
Setelah pagi hari datang Lian Zheng bangun dan membersihkan dirinya dengan air hangat mengingat dirinya saat dalam perjalanan ke Sekte Gunung Petir hanya membasuh wajah saja.
Sehabis itu Lian Zheng teringat ketika Chao Guo mengatakan jika ingin latihan ketangkasan akhirnya Lian Zheng pun menurutinya dan menunggu dihalaman belakang seperti biasanya.
"Saudara Cen... " Panggil Chao Guo dari kejauhan.
"Maaf membuat saudara Cen menunggu... " Sambung Chao Guo.
"Ah, Tidak apa-apa, Barusan saja aku baru datang." Jawab Lian Zheng.
"Baiklah kalau begitu, Apa kamu siap?" Ucap Chao Guo sambil melemparkan pedang kayunya kepada Lian Zheng.
Lian Zheng pun menerima lalu memasang kuda-kuda dan berkata, "Siap!"
Chao Guo pun maju dengan lincah dan cepat namun Dimata Lian Zheng Chao Guo terlalu lambat baginya.
Saat jarak mendekat Chao Guo mengambil celah dan menyerah celah tersebut namun ternyata Lian Zheng hanya menipu Chao Guo dengan celah tersebut.
Chao Guo yang tertipu ia langsung menarik badannya ke belakang saat melihat Lian Zheng menyerangnya dari arah samping.
"Boleh juga... " Ucap seseorang dari kejauhan yang melihat Lian Zheng dan Chao Guo latihan ketangkasan.
Balik pada sisi Lian Zheng, Chao Guo terus mencari celah dengan hati-hati karena jika ia tidak berhati-hati maka ia akan terkena imbasnya, Sebenarnya ia tau betul jika Lian Zheng bisa mengalahkan dengan mudah namun Chao Guo tidak menyerah dan menyerang terus Lian Zheng.
Saat Lian Zheng tidak fokus pada Chao Guo tiba-tiba Chao Guo langsung menyerang celah dan melesat maju, Lian Zheng yang menyadari tersebut seketika menahan pedang kayu Chao Guo dengan tangannya.
"Hei, Kan sudah kita bilang jangan menahan dengan tangan." Tidak terima Chao Guo.
Lian Zheng yang lupa dengan hal itu dengan itu ia maaf dan mengatakan jika ia lupa dengan perjanjian tersebut.
"Baiklah, Kamu boleh menyerang ku dengan 1 serangan saja, jika aku bisa menahannya maka kamu kalah dan jika aku kalah kamu menang bagaimana?" Tawar Lian Zheng.
Sesaat mendengar ide dari Lian Zheng Chao Guo pun menyetujuinya, Chao Guo dengan segera menggunakan aura pedangnya, Seketika pedang kayu yang di genggam Chao Guo berwarna ke biruan.
Lian Zheng yang melihat aura pedang tersebut seketika tersenyum kecil.
Chao Guo pun mengayunkan pedang tersebut terlihat seperti menari saat Aura Pedang Biru semakin gelap dengan cepat Chao Guo melesatkan serangannya tersebut ke arah Lian Zheng.
Terlihat gari biru melesat maju dengan cepat ke arah Lian Zheng, Lain Zheng pun diam saja tanpa menahan namun terlihat pedang kayu di genggamannya di selimuti oleh Aura berwarna merah.
__ADS_1
"Aura Pedang Merah... " gumam Chao Guo yang melihat Aura merah di pedang kayu milik Lian Zheng.
Lian Zheng pun menebas pedang kayu nya menuju Aura Pedang Biru milik Chao Guo.
'Bummm!'
Saat kedua Aura Pedang tersebut bertabrakan hal terjadi ialah ledakan kecil, Namun saat asap menghilang terlihat Aura Pedang Merah milik Lian Zheng terus melayang dan melesat ke arah Chao Guo.
Chao Guo pun melihat hal itu seketika ia mengeluarkan Aura Pedang yang sebenarnya ia miliki untuk menahan Aura Pedang Merah milik Lia. Zheng.
Terlihat dari pedang kayu milik Chao Guo yang tadinya mengeluarkan aura biru seketika berubah menjadi hitam.
Chao Guo pun mengayunkan pedangnya seketika Aura Pedang Hitam melesat dan bertabrakan dengan Aura Pedang Merah milik Lian Zheng.
'Bummm!'
