
Saat Lian Zheng memakai pakaian selepas mandi di sungai, Lian Zheng melihat jika ada seseorang perempuan yang sedang dikejar oleh beberapa siluman.
Dengan sigap Lian Zheng berlari ke arah kejadian tersebut, pemuda itu dengan lincah bergerak ke setiap tempat membuat siluman serigala tidak menyadari keberadaannya.
Lian Zheng mengeluarkan pedang Kematian dan cincin Samudra Langit, membuat para siluman serigala menjadi tertekan dengan aura yang dikeluarkan dari pedang Kematian.
Siluman serigala menjadi terhambat larinya saat mengejar perempuan tersebut, mereka pun bertanya dari mana aura ini keluar, bahkan dari mereka pun di buat tunduk karena aura tersebut.
Dengan tiba-tiba Lian Zheng langsung menghadap mereka semua, Lian Zheng menatap sekolompok siluman serigala itu dengan tajam.
"Aku tidak akan membunuh kalian, asal kalian pergi dari sini sekarang juga! sebelum aku berubah pikiran."
Walaupun sekelompok siluman serigala tersebut tidak mengerti apa yang diucapkan Lian Zheng namun mereka tau jika Lian Zheng menyuruh mereka untuk pergi dan tidak usah mengusik lagi, karena mereka melihat jika pedang yang digunakan oleh Lian Zheng itulah penyebab dari aura tekanan tersebut.
Sebelumnya juga, gadis yang di kejar oleh kawanan siluman serigala itu berhenti karena mendengar seseorang yang berteriak di belakangnya, ia pun menatap punggung seorang pemuda tersebut, sepertinya pemuda itu sedang mengusir para siluman serigala itu, pikirnya.
Setelah para siluman serigala itu pergi, Lian Zheng membalikan badannya, membuat mereka saling pandang mata, Lian Zheng pun segera tersadar dan hendak kembali ke goanya.
"Tunggu..."
Lian Zheng berhenti dan menoleh sedikit ke arah gadis tersebut.
"Terimakasih, apa kau bisa mengantarkan ku ke desa Deu Yu?" gadis itu berharap pada Lian Zheng karena dirinya takut pada sekawanan siluman lainnya, ia pikir jika Lian Zheng ialah seorang kultivator.
Lian Zheng sempat hendak menolak namun kejadian selanjut membuat ia kebingungan.
'Kenapa ia tidak terpengaruh pada aura siluman?'
"Bentar, aku merasakan sesuatu didalam dirinya." Pecahan Jiwa menatap gadis tersebut dengan seksama.
Lian Zheng menunggu jawaban dari Pecahan Jiwa, dirinya hanya heran kenapa gadis tersebut tidak terkena efek aura siluman.
"D-darah kuno! gadis itu mempunyai darah kuno nak! aku sungguh tidak percaya bisa kebetulan seperti ini."
Lian Zheng sedikit menampilkan keterkejutan, membuat gadis didepannya terheran-heran, pemuda itu pun menyadari dan langsung bersikap normal.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan mengantarkanmu."
Gadis tersebut tidak takut sekalipun pada Lian Zheng, karena ia bisa mendeteksi seseorang jika jahat maupun baik, dimata gadis itu melihat Lian Zheng disampingnya pemuda itu terdapat aura putih menandakan orang yang baik, sedangkan jika seseorang itu jahat maka disampingnya terdapat aura hitam.
Sebelumnya saat berumur 9 tahun, gadis tersebut sudah bisa mendeteksi seseorang seperti itu, ia pun masih terheran-heran sampai sekarang ini, namun jika itu kekuatannya maka ia bisa memanfaatkan nya dengan benar.
Lian Zheng terus bertanya-tanya pada gurunya, darah kuno jenis apa yang terkandung pada gadis tersebut, namun Pecahan Jiwa menjawabnya 'sebentar' karena ia hanya bisa mendeteksi dengan lama untuk mengetahui jenis darah kuno itu.
Lian Zheng membawa pedang Kematian untuk tidak ada siluman yang mendekati mereka berdua, dengan itu mereka berjalan dengan lancar tanpa hambatan, saat jalan keluar sudah dekat, mereka berdua melihat desa dari kejauhan.
