
Seketika suasana stadiun menjadi hening, semua orang diam dengan pikiran yang kosong setelah Lian Zheng mengalahkan Hongli Jun hanya sekali tinjuan saja.
"D-dia menang!" seorang pemuda berteriak membuat penonton lainnya tersadar dari lamunannya.
Sorak dan tepuk tangan terdengar sangat meriah, siulan dari beberapa penonton pun ikut terdengar mereka sangat meriahkan pemenangnya, sedangkan para panitia mereka masih melamun sedang memikirkan cahaya apa yang dihasilkan dari tinjuan Lian Zheng sampai akhirnya pengawas turnamen Surgawi menyadarkan mereka semua bahwa turnamen Surgawi ini telah mendapatkan juaranya.
Sedangkan disisi Lian Zheng pemuda itu berdiri dengan tenang dan berwajah dingin, seolah ia sedang menikmati suara yang gaduh seisi stadiun itu.
Num Dong segera mengangkat tangan Lian Zheng dan berteriak, "Sang pemenang!"
"Lian Zheng sang pemenang!"
"Lian Zheng sang pemenang!"
"Lian Zheng sang pemenang!"
Kalimat tersebut berulang-ulang kembali dari mulut para penonton, sampai akhirnya ada yang berteriak,
"Lian Zheng pendekar ketenangan!"
"En!" terkejut Lian Zheng.
__ADS_1
Lian Zheng sedikit bersifat konyol namun dengan segera ia mengubah wajahnya menjadi tenang, setelah sambutan yang sangat meriah untuk pemenang kini tahap penyerahan hadiah nya dan juga keputusan juri untuk menjadi peserta terbaik.
Lian Zheng telah duduk di bangku peserta sedangkan peserta yang sebelumnya masuk 5 besar dan cidera hanya mendengarkan dari ruang pengobatan, dan juga para peserta yang lainnya mereka yang tidak mendapatkan hadiah apapun hanya dapat mengandalkan keputusan sang panitia yang menentukan peserta yang terbaik, walaupun mereka sedikit putus asa saat mengingat Lian Zheng.
"Baiklah sesuai yang kita janjikan sebelumnya jika juara 1 sampai ketiga akan mendapatkan hadiah masing-masing dari turnamen Surgawi ini, dan hadiah itu bisa di ambil di halaman belakang yang kami sudah siapkan, dan untuk peserta terbaiknya..." ujar Num Dong memberi jeda.
"Peserta terbaiknya jatuh kepada... Lian Zheng sang pemenang!"
Semua peserta nampak lesu, beberapa ada yang juga marah karena mereka sudah bekerja keras namun hasilnya hanya mendapatkan kekalahan saja dan harus menerimanya secara berat hati.
Lian Zheng yang melihat itu hanya menggeleng pelan, ia sebenarnya ingin memberikan kepada peserta yang lainnya hadiah kecil agar mereka tidak kecil hati namun nampaknya sangat banyak jika ia mengeluarkan untuk mereka semua mungkin uang Lian Zheng akan cepat terkuras dan tidak memiliki persediaan karena nantinya juga Lian Zheng akan membeli bahan untuk melatih kualitas tulang Min Yu agar nantinya Min Yu tidak keberatan pada kekuatannya sendiri.
Setelah itu satu persatu dari penonton dan peserta mulai pulang pada kampung halamannya dan juga sektenya, mereka dari sekte aliran putih, netral sampai hitam hanya menerima kenyataannya karena juga percuma jika mereka hendak mencuri apa yang telah didapatkan Lian Zheng karena nantinya siapa saja yang menang dalam turnamen tersebut maka akan dilindungi dalam kurun waktu 1 tahun.
"Selamat tuan!" ucap seorang pria perawakan umur 40 tahunan.
Pria itu menjabat tangan Lian Zheng dan Lian Zheng pun menyambutnya dengan ramah, ia tahu jika didepannya ini kah seorang manager yang bertugas untuk membagikan hadiah para pemenang.
"Terimakasih..." ujar Lian Zheng.
"Kau memang pria sempurna, berwajah tampan dan memiliki kekuatan yang sangat kuat pasti istrimu sangat beruntung memiliki tuan..."
__ADS_1
Pria itu sedikit menoleh ke arah Min Yu yang ada dibelakang Lian Zheng, seolah tahu apa yang dipikirkan oleh pria tersebut Lian Zheng menjawab.
"Dia hanyalah kekasihku, aku masih perjaka dan yang digendongnya ialah adik ku, lalu juga mungkin hari ini ialah hari keberuntungan ku karena menang dalam turnamen ini..." ujar Lian Zheng seraya tersenyum ramah.
Min Yu yang mendengar perkataan Lian Zheng hanya tertunduk malu dan wajahnya seketika menjadi merah.
Pria itu hanya menggeleng kan kepalanya sebagai seorang kultivator sekaligus melihat pertarungan Lian Zheng jelas ia tahu betul jika kekuatan pemuda didepannya ini sangatlah kuat, namun ia tidak bisa saja mengukur kekuatan Lian Zheng yang sebenarnya.
"Baiklah tuan, tunggulah disini aku akan memberikan hadiah sesuai yang dijanjikan." ujar Manajer tersebut.
Dengan cepat manager itu mengambil beberapa barang, sumber daya, senjata sampai inti elemen legenda dan memasukannya kedalam cincin penyimpanan.
"Baiklah tuan semua sudah ada di cincin itu, jika tuan ingin memeriksa silahkan jika ada yang kurang sedikitpun beritahu kami, dan juga kami beritahu jika tuan akan selalu kami lindungi dalam waktu 1 tahun karena juga itu untuk membuat tuan merasa aman tanpa ada penyerangan terhadap tuan, kami juga tidak menyediakan kultivator yang abal-abal namun kami menyediakan kultivator menjadi penjaga tuan yang memiliki kekuatan yang kuat jadi tuan tenang saja terhadap ancaman sekalipun..." ujar manajer tersebut dengan panjang lebar.
Lian Zheng hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berkata, "Sejujurnya aku tidak membutuhkan pengawalan karena juga sebelumnya sangat banyak yang menyerang kami karena masalah tertentu, jadi kami menolaknya..."
Manager tersebut hanya tersenyum masam dan menjawab, "Baiklah sesuai keinginan tuan."
Namun manager tersebut harus menjalankan tugasnya jadi walaupun Lian Zheng menolak ia akan memerintahkan kultivator untuk melindunginya secara diam-diam.
...****************...
__ADS_1
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.