Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-125. Lahirnya Elang Emas


__ADS_3

Ras Elang Emas, ras tersebut sudah dipastikan akan menjadi ras Binatang Tuhan yang pertama kali punah, itu bisa dipastikan karena jumlah dari Ras Elang Emas sendiri sangat sedikit dari ras Binatang Tuhan lainnya. Ras Elang Emas memang binatang Tuhan yang lebih lemah dari lainnya, namun siapa sangka Ras Elang Emas ialah binatang Tuhan yang sangat dijaga oleh alam itu sendiri, mereka berbeda dari lainnya.


Sekarang semua Binatang Tuhan mendadak hilang secara misterius tanpa diketahui oleh siapapun, hanya saja pemimpin dari mereka mengalami kepunahan dan hal tersebut sudah diketahui oleh Dewa-Dewi.


***


"Guru apa yang harus ku lakukan?"


"Ambil telur itu sebelum bayi Elang Emas benar-benar menetas, kita tidak tau bayi Elang Emas itu keturunan apa, dan bisa ku pastikan sebentar lagi akan ada peristiwa langit saat telur itu menetas, tugas mu hanyalah membawa telur itu ke arah hutan, pastikan tidak ada yang mengikuti atau melihatnya dan juga pastikan sekitarnya tanah yang luas, karena telur dari semua jenis Binatang Tuhan akan diberkati oleh Tuhan, dan karena itu kita tidak tau apa yang diberkati pada telur ini..."


"Baik guru!"


Lian Zheng segera keluar dari rumahnya, meninggalkan seseorang yang ada dirumahnya tersebut, dengan terbang Lian Zheng bisa sampai ke tujuan dengan cepat, walaupun sudah sampai dihutan Lian Zheng juga harus mencari tanah yang luas sesuai perkataan gurunya itu.


Disisi lain, Junhao dan Min Yu terus berdebat, sebenarnya Junhao sangat enggan berdebat dengan gadis yang ia anggap cerewet ini, hanya saja karena saat melihat Lian Zheng keluar dari rumah ia tau apa yang harus ia kerjakan yaitu menyibukkan Min Yu agar perempuan itu tidak mengikutinya.


"Hey, roh yang menyebalkan apa yang kau lakukan pada Lian Gege tadi-!"


"Aku bilang aku pelayannya!"


Saat hendak melanjutkan percakapan, Min Yu ditutup mulutnya oleh Junhao dengan satu gerakan.


"Kita akan selesaikan urusan ini sampai Tuan menjelaskan sebenarnya! berhenti berdebat atau kututup mulutmu sampai tidak bisa membuka mulut selamanya!"


Min Yu pun terkesiap, lalu menundukkan kepalanya setelah itu Junhao melepaskan mantranya pada Min Yu.


"Baiklah..." Akhirnya Min Yu hanya pasrah dan mengikuti perkataan roh didepannya itu.


Disisi Lian Zheng.

__ADS_1


5 jam telah berlalu namun belum ada tanda-tanda pergerakan kembali, benar kata Le Wu jika ada peretakkan di cangkang telur nya karena Lian Zheng sendiri sudah memeriksanya.


"Guru, apa bayi Elang Emas itu malu-malu keluar atau apa? bagaimana selama ini menetasnya jika begini terus aku akan mati karena kebosanan..."


"Sabarlah..."


Lian Zheng mendengus pelan, kemudian mengedarkan pandangannya ke langit yang cerah itu, ia meliat burung berterbangan di atas langit dengan damainya dan juga ia mendengar alunan sahut dari burung-burung yang mendiami di hutan tersebut, sungguh damai yang ia rasakan sekarang membuat pikirannya sangat jernih, sekilas bebannya pun menghilang.


'Krakk!'


Lian Zheng melotot kemudian menoleh ke telur yang sudah ditempati di batu besar.


"Baru sebentar saja aku merasakan ketenangan..." lagi-lagi pemuda itu mendengus kesal.


Kemudian Lian Zheng memperhatikan gerak-gerik telur tersebut.


Perlahan cangkang telur itu mengelupas mengeluarkan cahaya emas, semakin banyak retakan semakin banyak pula bolongan terhadap telur besar tersebut.


'Taassk'


Cangkang telur besar itu sepenuhnya terbuka, cahaya emas keluar. tiba-tiba langit bergemuruh awan hitam menutupi hutan sepenuhnya, gagak dan elang tiba-tiba keluar dari sarangnya dan terbang keliling tepat di atas telur Elang Emas tersebut.


Langit dipenuhi oleh awan hitam, suara elang dan gagak memenuhi situasi tersebut membuat bulu kuduk berdiri dengan sendirinya.


'Jdeeerr!'


5 Petir turun bersamaan mengelilingi telur Elang Emas tersebut, 5 Petir tersebut tiba-tiba menjadi dinding berukir suatu gambar yang tidak diketahui Lian Zheng, sekarang pemuda itu agak menjauh dari posisi awalnya, ia terus melihat kejadian tersebut.


Bahkan kejadian ini sampai dirasakan ke rumah Lian Zheng. Min Yu, Ji Chen, Junhao dan warga lainnya langsung keluar dari rumah, melihat awan gelap memenuhi hutan.

__ADS_1


Disisi lain, Dinding yang mengeliling telur yang sudah menetas itu tiba-tiba mengeluarkan batu yang sama sehingga menutupi batu Elang Emas tersebut.


'Jdeerr!'


Petir berwarna merah keluar dari awan hitam dan menyambar bayi Elang Emas tersebut.


"Uhh, petir apa itu!" terkejut Lian Zheng.


'Bang!'


Tiba-tiba gelombang energi yang kuat menyisir seluruh hutan, membuat angin berhembus kencang dari sebelumnya, dan tiba-tiba batu yang diberikan Rian Ye keluar dengan sendirinya dari Cincin Samudra Langit milik Lian Zheng dan terbang dengan sendirinya ke arah tempat Elang Emas.


Setelah angin disekitarnya secara perlahan pelan, sayap kecil berwarna emas pun menghancurkan dinding yang mengurungnya dengan mudah, batu yang diberikan Rian Ye sebekumnya mengelupas menjadi permata biru.


Bayi Elang Emas mengepakkan sayapnya dan mengeluarkan jeritan suara yang sangat keras, kemudian ia menundukkan kepalanya, permata biru itu pun menempal pada kepala bayi Elang Emas tersebut.


'Wussshhh'


Tiba wujud dari bayi Elang Emas menlonjak menjadi besar, mungkin sekarang tepat dipanggil menjadi remaja karena ukurannya lebih besar dari sebelumnya, sayapnya pun menjadi lebih lebar dan mengeluarkan aura yang mengesankan dari tubuhnya.


"Wujud ini-!" Lian Zheng dan Pecahan Jiwa sama-sama terkejut.


...****************...


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


Hoouup, maapkan author ini yang tidak menulis kemarin, maaf aja kemaren lagi g mood nulis, Sekali lagi maaf ya!

__ADS_1


__ADS_2