"Apa itu desa yang kau maksud?"
"Ya, itu desa, tempat tinggalku."
***
Mereka pun sampai di desa Deu Yu, desa yang sederhana dan memiliki penjaga yang lumayan kuat, Lian Zheng mengikuti gadis tersebut sampai akhirnya mereka sampai di depan rumah yang terlihat sangat kumuh, sepanjang jalan mereka ditatap oleh beberapa orang, bahkan beberapa orang menatap gadis tersebut dengan tatapan tajam.
"Siapa pemuda itu, dia terlalu tampan, tidak pantas jika pemuda itu pendamping hidup si sampah itu."
"Aku harus mendapatkan hatinya."
Beberapa orang menceloteh gadis yang bersama Lian Zheng itu, Lian Zheng hanya menggeleng kepala dengan pelan saat mendengar beberapa hinaan ke gadis didepannya itu, Lian Zheng pun di ajak masuk ke rumah tersebut.
Tampak sepertinya rumah ini terawat hanya saja halamannya itu sangat kumuh dan banyak lumpur, Lian Zheng pun duduk saat dirinya diminta untuk menunggu.
Gadis itu kembali dengan teh hangat dan beberapa kue.
"Silahkan..."
Lian Zheng tersenyum dan mengangguk kecil, kemudian ia meminum tehnya dengan sedikit.
"Terimakasih pendekar, maafkan aku hanya bisa membalas dengan sedikit saja."
Lian Zheng menggelengkan kepalanya, lalu berkata, "Tidak masalah, lagian aku juga membantu mu dengan niat yang ikhlas tanpa balasan sekalipun, oh ya nama mu siapa dan juga mana keluarga mu?"
__ADS_1
"Aku Min Yu..." sejenak Min Yu menundukan kepalanya, ia terisak nangis pelan. Lian Zheng pun mengerti jika kehidupan Min Yu ini sepertinya suram.
"Tidak masalah jika tidak mau dilanjutkan, baiklah aku pamit dulu."
"Tunggu, tolong lah ajari aku beberapa jurus."
Lian Zheng menatap kembali Min Yu, rasanya agak berat untuk dirinya mengajarkan seseorang lagi.
"Tolong, aku sudah muak dengan hinaan mereka semua, aku ingin pergi dari sini namun aku tidak bisa melawan."
Lian Zheng menjadi terheran, mengapa memangnya jika Min Yu hendak keluar dari desa ini.
"Bukannya mudah jika kau pergi dari sini?"
"Ya, jika itu dulu namun sekarang sangat sulit..." ucapnya dengan lirih.
"Memangnya kenapa?" tanya Lian Zheng dengan nada penasaran.
"Dulu ayahku ialah kepala desa disini, namun ada beberapa orang yang mengfitnahnya membuat keluarga ku pergi dari sini menyisakan aku."
"Lalu kenapa kau tidak mengikuti Keluarga mu?"
"Saat itu aku sedang mencari beberapa tanaman obat di hutan, namun saat kembali ke desa aku malah dibuang tapi saat itu ada nenek-nenek yang menolongku dan merawatnya di desa ini sampai aku dewasa, saat aku berusia 16 tahun, nenek angkat ku meninggal karena mempunyai penyakit sedangkan aku tidak mempunyai uang untuk membawanya ke alkemis, dia berpesan agar aku hidup bahagia, namun sampai sekarang pun aku tidak pernah bahagia, aku bagaikan seseorang yang terpenjara di desa ini."
Lian Zheng mengerti, ia tau ada apa Min Yu ke hutan siluman tersebut, pasti mereka memanfaatkannya untuk mengambil beberapa permata siluman dari siluman yang sudah tewas.
"Baiklah, aku akan memberikan beberapa jurus, namun jangan balas dendam pada mereka, biarkan mereka begitu, kita akan pergi keluar bersama-sama oke?"
Min Yu hanya mengangguk mengerti, dugaannya tidaklah salah, jika Lian Zheng itu seorang pemuda yang baik hati.
...****************...
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
__ADS_1