Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-104. Perjanjian Roh Alam


__ADS_3

"Pertama, kau harus tenang kan pikiran mu, tutup matamu dan benarkan posisi duduk, kedua hirup udara alam selama mungkin, sehabis itu keluarkan dengan perlahan, ketiga, alirkan Qi secara perlahan ke otak mu untuk membuka portal pikiran."


Lian Zheng mengikuti semua arahan dari Pecahan Jiwa, setelah itu ia mengalirkan Qi secara perlahan ke otaknya, dan akhirnya terlihat portal di alam fikiran, Lian Zheng pun memasukinya.


Lian Zheng dibawa ke ketempat yang sangat gelap gulita, tanpa adanya pencerahan sedikitpun, Lian Zheng mencoba membuat api ditangannya namun hasilnya nihil karena ia tidak bisa menggunakan kekuatan sedikitpun.


Qi pun ia tidak merasakannya, ia seperti manusia normal yang sedang kebingungan, sampai akhirnya gelak ketawa menyadarkannya.


"Hahaha, ternyata masih ada manusia yang ingat dengan cara seperti ini..."


Lian Zheng berdiri, ia melihat sekelilingnya, namun ia tidak menemukan apapun, yang ada hanya gelap gulita saja.


"Hahaha, ternyata kau membawa iblis kesini, tidak lebih tepatnya bayi iblis, jika kau ingin melakukan Perjanjian Roh Alam kau tidak akan bisa sebelum iblis ditubuhmu itu menghilang."


Lian Zheng kebingungan, iblis? perasaan dirinya bukanlah seorang iblis, mana mungkin Pecahan Jiwa sedangkan ia seorang dewa, pemuda pun itu ingat jika ia mempunyai iblis hati, karena ia melakukan jurus terlarang.


"Siapa kau?!" Lian Zheng mencoba untuk memancing seseorang yang mempunyai suara tersebut.


"Aku? apa kau lupa kau sedang apa, tentu saja aku adalah Roh Alam."


"Jika itu benar tunjukanlah wujudmu!"


Bertepatan dengan berhentinya ucapan Lian Zheng, tiba-tiba angin yang tidak tau dari mana asalnya bertiup kencang, dan pada akhirnya tempat yang Lian Zheng pijaki bergetar, pemuda itu melihat perubahan, dimana yang tadinya gelap gulita sekarang menjadi alam yang indah.


"Aku disini."

__ADS_1


Lian Zheng menoleh ke arah sumber tersebut, bentuk dari Roh Alam tidak berwujud manusia, ia seperti aura putih yang melayang dengan dikelilingi oleh tiga bola berwarna hijau, biru, dan coklat.


"Kau?"


Lian Zheng terkejut dengan bentuk Roh Alam, ternyata Roh Alam bisa berubah wujud apapun, sekarang Roh Alam sedang meniru wujud rupawan dari Lian Zheng.


"Kenapa? kau juga nantinya akan berhadapan dengan dirimu sendiri, ini anggap saja seperti bercermin, baiklah, sekarang apa yang kau mau?" tanya Roh Alam.


"Aku ingin melakukan Perjanjian Roh Alam..." jawab Lian Zheng dengan ekspresi serius.


"Huft, aku tidak bisa begitu saja, sedangkan kau mempunyai iblis didalam hati mu itu, jika dipaksa tubuhmu akan meledak, aku tau kau mempunyai tekad yang kuat anak muda, tapi itu semua tidak cukup untuk mengsatukan Perjanjian Roh Alam dengan Iblis."


Hal itu membuat Lian Zheng kecewa, ia benar-benar menyesal karena telah menggunakan jurus terlarang.


"Ada namun ini tidak akan berhasil seratus persen, jika kau mau berhasil sepenuhnya kau bisa menggunakan cara yang kedua, yaitu melakukan Kultivasi Ganda..."


"Tapi itu tidak mungkin, mencari seseorang yang mempunyai darah kuno itu hal yang sangat sulit..."


Roh Alam hanya mengangkat bahunya, ia tidak tau dan peduli soal seperti itu.


"Aku bisa meminjamkan sedikit saja, untuk bisa membuka Gerbang Kultivasi dengan perlahan, namun itu membutuhkan waktu lama untuk membuka Gerbang Kultivasi."


Bertepatan dengan itu Roh Alam menyatukan ketiga bola cahaya yang mengelilingi, saat sudah bersatu, Roh Alam meniupkannya dan menjadi butiran, butiran cahaya tersebut masuk kedalam tubuh Lian Zheng, selama proses, pemuda itu merasakan rasa sakit yang lumayan.


Setelah itu, Lian Zheng sudah tidak merasakan sakit lagi.

__ADS_1


"Baiklah, carilah seseorang yang mempunyai darah kuno agar kau bisa membuka Gerbang Kultivasi dengan cepat..." Roh Alam menghilang begitu saja.


Lian Zheng pun tersadar, ia membuka matanya dan tersadar sudah kembali ke dunianya.


"Aku sudah menduga, kau hanya berhasil membawa separuh kekuatan Roh Alam, kau tau bukan aliran putih dan aliran hitam ialah aliran yang saling bertolak belakang, tidak bisa disatukan, sekarang nasi sudah menjadi bubur, lanjutkan lah alurnya saja."


Lian Zheng berdiam diri, ia menundukkan kepalanya, dihatinya menyesal karena telah menggunakan jurus terlarang.


"Apa aku bisa menghapuskannya?" ujar Lian Zheng yang lirih.


"Tidak bisa, kau hanya bisa menghilangkan iblis hati saja, namun jika berhasil kau bisa menggunakannya dengan kekuatan penuh."


Lian Zheng merasakan lemas dan amat sanga sakit dibagian dadanya, terasa sesak naaps dan akhirnya pemuda itu pingsan, Pecahan Jiwa pun kebingungan dengan hal itu, sebelumnya Lian Zheng baik-baik saja.


"Hey, bangun anak muda, bangun!"


Lian Zheng tidak bergeming, tiba-tiba aura merah mengelilingi tubuh Lian Zheng, dan dengan sendirinya tubuh Lian Zheng terangkat.


"Jangan-jangan!"


...****************...


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.

__ADS_1


__ADS_2