
Tentang berita terjadinya kejadian di hutan itu sudah menyebar luas sampai kekaisaran Tang, Berita tersebut membuat kultivator kebingungan karena tidak pernah binatang Ilahi keluar dari tempatnya dengan sembarangan begitu.
Jika binatang Ilahi keluar seperti itu pasti ada penyebabnya, begitulah pikir orang-orang. para aliran Hitam dan aliran Putih pun tidak berani yang bertindak, Seperti aliran Hitam yang biasanya merampok sekarang mereka berdiam diri terlebih dahulu sama halnya juga dengan aliran putih mereka berdiam diri namun tetap siaga.
***
"Nah ini untuk Ji'er."
"Makasih paman!"
Lian Zheng sudah membakar rusa yang sempat ditangkap tadi, Lian Zheng juga sudah menjelaskan tentang Cincin Samudra Langit.
"Em bau sekali badanmu Ji'er."
Ji Chen yang mendengar itu langsung mengendus badannya seketika ia memperlihatkan barisan gigi yang rapih.
"Yasudah habis Makan Ji'er bersihkan diri sebelum malam tiba!"
"Baik paman..."
Ji Chen pun memakan dengan lahap sehabis itu ia beranjak ke sungai yang biasa ia pakai sehari-hari untuk membersihkan dirinya dan mencuci pakaiannya.
Lian Zheng pun hanya keluar goa tidak mengikuti Ji Chen, Lian Zheng mencoba mengubah energi alam menjadi Qi, Aura kehijauan melayang dan masuk ke tubuh Lian Zheng dengan perlahan.
Namun sedang fokus-fokus nya bermeditasi, Lian Zheng terganggu oleh bumi yang bergetar, Lian Zheng pun membuka matanya seketika ia terpaku dengan pemandangan yang dimana gunung Sampirura meletus mengeluarkan magma dengan jumlah yang cukup banyak.
Lian Zheng pun langsung menyusul Ji Chen yang sedang bermain air.
"Ji'er cepat kesini-!"
Ji Chen langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut, Lalu ia menyadari jika gunung Sampirura sedang bergetar hebat dan ingin meletuskan magmanya.
Namun setelah setengah perjalanan menuju Lian Zheng, Ji Chen terpental menabrak pohon dibelakangnya.
Seekor naga putih keluar dari tanah, Ia mengibaskan ekornya dan mengenai manusia kecil yang sedang lari.
"Ji'er!"
Lian Zheng pun terarah ke seekor naga putih, Tanpa basa-basi Lian Zheng bergerak cepat ke arah Ji Chen terlebih dahulu dan memasang array Formasi untuk melindungi Ji Chen.
"Dasar manusia mengganggu tidur ku saja!"
Lian Zheng pun menoleh kearah naga putih yang besar itu, Ia menatap tajam naga putih tersebut seperti elang yang sedang berburu mangsanya.
"Siapa yang menggangu mu?"
__ADS_1
Naga putih tersebut mendengus kesal, Ia tidak habis pikir dengan manusia yang bertindak sesukanya diwilayahnya.
"Kaulah dan anak itu!"
"Aku tidak mengerti denganmu, Padahal adik ku ini hanya membersihkan diri sebentar, Lalu apa yang membuatmu begini hah?!"
"Dasar manusia rendahan, Memang beginilah sifat manusia sombong dan bertindak sesukanya tanpa izin terlebih dahulu."
"Hei, Aku disini sudah 3 minggu, Kenapa pada saat itu kau tidak menegurku!?"
"Saat itu aku hanya mengabaikannya dan berpikir akan seperti manusia yang lainnya yaitu melanjutkan perjalanan nya, Tapi ternyata kau menetap disini..."
"Lalu?"
"Pergilah! atau aku akan memakai kekerasan!"
"Heh, Dengan tubuh besar seperti itu sudah sombong! dan juga aku tidak akan pergi."
Naga putih langsung mengeluarkan magma dari mulutnya dan menyemburkan ke arah Lian Zheng berdiri, Dengan gesit Lian Zheng menghindar.
"Heh, Lambat-!"
Merasa serangannya sia-sia akhirnya naga putih tersebut mengeluarkan jurus andalannya.
'Wuusshh'
"Eh ada apa ini, Aku dimana?"
