
Setelah itu Dewa Laut Mendampingi Koji Cen mengelilingi Alam Dewa.
Koji Cen sangat takjub dengan istana di Alam Dewa, Istana di Alam Dewa sendiri berbeda dari istana yang ada di tanah kelahiran Koji Cen.
Seluruh bangunan di istana Alam Dewa dibangun memakai batu roh tingkat tinggi, dengan berwarna emas istana tersebut menjadi megah dan mewah.
Semua pasang mata tertuju Koji Cen, Koji Cen pun terganggu dengan tatapan para penghuni di alam dewa, Seakan mengerti yang dialami Koji Cen, Dewa Laut pun memanggil peliharaannya yaitu Singa Elang Abadi , dengan ukuran yang besar Singa Elang Abadi tersebut bisa membawa 5 orang sekaligus.
Seperti Ini,
Koji Cen pun menaiki Singa elang tersebut dan terbang ke suatu tempat yang dimana tempat tersebut tidak ada penghuni dan jauh dari pemukiman warga.
"Kita mau kemana Dewa Laut?" Tanya Koji Cen.
"Ketempat mu, Kaisar Langit."
Memang Dewa Langit banyak sekali julukan seperti Kaisar Langit, Dewa Perang dan lain-lain, Namun Dewa Laut sahabat Dewa Langit sejak dulu makanya Dewa Laut memanggil Koji Cen dengan sebutan 'Kaisar Langit'.
Setelah 10 Menit Akhirnya mereka sampai dimana terdapat bangunan menjulang tinggi seperti bukit, di atas bangunan tersebut terdapat rumah bermodel cina kuno.
"Tempat apa ini?" Gumam Koji Cen.
Dewa Laut pun naik ke atas bangunan untuk menuju rumah cina kuno yang ada di atas bangunan tersebut dan di ikuti oleh Koji Cen dari belakang, di depan rumah kuno tersebut terdapat tanah luas dengan bunga-bunga yang indah.
"Aku tidak bisa masuk kedalam Kaisar, hanya kaisar yang bisa membuka pintu rumah ini."
Koji Cen pun maju menuju pintu dari rumah kuno tersebut, Terlintas ingatan-ingatan seperti formasi segel, Koji Cen sendiri tidak mengerti mengapa ia bisa di aliri ingatan seperti masa lalunya, Seperti ada dalangnya dari yang dialaminya tersebut.
Koji Cen pun melakukan seperti formasi segel dan seketika di pintu tersebut mengeluarkan suatu benda seperti kunci.
"Apa ini kuncinya?" Tanya Koji Cen.
__ADS_1
"Mungkin." Jawab Dewa Laut.
Koji Cen pun mengambil kunci yang melayang tersebut dan mencoba untuk membuka pintu dengan kunci tersebut.
Saat pintu terbuka, Tidak disangka dari rumah tersebut mengeluarkan aura yang sangat menekan sampai-sampai dewa laut terpental jauh namun tidak seperti Koji Cen, Pemuda tersebut merasakan aura yang sangat hangat dan nyaman.
"Ayo kita masuk Dewa La... Eh kemana?"
"Aku disini." Ucap Dewa Laut.
"Kamu kenapa?"
"Aku tidak bisa masuk Kaisar, Sepertinya hanya dirimu saja." Ucap Dewa Laut.
"Aih?" Ucap Koji Cen sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Nah ini pegang, Jika ada perlu tinggal pencet saja permatanya." Ucap Dewa Laut sambil menyodorkan batu yang ditengah-tengah nya ada permata biru.
Didalam rumah tersebut terdapat berbagai ruangan.
"Hormat pada Kaisar Langit." Ucap suara misterius.
"Siapa kamu?!" Ucap Koji Cen langsung memasang sikap waspada.
"Hamba Junhao roh dari rumah Kaisar Langit." Jawab Junhao.
"Roh?"
"Ya, Hamba roh sekaligus penjaga dari rumah Kaisar Langit."
"Boleh tunjukan dirimu?"
Setelah mengatakan itu, Koji Cen dikejutkan oleh pemuda yang tampan namun pemuda tersebut menangis terus menerus.
__ADS_1
"Kenapa kamu menangis?" Tanya Koji Cen.
"Hamba sangat lega jika kaisar kembali lagi." Ucap Junhao sambil menangis haru.
Koji Cen pun mendekati roh tersebut dan berkata, "Mungkin aku belum sepenuhnya bereinkarnasi, namun..."
"Namun apa yang mulia?"
"Namun aku lelah, Aku butuh istirahat Junhao." Ucap Koji Cen sambil memasang ekspresi konyol.
Junhao pun ingin tertawa namun dirinya menahan dan menunjukan ruang istirahat untuk Koji Cen.
"Aku merasakan rasa hangat dan nyaman, Apa sebernarnya itu?" Tanya Koji Cen sambil mengikuti Junhao yang sedang menuju ruang istirahat.
Sesampainya diruang istirahat, Junhao mempersilahkan Koji Cen untuk masuk.
"Eh.. Kamu belum menjelaskan!" Teriak Koji Cen.
"Beristirahat lah yang mulia, Aku akan menjelaskan semuanya esok hari." Jawab Junhao
Koji Cen pun menghela nafas dan membaringkan tubuhnya di keranjang bermodel kuno.
"Apa ini sangat nyaman sekali, Mungkin ranjang ini lebih nyaman dari ranjang bangsawan." Ucap kagum Koji Cen dan akhirnya pemuda itu terlelap tidur karena dirinya sangat lelah sudah seharian ia mengelilingi Alam Dewa.
...****************...
Jangan Lupa
Vote
Like
Rate bintang 5 nya😉👍
__ADS_1