
Lian Zheng pun tersenyum setelah itu lalu ia menoleh ke Le Wu dan berkata, "Aku akan membawa kalian ke dunia kecilku, Aku harap dengan kalian dunia kecilku terurus dengan sempurna."
Le Wu pun tidak mengerti apa yang di sebut dengan dunia kecil, Lalu Le Wu bertanya, "Maaf Yang Mulia, Maksud dunia kecil apa ya?"
"Aku akan memindahkan kerajaan mu ke dalam ruang kehidupan dari Cincin Samudra Langit ini." Ucapnya sambil memperlihatkan Cincin Samudra Langit.
"I-itu, Bukannya milik Dewi Langit?"
Lian Zheng pun tersenyum menganggukkan karena Le Wu mengenali Cincin Samudra Langit walaupun hanya pecahan saja.
"Maaf Yang Mulia, Aku harus meminta izin kepada Senior Le Yao." Ucap Le Wu dengan nada bergetar.
"Baiklah, Biarkan aku bicara padanya." Ucap Lian Zheng.
Sesaat Le Wu pergi ke suatu tempat yang tepatnya dibawah istana pohon dan di ikuti oleh Lian Zheng, Saat membuka pintu ruang bawah tanah aura menekan yang sangat kuat keluar dari ruangan tersebut.
Lian Zheng pun menekan aura tersebut dengan aura Qilin, Setelah itu Lian Zheng bisa bernapas dengan normal, Hal yang sama juga dirasakan oleh Le Wu ia tidak bisa menahan aura tersebut dan akhirnya pingsan.
Lian Zheng pun menggelengkan kepalanya, Lalu menggendong Le Wu kedalam ruangan tersebut, Lian Zheng menggunakan aura tersebut untuk menghampiri pemiliknya.
Lian Zheng terus melewati lorong-lorong yang gelap, dia hanya menciptakan api ditangannya untuk menerangkan di sekitarnya.
Lian Zheng pun berhenti, Didepannya sekarang hanya ada 1 lorong dan itu mengeluarkan aura menekan yang sangat besar.
"Hahahaha, Tidak ku sangka ternyata benar dengan ramalan tersebut." Ucap suara misterius dengan nada yang menggelegar
Lian Zheng pun memasang sikap waspada dan dia bertanya, "Siapa itu?"
__ADS_1
"Ternyata teman ku telah memilih tuan yang baru untuk kedua kalinya." Ucapnya.
Disisi alam pikiran Lian Zheng, Pecahan Jiwa Dewa Langit hanya menggeleng kan kepalanya saat melihat layar hologram didepannya, Lalu ia berkata dengan telapati, "Tenanglah dia memang begitu, dia hanya sedikit tidak waras."
"Hah? sedikit tidak waras." Ucap Lian Zheng melewati telapati.
"Ya, dia tergila-gila dengan kekuatan Qilin sampai-sampai jadi tidak waras begitu, Walaupun begitu ia masih bisa mengendalikan diri."
Lian Zheng pun mengerti, Lalu ia maju melangkah ke dalam lorong didepannya, Saat keluar dari lorong tersebut hal yang pertama pemud itu lihat ialah Rubah Hitam yang sedang bersemedi melayang.
Rubah Hitam itu ialah Le Yao, Le Yao membuka matanya lalu mengambil tongkat yang ada dibawahnya lalu ia melesat menyerang Lian Zheng dengan tubuh yang masih melayang dan kaki terlipat sila.
Lian Zheng pun melempar tubuh Le Wu sedikit agak kasar Lalu ia menangkis tongkat Le Yao dengan kedua tangannya, Sedangkan Le Yao hanya menggunakan satu tangan untuk mendorong kuat tongkatnya tersebut.
Lian Zheng yang merasakan dorongan tongkat Le Yao bertambah kuat pemuda itu langsung menggunakan sedikit kekuatan dari Naga Abadi.
Le Yao terpental jauh lalu ia menabrak dinding sampai retak, Lian Zheng pun terkejut karena ia hanya menggunakan secuil kekuatan dari Naga Abadi tapi ternyata terlalu kuat.
"Aduh tulangku, Pemuda sialan jangan terlalu serius aku hanya bercanda." Ucap Le Yao.
"Aih." Ucap Lian Zheng sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Ah sepertinya tempat ini akan runtuh, Ayo cepat keluar dari sini." Ucap Le Yao.
"Eh tung-" Lian Zheng tidak melanjutkan bicaranya karena melihat Le Yao menghilang.
Benar saja setelah Le Yao menghilang tempat Lian Zheng pijaki bergetar tanda tempat itu akan runtuh. Lian Zheng pun menggendong Le Wu lalu ia berlari dengan cepat untuk keluar dari ruang bawah tanah tersebut.
__ADS_1
Disisi lain, Le Yin merasakan gempa kecil yang berasal dari ruang bawah tanah, dia langsung melesat menuju pintu ruang bawah tanah, di depan pintu tersebut sudah ada seseorang sepuh yang ia kenali, Yaitu Le Yao.
"Senior, Apa yang terjadi..."
"Pemuda itu menghantapku dengan kuat sampai menabrak dinding..." Tepat setelah mengucapkan itu Lian Zheng keluar dengan menggendong Le Wu di pundaknya.
"Aihh, Aku hanya tidak sengaja." Ucap Lian Zheng sambil meletakkan tubuh Le Wu ke bawah.
"Yang Mulia apa sudah memberitahu?" Tanya Le Yin.
Lian Zheng pun menggelengkan kepalanya, lalu ia menoleh ke Le Yao dan berkata, "Senior, Apa kamu mau Istana pohon ini aku pindahkan ke dunia kecilku?"
"Aku hanya mengikuti dari bocah ini saja." Ucapnya sambil menoleh ke arah Le Wu yang masih tidak sadarkan diri.
"Baiklah, Aku akan keluar dan memindahkannya." Ucap Lian Zheng.
Setelah mengatakan itu Lian Zheng pamit undur diri dan keluar ke istana, Ia menggerakkan tangan nya lalu dengan cepat Istana Pohon terhisap lubang hitam diatasnya.
Semua Rubah Hitam yang melihat hal itu dengan rasa ketakutan saat Istana Pohon tersedot hal yang pertama mereka lihat ialah Gunung hijau yang banyak bunga dengan indahnya sampai-sampai semua Rubah Hitam terpesona dengan pemandangan tersebut.
Kini Istana Pohon sudah dipindahkan ke Ruang Kehidupan dari Cincin Samudra Langit, Lian Zheng pun masuk ke Istana Pohon lalu ia menghampiri Le Yao, Le Yin dan Le Wu yang sudah sadarkan diri.
Lian Zheng memberitahu jika ia membutuhkan pasukan dan berniat jika Le Yin membentuk pasukan Rubah Hitam. Le Yin juga Diminta oleh Lian Zheng untuk menggurui pasukan itu, Sedangkan Le Wu posisinya tetap sama sebagai raja Di Istananya.
Karena Lian Zheng hanya membutuhkan pasukan saja.
...****************...
__ADS_1
Terimakasih yang sdh dukung author, Dan jangan lupa Vote,Like dan rating bintang 5 nya ⭐ ⭐⭐⭐⭐.