
Setelah sesi ke-2 sudah selesai semua hadiah dari sumber daya sampai keterampilan di keluarkan dan di taruh pada ruangan yang bisa dilihat seisi stadiun, semua orang nampak kagum dengan hal tersebut tak terkecuali para peserta mereka malah bertambah semangat.
Sekarang peserta yang lolos dari grand final ada 15 orang, dimana Lian Zheng masuk ke grand final dalam kekuatannya sendiri, ada juga 5 orang yang masuk ke grand final yang sebelumnya tidak lolos dalam tahap grand final tersebut, 5 orang tersebut dipilih oleh para panitia dan disepakati dalam bersama tanpa adanya penolakan.
Kini 15 orang yang ada di tahap grand final disuruh maju ke arena mereka diminta untuk memilih batu yang ada didepannya. di sisi Lian Zheng, pemuda itu mengambil batu berukuran kecil setelah semua peserta sudah memilih batu mereka.
"Baik jika semua sudah memilih batu masing-masing sekarang kalian balikkan batu tersebut!" ujar Num Dong.
Lian Zheng membalik batu nya begitu pula yang lain ketika mereka membalikkan batu tiba-tiba sebuah hologram kecil keluar menampakkan nomor, nomor Lian Zheng yaitu 4, dan nomor tersebut yang akan menentukan urutan berapa peserta tersebut bertanding.
"Baiklah, nomor 1 akan melawan nomor 3 dan nomor 2 akan melawan nomor 4, sampai seterusnya sedangkan jika ada yang nomor 15 maka menunggu lah di tempat duduk, otomatis ia akan masuk ke tahap final." ujar Num Dong dengan tegas.
Semua orang berbisik siapa yang mendapatkan nomor 15 sampai akhirnya seorang pemuda bertampilan kebangsawanan berdiri dan duduk ke tempat duduk peserta.
"Apakah pemuda itu bernomor 15?"
"Bukankah itu tuan muda Xiang Ju? keluarga bangsawan yang akhir-akhir ini terkenal karena kepala keluarganya memasuki tahapan baru yang membuat keluarga mereka menjadi di takuti..."
"Ya kudengar begitu, jika begitu pula bukankah tuan muda Xiang Ju ini jenius?"
"Mungkin, karena setiap keluarga bangsawan akan mendapatkan sumber daya masing-masing tanpa membayar sepeserpun."
__ADS_1
Beberapa orang membicarakan tentang keluarga bangsawan yang akhir-akhir ini terkenal yaitu keluarga Xiang, mereka terkenal karena kepala keluarga mereka memasuki tahapan baru yang mengerikan membuatnya menjadi keluarga bangsawan yang ditakuti.
Lian Zheng diam-diam mendengar percakapan antara penonton yang membicarakan keluarga Xiang, Lian Zheng dapat menyimpulkan jika alam Nirwana Agung ini memiliki orang yang mempunyai kekuatan besar maupun itu terkenal atau tidak pasti Lian Zheng akan bertemu, dan juga nanti ia akan berteman atau bermusuhan nantinya.
Setelah itu Lian Zheng dan lainnya diminta untuk berdiri di setiap sudut arena karena nantinya mereka langsung bertanding sesuai urutan, arena tersebut memilik banyak sudut yang membuat para penonton bisa melihat pertandingan dengan jelas.
Yang mendapatkan batu bernomor 1 ialah Yong We, dan batu bernomor 2 ialah To Mu, pertandingan mereka dibilang cukup singkat dimana Tong Mu memenangkan hanya dengan 3 teknik saja, yang membuat para penonton kagum dengannya.
Setelah itu Lian Zheng dan seorang laki-laki maju, lawan dari Lian Zheng ialah Qian Li. seseorang yang bisa dikatakan kuat karena sebelumnya ia memenangkan pertandingan dengan cepat.
Semua penonton langsung fokus saat Lian Zheng dan Qian Li maju bersama-sama ke arena, disisi arena, setelah itu, Qian Li yang memiliki sifat tak sabaran langsung maju tanpa memberi Lian Zheng bersiap, saat Qian Li memberikan tekniknya dengan wajah yang tenang tiba-tiba Lian Zheng berpindah dengan cepat namun tiba-tiba juga Qian Li bergerak cepat dan menebaskan tekniknya ke area vital Lian Zheng.
Pedang Qian Li tiba-tiba retak saat berbenturan leher Lian Zheng, Qian Li melotot tak percaya begitu pula penonton mereka merasakan teknik yang kuat dipasangkan pada pedang Qian Li namun seketika tak berdaya saat berbenturan dengan Lian Zheng.
"Terlalu naif!" ujar Lian Zheng seraya tersenyum sombong.
Lian Zheng sebelumnya memakai jurus 'Baja Dewa Langit' yang akan membuat anggota tubuhnya sekeras baja namun saat digerakkan seringan kertas.
Qian Li dengan wajah tenangnya diam-diam terkejut dalam hatinya, ia tak percaya jika Lian Zheng ini mempunyai teknik yang kuat, kemudian Qian Li mengeluarkan pedang yang berbeda dari sebelumnya dan tiba itu juga seluruh arena tiba-tiba gelap di langit terdapat pusaran hitam saat beberapa waktu keluarlah sosok yang menakutkan yaitu naga putih dengan mata berwarna merah.
Saat naga putih itu hendak memasuki pedang Qian Li namun tiba-tiba ia merasakan aura yang sangat dikenali, saat naga putih itu melihat Lian Zheng tiba-tiba ia menunduk dan seperti berlutut pada Lian Zheng.
__ADS_1
Qian Li keheranan dengan tingkah naga tekniknya, namun saat memaksa naga putih itu masuk ke pedangnya dengan tiba-tiba naga putihnya menyepaknya dengan kencang sampai keluar arena, setelah itu naga putih masuk ke pusaran lagi.
Lian Zheng hanya tersenyum melihat hal tersebut karena naga putih tersebut ia mengenalinya yaitu naga yang bersemayam di gunung Sampirura, namun yang tadi didepannya hanyalah roh kecil namun roh naga putih tersebut mengenali Lian Zheng sehingga tunduk padanya.
"Apa yang terjadi-!" tetua sekte yang mewakili Qian Li tiba-tiba terkejut dengan hal tersebut.
Sebelumnya tetua itu tau jika teknik yang digunakan Qian Li ialah teknik patriaknya sendiri yang diajarkan khusus untuk Qian Li namun ia tidak menyangka jika naga putih yang biasa disebut raja naga teknik tiba-tiba mengkhianati penggunanya sendiri.
Begitu pula penonton mereka tau jika teknik tersebut ialah teknik Qian Li, karena tadi Qian Li mempraktikan sebuah jurus namun mereka tidak menyangka jika malah penggunanya sendiri diserang.
"Tidak bisa dibiarkan aku harus memberi tahu patriak..." gumam tetua sekte yang mewakili Qian Li.
Dengan hal tersebut otomatis Lian Zheng memasuki final tanpa sulit sedikit pun.
Lian Zheng diam-diam tersenyum kecil, ia tidak mengira jika hal ini terjadi, sungguh konyol-!
...****************...
See you in the next chapterJangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
__ADS_1