Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-114. Membeli Rumah


__ADS_3

"Paman siapa orang tadi?" Ji Chen yang sedari tadi penasaran akhirnya menanyakannya.


"Itu teman Paman, sekarang Ji'er fokus latihan, oke?"


Ji Chen mengangguk kemudian Lian Zheng beralih pada Min Yu, dari raut wajahnya Min Yu sangat ketakutan, sepertinya ia tau jika ia tidak keluar dari kamarnya maka Lian Zheng melawan semua orang tadi.


"Min Yu biasakan dirimu dengan pertarungan, sungguh dunia ini tidak lepas dari pertempuran dan darah..." ujar Lian Zheng.


"Tapi..."


"Kau akan terbiasa nanti, bagaimana jika kau ini takut darah dan pertempuran jika ingin belajar jurus, jurus itu digunakan untuk melindungi diri dan orang lain, jika kau takut sudahlah, jangan belajar jurus." ujar Lian Zheng dengan nada serius.


"Baiklah aku akan membiasakannya."


Memang cara Lian Zheng membujuk Min Yu agak kejam namun begitulah seharusnya, karena jika di lemah lembut kan maka orang itu semakin melunak, memang Lian Zheng tidak selalu berbuat baik namun hati tetap akan bersih dari kejahatan, maka dari itu ia masih memikirkan orang disekitarnya.


"Baiklah, kita akan membeli saja rumah, untuk tidak perlu berpindah-pindah, namun saat ujian kita akan ke hutan mencari pengalaman bertarung..."


Ji Chen dan Min Yu hanya mengangguk setuju, mereka berdua hanya mengikuti langkah dan ide dari Lian Zheng.


'Walau aku akan disibukan dengan menggurui mereka namun aku harus melatih lagi jurusku untuk menyelesaikan masalahku dengan mudah.' Sebenarnya Lian Zheng kurang yakin nantinya jika ia melawan Dewa Iblis akan cepat atau tidak, karena ia tidak tau kekuatan lawannya nanti.


Akhirnya mereka memutuskan untuk bertanya dimana lapak jual rumah pada pedagang.


"Maaf nyona, dimana lapak jual rumah ya?" tanya Lian Zheng.

__ADS_1


Pedagang itu pun tersadar dari lamunannya setelah melihat wajah Lian Zheng yang sangat tampan, lalu berkata, "Kau tinggal saja dari sini ke kanan habis itu kau lihat bagian kanan nah disana ada tempat jual/beli rumah."


"Terimakasih..." Lian Zheng menyerahkan kantung kecil.


"Tuan, ini sangat banyak ambil lah balik, saya hanya memberi informasi umum saja." pedagang itu terkejut dengan isinya, dimana puluhan koin emas didalam kantung tersebut.


"Ambil saja, aku ikhlas." habis itu Lian Zheng dan kedua orangnya berjalan mengikuti arahan dari pedagang tadi.


Benar saja Lian Zheng melihat 1 rumah yang sedang banyak orang disana, sepertinya itu ialah tempat lapak jual/beli rumah.


Mereka bertiga pun masuk, Lian Zheng melihat rangkaian kayu berbentuk rumah tertata rapih di meja pajangan.


Pelayan laki-laki pun berjalan menuju Lian Zheng dan lainnya berdiri.


"Ya,ya aku ingin membeli rumah yang terdapat halaman belakang yang luas."


"Mari ikuti saya tuan." pelayan itu dengan segera menuntun Lian Zheng dan lainnya, karena rumah yang disebutkan Lian Zheng terbilang cukup mahal.


Lian Zheng dan lainnya berhenti di sebuah ruangan, disana terdapat beberapa ruangan yang sama sepertinya semua ruangan tersebut ialah ruangan administrasi.


Lian Zheng segera masuk sedangkan Min Yu dan Ji Chen menunggu diluar, pemuda itu langsung menjelaskan ciri-ciri rumah yang hendak ia beli, dengan segera pelayan yang melayani Lian Zheng merekomendasikan belasan rumah di dalam kertas besar.


Didalam kertas besar tersebut terdapat gambar rumah yang sangat besar namun yang menarik Lian Zheng ialah rumah yang bernomor 4, karena semua yang ia inginkan ada di rumah nomor 4 tersebut, Lian Zheng pun segera menunjuk rumah nomor 4.


Sesuai harga, Lian Zheng membayarnya, sebenarnya Lian Zheng agak terkejut dengan harga rumah tersebut namun karena ia butuh pemuda itu pun membelinya.

__ADS_1


Lian Zheng, Ji Chen, Min Yu dan pelayan yang tadi mereka semua ke rumah Lian Zheng beli, setelah sampai Lian Zheng diberikan kunci rumah, pelayan itupun pamit undur diri setelah tugasnya selesai.


Sepanjang jalan dari penginapan Rui sebenarnya Lian Zheng banyak ditatap oleh orang, mungkin wajahnya sangat tampan atau bagaimana namun Lian Zheng bersikap seolah biasa saja.


Mereka pun masuk kerumah tersebut, mereka disambut dengan design yang terbilang cukup mewah dan indah enak untuk dipandang, karena hari sudah menunjukan malam mereka pun masuk ke kamar masing-masing.


***


"Ketua aku sudah mendapatkan lokasi Permaisuri berada."


"Dimana itu?"


"Nirwana Agung..."


"Siapkan 10 orang terkuat, kamu dan dia lainnya ikut aku, kita menjemput Permaisuri."


"Baik Ketua!"


Seorang sesepuh laki-laki itu berwajah bahagia, karena ia sudah menemukan pemimpinnya yang ia tunggu sekian lamanya, walaupun ia tau nanti jika Permaisurinya itu pasti belum sepenuhnya pulih ingatan, pria sepuh itu langsung segera beranjak ke istana nan mewah dan megah.


...****************...


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya. Terimakasih~

__ADS_1


__ADS_2