Lian Zheng tiba-tiba berpindah ke dimensi yang dimana hanya hitam putih, Ia mencoba mencari jalan keluar namun yang terjadi ialah gerakannya menjadi lambat.
"Hahahaha, Lihatlah kau menjadi lambat, Dengan hukum Gonglu ruang dan waktu kau tidak bisa berkutik lagi manusia!"
Lian Zheng pun langsung berdiam diri, Ia mencoba berbicara pada gurunya namun setelah menanyakan beberapa pertanyaan tapi tidak ada jawaban dari Pecahan Jiwa.
"Haha, Mencoba telepati?" ujar gema Naga Putih.
Lian Zheng tidak ingin putus asa, pemuda itu langsung mengeluarkan teknik Gerakan Kilat, Walaupun gerakannya agak masih lambat namun Lian Zheng tidak mempermasalahkan nya yang terpenting yaitu membunuh Naga Putih terlebih dahulu.
Tapi setelah beberapa serangan mengenai sisik Naga Putih tidak ada tanda-tanda atau luka yang tercetak disana.
"Hahaha, Percuma seratus kali atau seribu kali kau menyerang ku, Aku tidak akan terluka!"
Lian Zheng langsung lemas, Ia sudah menggunakan setengah Qi -nya dan lagi ia mendengar pernyataan dari Naga Putih tersebut membuatnya sedikit putus asa.
Namun ia menjadi teringat satu hal yaitu dengan perkataan Junhao dimana Hukum Gonglu harus dilawan dengan Hukum Gonglu lainnya.
__ADS_1
Lian Zheng pun langsung mengeluarkan Hukum Gonglu Api dan Es, Ia kemudian mengangkat kedua tangannya, Masing-masing ditangannya keluar Api dan Es.
Lalu pemuda itu mencoba menyatukan alhasil menjadi bola Api dan Es yang cukup besar, Sedangkan Naga Putih tersebut wajahnya menjadi jelek, jelas-jelas ia terkejut ada seseorang yang sudah menguasai Hukum Gonglu apa lagi menguasai 2 Hukum Gonglu secara bersamaan hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh leluhur naga atau leluhur Binatang Tuhan lainnya.
'Wuussshh'
'Duaarrr!'
Naga Putih langsung terpental saat bola Api dan Es itu mengenai dirinya, terlihat di badannya ada luka membentuk bulat.
Naga Putih langsung menyembuhkan lukanya tersebut, dengan terbawa emosi ia menciptakan bola hitam dan putih di mulutnya namun saat ingin meluncurkan serangannya seketika ia terpaku dengan pemandangan didepannya.
Ya, Sekarang Lian Zheng mengeluarkan aura Naga Abadi, sebelum itu Lian Zheng berbicara pada Binatang Tuhan dan ia diusulkan dengan Naga Abadi untuk menggunakan auranya, dan benar saja sekarang Naga Putih tersebut berubah menjadi seorang laki-laki sepuh membawa tongkat dan terduduk lemas.
"Yang Mulia Naga Abadi." gumamnya.
"Maafkan rendahan ini yang tidak mengenali Yang Mulia!" ujarnya.
"Bangunlah, Siapa namamu!"
"Wai Fu..."
"Baiklah Wai Fu keluarkan aku dari ruang dimensi ini-!"
Wai Fu pun segera mengeluarkan Lian Zheng dan dirinya dari ruang dimensi itu.
"Maafkan rendahan ini Yang Mulia."
"Diamlah!, Aku ingin berdiam disini dan juga jangan ganggu aku dan adik ku!"
"Baik Yang Mulia, Apa hamba boleh mengikuti yang mulia?"
"Tidak kau disini saja!"
"Baik Yang Mulia."
Dengan berlutut Wai Fu berbicara dengan Lian Zheng, Ia benar-benar mengutuk dirinya karena berhadapan dengan raja para Naga.
Lian Zheng menggendong Ji Chen yang sedari tadi pingsan karena terbentur dengan pohon dengan langkah yang buru-buru ke Goa.
Sesampainya ia mengalirkan Qi yang cukup, Jika berlebihan maka akan berdampak lebih buruk dari sebelumnya karena Qi Lian Zheng sudah tercampur oleh Surya Biru.
Dan juga gunung Sampirura sudah berhenti bergetar dan mengeluarkan magmanya.
...****************...
__ADS_1
See you in the next chapter................