Pengabdian Cinta

Pengabdian Cinta
ENAM


__ADS_3

Ini adalah hari terakhir untuk Zein dan Rio berada di kota B, besok mereka akan kembali kerutinitas sehari - hari mereka, Ya rutinitas yang menguras tenaga dan pikiran. Berangkat pagi pulang malam, waktu berkumpul bersama keluarga untuk makan malam bisa dihitung.


Rio tidak menyia - nyiakan hari ini,dia selalu mendekati Key dengan cara apapun untuk mengenal gadis itu lebih dalam lagi.Entah apa yang terjadi dengannya semenjak bertemu Key hatinya tidak tenang,niat cuci mata keluar diurungkan karena pesona Key, perasaan ingin memiliki seutuhnya yang kuat. Kadang Key merasa risih dan jaga jarak dengan Rio, bukan Rio namanya kalau tidak bisa menaklukkan hati perempuan. si play boy yang banyak dikagumi dan di kejar - kejar perempuan, padahal Rio sendiri akan bertunangan dengan pacarnya yang kuliah diluar negeri.


Pagi ini setelah menghidangkan makanan di meja makan Key melangkahkan kaki jenjangnya ke taman belakang.Tanpa membuang kesempatan emas ini Rio menyusul setelah menyeduh teh yang sudah di sediakan.


"ehmm..." suara Rio memecahkan keheningan.


"Eh tuan,ada yang bisa saya bantu??" ucap Key kaget.


"Oh no,saya tidak membutuhkan bantuan anda,saya hanya ingin memanjakan mata untuk sesaat." menatap wajah Key dengan intens dan duduk disamping gadis itu.


" Oooh..." Key tertunduk wajahnya merona karena tatapan dari Rio.


"Key, bagaimana kalo kita berteman supaya tidak canggung seperti ini." umpan Rio.


"Maksud tuan???." Key mengerutkan dahinya


"Maksudku, kamu gak usah panggil aku tuan terlalu formal,kalo boleh tauberapa umurmu??"ucap Rio.


" Idih,Aku..kamu...tuan muda mulai ngelunjak nih "batin Key


"umur saya 23 th tuan,maaf tuan saya tidak bisa kalo kita berteman.


" Nih cewek sok jual mahal." gumam Roy


" Masih muda,kalo gitu kamu panggil aku mas atau kakak."


" Tapi tuan..saya ..saya.."


"Sssssttttt,jangan menolak dan aku tidak suka ditolak, aku ingin mengenal mu lebih dekat lagi."


"Apa maksud Tuan Roy mengenal ku lebih dekat lagi" batin Key.

__ADS_1


"Kamu tidak kuliah Key???


" gak tuan,sudah selesai."


"oh yaa,apa jurusan mu?? Roy terus menyelidik.


" anu ...anu tuan..saya ambil jurusan sekretaris." Key menjawab sangat gugup karena wajah Roy terlalu dekat dengannya.


" Wawww...Kebetulan sekali,kakak ku membutuhkan sekretaris dikantornya karena yang lama resign,apa kamu mau bekerja di sana??" ucap Rio dengan tatapn yang meyakinkan.


"Saya tanya ibu dulu,tuan."


"aaagggghhh jangan panggil aku tuan terus,panggil mas biar tambah akrab y pleeeeaaassse!!"Rio memohon dengan wajah melas.


Ck...Key menarik salivanya begitu berat


"Nih laki - laki lihai banget merayu," gumam Key dan mengalihkan pandangannya ketempat lain,Tiba - tiba mata Key mengarah ke arah balkon.


Deg


"Aku tunggu jawaban kamu,bicaralah sama ibu mu dan kalau mau besok kita berangkat," Tatap Rio sangat berharap.


"Ya,saya akan bicara tuan..eh mas." berlalu meninggalkan Rio.


" Yeeeee...dia panggil aku ..mas...mas...,trimakasih bidadariku." senyum terukir di bibir Rio.


Rio tampak bahagia karena panggilan mas yang keluar dari mulut seksi gadis itu.


Sedangkan disisi lain simata elang dari tadi selalu mengawasi Rio dan Key, tatapan penuh kebencian.entah apa membuat dia seperti itu,rasa takut merasuki hatinya,takut sesuatu hal yang tidak dia inginkan akan terjadi.hati terasa ditusuk tusuk beribu jarum,begitu sakit ...sangat sakit.


" apa yang kamu lakukan pada gadis itu???."


"aku tidak melakukan apa apa."

__ADS_1


" Bohong,sudah gua peringati jangan macam-macam."


" Heyyy.....loe kenapa ha......,sewot aja loe.ngapain gua harus bohong.gua hanya ingin mengenal dia lebih dekat lagi."


" Tapi gua gak suka Rio,jangan sakiti gadis polos itu,inget baik baik loe sudah milik orang lain."


"Eh tunggu,loe cemburu...loe menyukainya juga???"


" Satu lagi Zein,Key akan bekerja di kantor loe untuk posisi sekretaris,loe kan lagi butuh sekretaris."tambah Rio.


PAKKK


Zein memukul meja yang ada di kamar itu,pergi tanpa menjawab pertanyaan Rio ,emosi yang mengebu gebu,rahangnya mengeras.Zein melangkah ke kamar mandi mengguyur tubuh atletisnya dengan air.


"apa benar aku cemburu,menyukainya???


ahhhhh....tidak mungkin." jeritan hati Zein.


"Brengsek loe Rio,seenaknya aja carikan gua sekretaris," umpat Zein dalam hati.


Zein keluar kamar mandi dengan gontai,handuk melilit dipinggang dan mengeringkan rambut dengan handuk kecil.Zein melangkah keruang ganti dan keluar dengan baju santai lalu menjatuhkan diri di kasur King Size miliknya,dia merasa sangat frustasi.


******


Key berlari kekamar membaringkan tubuhnya agar hatinya merasa tenang,tatapan yang membuatnya uring - uringan. Ini bukan perasaan takut,tapi perasaan yang sudah lama mati muncul kembali.Tak terasa air mata membasahi pipi Key,kenangan yang menyakitkan itu muncul kembali.


Beda dengan tatapan Rio, Key tidak merasakan apapun selain perasaan risih.Akhirnya Key menceritakan ke ibunya atas pekerjaan yang di tawari Rio.


" Terserah kamu nak,ibu selalu mendukung keputusanmu.Lagi pula keluarga mereka dari orang baik-baik,pesan ibu cuma satu jangan lupa shalat,jaga dirimu baik-baik.Jangan pikirkan ibu,ibu akan baik-baik saja." air mata membasahi kelopak mata perempuan paruh baya itu.


"Trimakasih bu.setelah Key berhasil ibu gak usah kerja lagi,Key akan bawa ibu." Key memeluk ibunya,air mata yang tak terbendung membasahi pipi gadis itu.


*****

__ADS_1


bersambung


__ADS_2