan.


Saat lebih teliti Zhishu mengetahui jika yang memiliki jurus itu ialah tuannya sendiri, namun dirinya tidak mengetahui dimana tuannya yang asli ia pun menoleh dari ke segala arah sampai akhirnya ia mendongak kan kepalanya ke atas dan melihat Lian Zheng sedang bertapa mengambang di udara.


Disisi Lian Zheng, pemuda itu tersenyum ketika menyadari aura Zhishu kemudian ia bergumam, "Baiklah saatnya menghabisi mereka."


Lian Zheng membuka matanya, seketika aura yang menyeramkan keluar dari tubuh nya namun kloningan yang sedang bertarung itu seketika menghilang dan berubah menjadi bola biru dan masuk ke tubuh Lian Zheng.


Lian Zheng mengeluarkan pedangnya, kemudian mengaktifkan darah Phoenix nya seketika kedua sayap yang besar keluar dari punggung pemuda itu dan membentang dengan luas, pemuda itu menyelimuti pedang ditangannya dengan api ungu Phoenix nya.


Sedikit cerita, dimana api ungu memiliki keunggulan dari api lainnya maupun api Phoenix yang terbilang hebat, Api ungu hanya bisa dimiliki oleh raja Phoenix sendiri karena memang api Ungu memilih secara langsung keturunan dari Phoenix yang artinya reinkarnasi raja Phoenix berhak memiliki nya juga.


"Api Ungu!" Zhishu terkejut saat pertama melihat api Ungu seumur hidupnya karena sebelumnya raja Phoenix mengeluarkan api Ungu di pertarungan nya dan saat itu pula Zhishu masihlah bayi.


Tidak Zhishu saja yang melihat api Ungu dengan ekspresi terkejut bahkan semua orang yang melihat nya pun terkejut dan beberapa dari mereka pingsan karena aura yang dikeluarkan oleh Lian Zheng.


"Selamat tinggal-!" setelah mengucapkan itu Lian Zheng langsung menghilang dan bergerak cepat bahkan melewati hukum gravitasi.


'Slash!'


'Slash!'


'Slash!'

__ADS_1


'Slash!'


'Slash!'


'Slash!'


'Slash!'


"..."


Lian Zheng terus bergerak cepat dan menebas kepala lawan, ia sekali mengayunkan pedangnya bisa menebas kepala musuh 3-4 sekaligus, hal itu dikarenakan efek dari api Ungu yang menyebar ditambah angin yang terbawa oleh Lian Zheng sehingga menciptakan gelombang lurus diselimuti api Ungu.


Tindakan Lian Zheng terus membuat bulu kuduk lawan maupun kawan terus menerus berdiri dan mengucurkan keringat di punggungnya ataupun didahinya.


Pemuda itu pun menambahkan kecepatan nya dengan Hukum Gonglu Ruang Waktu nya, sekarang ia sudah melewati hukum gravitasi sekarang sudah baik level menjadi hukum Ruang Waktu yang mana seharusnya akan membuat alam menghukum Lian Zheng karena sudah melampaui batas.


Tidak semua bisa menggunakan kekuatannya secara bebas semua pasti akan ada batasnya walaupun seseorang itu mempunya kekuatan yang tidak ada batasnya akan tetapi alam mempunyai hukum yang bisa menghukum seseorang jika melanggarnya atau melampaui batas.


Seketika langit bergemuruh, awan menjadi hitam. Lian Zheng yang diberitahu oleh Dewa Langit jika ia sudah melanggar hukum ia pun dengan segera mempercepat aksinya, setelah selesai ia berdiri di tempatnya tanpa menoleh sekalipun karena ia tahu jika bergerak lagi maka hukumannya akan bertambah.


'Jdeerrr!'


Petir berwarna kuning terang menyambar Lian Zheng dengan keras, pemuda itu pun menahannya dengan kuat ia menggertak kan giginya karena menahan rasa sakit namun itu belum selesai akan ada beberapa lagi petir yang sama dan tambahan yang akan menyambar nya lagi.

__ADS_1


'Jderrr!'


'Jdeerr!'


'Jderrr!'


"..."


"Aaaaarrghh." Lian Zheng akhirnya berteriak ketika petir kuning terang itu berhenti, Zhishu dan lainnya pun mengerti jika itu hukuman dari alam semesta maka ia pun tidak campur tangan namun ketika petir kuning itu berhenti Zhishu pun mencoba mendekati Lian Zheng.


"Berhenti-! masih ada satu lagi." Lian Zheng mencegahnya.


Masih ada satu lagi? tapi kenapa petir kuning itu berhenti semua orang pun mulai berpikir seperti itu tapi setelah beberapa saat akhirnya mengetahui karena tiba-tiba langit berubah menjadi merah gelap, awan-awan pun berganti warna menjadi merah darah.


Percikan petir merah keluar dari awan yang menandakan akan adanya petir hebat keluar dari awan tersebut, Lian Zheng dengan segera menyuruh seseorang yang didekatnya segera menjauh karena ia tidak mau ada yang terkena dampaknya.


'Jdeeerrrr!'


Petir merah menyambar Lian Zheng menyebabkan gempa berturut-turut, asap pun menyelimuti sekitar Lian Zheng, tanah disekitarnya menjadi retak seperti tanah bergeser yang akan longsor, namun bagaimana nasib Lian Zheng itu apakah masih hidup?


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.

__ADS_1


__ADS_2