Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-118. Serangan Dua Kelompok ( 1 )


__ADS_3

"Bagaimana ini ketua, apa orang itu bisa dipercaya?"


"Percayalah, setiap detik aku bisa mengawasi Permaisuri..." balas Gun Bai.


"Baik Ketua..."


Ke 15 siluet merah itu terbang dengan cepat, mereka emnuju ke tempat asal, namun begitu Gun Bai tetap menaruh pertanyaan karena dirinya merasakan aura monster di dalam tubuh Lian Zheng.


***


"Apa yang mereka katakan? Permaisuri?" gumam Min Yu.


Saat itu Min Yu pura-pura masih tidak sadarkan diri, ia mendengarkan percakapan antara Lian Zheng dan Gun Bai, dirinya tidak tau apa yang mereka bicarakan namun ia bisa menyimpulkan jika percakapan yang tadi ada kaitan dengannya.


Tiba-tiba saja pintu rumah luar diketuk dengan kencang, terdengar banyak orang yang sedang berbicara didepan rumah Lian Zheng.


Lian Zheng pun tidak tau apa yang terjadi didepan rumahnya, lalu pemuda itu keluar dari rumah, pemuda itu disambut dengan ribuan prajurit memakai armor lengkap berwarna merah dan perak, tidak sampai disana terdapat 100 orang yang berkekuatan tinggi memakai pakaian hitam gelap dan menutupi wajahnya.


Pasukan yang memakai armor merah dan perak ternyata ialah pasukan tuan muda Long, tuan muda Long sendiri berdiri cukup jauh di iringi dengan 5 orang, Lian Zheng dapat menyimpulkan jika yang menemani tuan muda Long ialah orang yang terkuat di tempatnya itu dikarenakan kekuatan mereka sangat kuat diantara pasukannya.

__ADS_1


Sedangkan 100 orang yang memakai baju hitam itu ia tidak tau namun Lian Zheng bisa merasakan aura pembunuh yang menjalar keluar dari tubuh mereka masing-masing, tuan muda Long pun terkejut dengan hal itu ia tidak tau 100 orang itu ada urusan apa dengan Lian Zheng.


Namun ketika aura pembunuh yang pekat menjalar ke arah Lian Zheng, tuan muda Long pun mengerti tujuan mereka yaitu membunuh Lian Zheng.


Tuan muda Long pun maju ke arah 100 berpakaian hitam tersebut, lalu berkata, "Kau kesini ada urusan apa?" tuan muda Long memastikan lagi terlebih dahulu tujuan mereka.


"Aku kesini untuk membunuh nya, memangnya ada apa?" salah satu orang berpakaian hitam itu menjawabnya dengan tatapan yang dingin membuat tuan muda Long menelan ludahnya sendiri dengan kasar.


"A-aku ingin membunuhnya juga, tujuan kita sama kalau begitu bekerjasama lah melawan pemuda itu sangat sulit..."


"Tujuan kita memang sama, namun setelahnya tujuan kita berbeda."


Tuan muda Long hanya mengangguk kemudian ia dengan cepat kembali ke tempatnya. sedangkan Lian Zheng, pemuda itu mengikuti gerak-gerik dari tuan muda Long ke arah 100 orang berpakaian hitam itu sampai ia mendengar dengan jelas percakapan mereka.


Tuan muda Long pun langsung memberi aba-aba menyerang, dengan segera pasukannya menyerang Lian Zheng secara bersamaan, Lian Zheng pun memberikan gelombang angin membuat mereka terhempas, Lian Zheng membawa mereka ke tengah-tengah agar tidak mengenai rumah-rumah warga disekitarnya, sedangkan 100 orang berpakaian hitam itu tidak menyerang Lian Zheng melainkan mereka menuju rumah Lian Zheng.


Lian Zheng pun menyadari tujuan mereka.


"Dasar kedua-Seribu Bayangan Raja Langit!"

__ADS_1


Lian Zheng sengaja tidak mengeluarkan seribu bayangannya melainkan hanya seratus, ia dengan cepat menerobos seraya menebas kepala musuh dengan pedang Kematian, pemuda itu menyusul 100 orang berpakaian hitam tersebut.


Saat sampai di depan rumah Lian Zheng tidak melihat 100 orang tadi, ia kemudian memasuki rumahnya terdengar samar-samar suara di halaman belakang dengan segera pemuda itu berlari dengan cepat ke halaman belakang.


Lian Zheng melihat Ji Chen yang sudah tidak sadarkan diri sedangkan Min Yu memberontak saat dibawa ke kurungan besi, 100 orang itu pun menoleh ke arah Lian Zheng, salah satu mereka mengangguk kepalanya dengan itu 50 orang ke arah Lian Zheng.


Lian Zheng mengeluarkan bayangannya dengan jumlah 30 saja, kemudian Lian Zheng bergerak cepat ke arah Min Yu, ia sudah diliputi amarah saat melihat Ji Chen yang tak sadarkan diri ditambah lagi Min Yu yang dipaksa ke kurungan besi.


Dengan gerakan yang sangat gesit Lian Zheng menerobos melewati 50 orang yang maju kearahnya, kemudian ia menyerang yang sedang memaksa Min Yu, tebasan yang cepat dan lihai membuat Lian Zheng tidak terlihat hanya saja yang terlihat ialah gelombang energi yang dihasilkan oleh pedang Kematian.


***


"Permaisuri sedang dalam bahaya, aku bisa merasakan ada banyak orang yang menyakitinya, sepertinya ada hal yang tidak beres..."


Gun Bai keluar dari kediamannya, ia kemudian memanggil pasukannya.


"Bergerak cepat, Permaisuri sedang dalam bahaya, tidak ada waktu, Cepat!" Gun Bai meneriaki pasukannya, dengan itu pasukannya yang tadi sedang bersiap dengan lambat mereka pun langsung dengan cepat menyelesaikannya.


Mereka pun terbang ke rumah Lian Zheng, kecepatan yang sangat tinggi, bahkan Gun Bai meninggalkan pasukannya karena kecepatannya sudah melewati hembusan angin.

__ADS_1


...****************...


Dukung selalu author ya, gratis kok cuma Like, Share dan juga rating, tapi kalau para readers Vote karya ini saya mengucapkan terimakasih, Peace 😉✌️


__ADS_2