
Zein Anugrah Wibowo umur 30 tahun,tampan,badan atletis,tinggi,hidung mancung,belahan dagu yang menambah ketampanannya dan yang pasti sudah mapan.Zein merupakan anak angkat dari tuan Hendra wibowo dan Nyonya Mila.
Rio Wibowo satu tahun lebih muda dari Zein,tak jauh beda dari Zein sama-sama tampan dan mapan.Anak kandung dari Tuan Hendra Wibowo dan Nyonya Mila.
Mereka hari ini akan berangkat ke kota B untuk mengurus bisnis mereka.
****
" Zein...Zein...bangun!!" suara ketukan pintu disertai suara lembut perempuan paruh baya.
Tidak terlalu sulit untuk membangunkan nya, Zein pun bangun,duduk di pinggir ranjang sambil ngucek-ngucek mata.
"Zein...Zein dah bangun sayang??" ulang perempuan paruh baya itu,yang tak lain adalah Nyonya Mila orang tua angkat Zein.
"Ya,mam ni dah bangun kok".
Zein berjalan menuju kamar mandi,tidak menunggu terlalu lama dia pun selesai untuk menyegarkan tubuhnya yang atletis itu.
" Rio...Rio..ayo bangun!" suara Nyonya Mila terdengar lagi sambil menggedor - gedor pintu dikamar sebelah.
"Ya mam,aku bangun" Jawabnya .Jangankan bangun yang punya nama malah tarik selimut lagi.😁😁
"Rupanya si play boy belum bangun" gumam Zein.Sambil memilih pakain kerja yang cocok untuk dipakai hari dan menyiapkan pakain tambahan.Setelah rasanya cukup menyiapkan keperluan untuk perjalan hari ini Zein pun turun untuk bergabung bersama papa dan mamanya.
"Pagi pa ma,mmmmmuaaacch..! mengecup pipi wanita paruh bayu yang duduk disampingnya.
" Pagi juga sayang"
__ADS_1
"Lo...lo...kamu kok sendiri,mana Rio?Nyonya Mila
" gak tau,lagi siap - siap kali" ujar Zein.
Zein melirik jam tangannya,sudah 10 menit yang di tunggu - tunggu belum juga nongol.
" Ma, aku Ke kamar Rio dulu."
Zein menuju ke kamar Rio yang terletak di lantai atas.
"Shiiiittt,rupanya dia belum bangun." gumam Zein.
"Woy banguuuuun,mau sampe jam berapa loe tidur ntar kita telat lg" teriak Zein.yang di bangunin masih tidur nyenyak maklum si play boy tadi malam begadang.
"Harus dikasih pelajaran ni si play boy" gumam Zein
"aaaaggggghhh..Tikus...tikus..mana tikusnya?" Tio yang fobia dengan tikus langsung loncat dari kasur.
"ha...ha..ha...akhirnya loe bangun juga."
" Sana cepatan mandi!!! ntar gara - gara loe semuanya berantakan,gw tunggu loe dibawah.GPL!!!" tanpa melihat ekspresi wajah tio yang menjijikan Zein langsung turun.
"Oooohhhh shhiiittt,******** loe" makian Tio sambil melangkah ke kamar mandi.
Zein pu turun melanjutkan sarapan yang tertunda tadi
" Mama heran dech lihat kalian,setiap pagi mama harus bangunin terus makanya cari istri biar gak nyusahin mama"gumam Nyonya Mila.
__ADS_1
" Mama kamu benar Zein,kalian sudah mapan semua.Terutama kamu yang lebih tua satu tahun dari Tio,masa ya kalah sama Tio." Tuan Hendra pun menanggapi ucapan istrinya.
Zein cuma diam tidak menanggapi ucapan kedua orang tuanya.
" Mama carikan sayang ya."
"gak usah ma kalo masalah yang satu itu biar aku yang cari sendiri." Zein langsung menanggapi ucapan mamanya.
Tio pun turun untuk bergabung bersama mereka
"pagi pa,ma ngomongin apa sich?? serius amat ."
"Cepetan sarapan,lama kali loe kayak perempuan aja." cibir Zein
" Kapan pacar kamu pulang ke Indonesia Tio,tapi kalian mau tunangan,biar kami persiapkan dari sekarang nak."
"Mungkin bulan depan ma." ucap Tio
"Yuk Zein kita berangkat,ntar kalo terlambat loe marahin gw lagi."
Zein cuma diam tidak menanggapi ucapan tio,mereka pun berpamitan sama orang tua mereka dan menuju garasi.
"Good luck anak-anak ku" teriak tuan Hendra dari dalam.
*******
bersambung 😊
__ADS_1