Aura Pedang Hitam milik Chao Guo terus melesat maju mengarah tempat Lian Zheng berdiri, Lian Zheng pun diam lalu mengeluarkan Aura Pedang Ungu dan tidak mengayunkan melainkan hanya menerima dan menahan serangan tersebut.
Saat bertabrakan ledakan pun terjadi Lian Zheng hanya terdorong beberapa jengkal saja, Lalu ia berdiri tegak lagi.
Saat asap mengepul, Chao Guo seketika lemas melihat Lian Zheng sudah punya Aura Pedang Ungu, Sebenarnya Lian Zheng sudah mencapai Aura Pedang Perak namun dirinya tidak mengeluarkan nya, Ia berpikir jika mengeluarkan Aura Pedang yang sebenarnya akan mematahkan semangat bertarung Chao Guo.
"Kesempatan habis... " Ucap Lian Zheng.
"Ternyata kamu memilik Aura Pedang Ungu saudara Cen."
Lian Zheng pun tersenyum canggung mendengar itu.
"Tapi itu tidak mematahkan semangatku!" Chao Guo pun berdiri lalu menatap langit.
Lian Zheng pun tersenyum, Ia tidak habis pikir jika Chao Guo semangat dalam semua hal dan tidak akan bosan.
Chao Guo pun duduk kembali lalu menatap Lian Zheng dan berkata, "Saudara Cen, Apa kamu tau hukum Gonglu?"
Lian Zheng yang sedari diam sambil menatap langit seketika ia menatap Chao Guo saat mengatakan hal yang tidak ia ketahui, Lian Zheng pun mengangkat bahu nya jika ia tidak mengetahui nya.
"Apa aku mau jelaskan?"
"Baiklah... "
__ADS_1
"Hukum Gonglu itu... "
Chao Guo menjelaskan jika Hukum Gonglu ialah kekuatan tertentu yang dimiliki seseorang yang sudah mencapai tingkat tertentu, Dan Hukum Gonglu itu hanya dimiliki seseorang hanya 1 saja dikarenakan setiap pendekar mempunyai 1 akar roh saja di dalam dirinya.
Lian Zheng pun mengangguk mengerti lalu ia menanyakan apa saja macam Hukum Gonglu.
"Hukum Gonglu mempunyai ribuan macam dan yang terkuat hanya 13 macam Hukum Gonglu yaitu, Hukum Kegelapan, Hukum Cahaya, Hukum Besi, Hukum Bumi, Hukum Angin, Hukum Air, Hukum Api, Hukum Es, Hukum Ruang Waktu, Hukum Hilang, Hukum Ilusi, Hukum Bangkit, Hukum kematian."
Bertepatan dengan hal itu Junhao keluar dari tubuh Lian Zheng lalu berkata, "Tuan bisa memiliki 7 Hukum Gonglu, Karena dari semua Binatang Tuhan mempunyai akar roh masing-masing dan itu sudah bergabung dengan tuan bertambah lagi dengan akar roh tuan maka tuan bisa menggunakan Hukum Gonglu 7 sekaligus."
Lian Zheng pun terbelalak seketika, Ia tidak percaya jika bisa menggunakan hukum Gonglu 7 sekaligus dalam dirinya, Chao Guo yang melihat wajah Lian Zheng terkejut dan menatap ke arah lain seketika ia kebingungan.
"Saudara Cen mengapa kamu begitu?"
Lian Zheng pun tersadar dan menjawab, "Ah aku hanya terkejut dengan penjelasan dari saudara Chao."
Chao Guo pun mengangguk, Setelah itu mereka berdua kembali ke tempat istirahat masing-masing melihat langit yang sudah mulai gelap.
...****************...
Okeh Bye-bye 👋.
Jangan Lupa Vote, Like, dan rating bintang 5 nya ⭐⭐⭐⭐⭐.
Tingkat Aura pedang antara lain ;
Aura Kuning (Tingkat keberhasilan 10%)
Aura Hijau (Tingkat keberhasilan 25%)
Aura Biru (Tingkat keberhasilan 35%)
Aura Merah (Tingkat keberhasilan 45%)
Aura Hitam (Tingkat keberhasilan 55%)
Aura Ungu (Tingkat keberhasilan 75%)
Aura Perak (Tingkat keberhasilan 90%)
__ADS_1
Aura Emas (Tingkat keberhasilan 99%)
Jangan heran ya jika ada kesamaan dengan novel pendekar lainnya, Karena author ini hanya terinsipirasi saja 😁.