
Pagi ini Keyza dan ibunya siap - siap berangkat ke rumah majikannya,kicauan burung yang saling bersahutan, udara yang segar mengiringi langkah mereka.
Hari ini hari ke-3 dia berada di kota kelahirannya,kota yang banyak menyimpan kenangan masa kecil bersama orang - orang tercinta.
Begitu banyak kenangan yang terlintas di kepala,ya..kenangan dengan seseorang yang pernah singgah di hatinya,seseorang yang sudah menghianatinya demi wanita lain dan demi kekayaan.
Key sadar keluarganya orang yang serba kekurangan,tapi kurang dengan kasih sayang. Mereka memang miskin tapi tidak miskin hati,lain dengan seseorang yang dicintainya. Semenjak kejadian itu Key tidak pernah membuka hatinya untuk laki-laki lain takut di kecewakan kembali,apalagi Key sadar siapa dirinya,padahal selama kuliah begitu banyak yang mendekatinya tapi Key tidak pernah menanggapi dan memberi kesempatan kepada mereka.
Entah sampai kapan Key menutup pintu hatinya,untuk saat ini dia masih belum memikirkan itu. Semenjak ayah meninggal, cuma satu tujuan hidup yaitu membahagiakan ibu tercinta.Mencari pekerjaan yang bisa menopang biaya hidup mereka dan ibunya berhenti bekerja sebagai pembantu.
Pagi ini Key dapat tugas dari ibunya untuk membersihkan kamar yang berada di lantai atas,tangan nya sudah memegang knop pintu dan perlahan membuka pintu kamar.Begitu takjub nya Key melihat kamar yang begitu luas hampir sama besar dengan rumahnya sendiri,dan isi kamar yang sangat mewah,
Key coba untuk merebahkan tubuhnya di kasur King size itu.
"wawwwww...sangat empuk,kalo gua tidur di sini bisa gak bangun-bangun nih.." Batin Key. Maklum aja di rumah nya cuma ada kasur lepek kalo dipikir-pikir tidak layak lagi untuk dipakai.
" Enak ya jadi orang kaya." gumamnya.
__ADS_1
Key pun bangun dan melanjutkan pekerjaan yang belum kelar,Key membersihkan kamar mandi dan memberi pewangi setelah cukup dia pun mengganti alas kasur dan menyapu ruangan kamar tak lupa juga meletakkan pewangi pada kamar tersebut.
Tak terasa waktu cepat berlalu,sudah menunjukkan pukul 6 sore.
" Key kamu pulang duluan ya nak,ibu tunggu tuan muda dulu" gumam ibu sambil menatap Key yang membaringkan tubuhnya di sofa.
"Gk ah,Key tidak berani ninggalin ibu disini.kita pulangnya bareng aja y bu." sambil memainkan anak rambutnya.
"y udah,kamu mandi sana!!" ucap ibu
"Ok bu." sambil mengecup pipi ibunya.Key melangkan kakinya yang jenjang ke sebuah kamar,Dirumah itu disediakan kamar khusus untuk pembantu,cuma ibu Key tidak mau tinggal disana kecuali pemilik rumah itu datang untuk berkunjung. Ibu key lebih nyaman untuk tinggal dirumah mereka walaupun harus berjalan kaki bolak balik.
Zein dan Rio masih menemui rekan bisnis mereka di sebuah restoran mahal di kota tersebut.
"Bagaimana tuan Zein,setuju dengan kerja sama yang saya tawarkan ini??" ucap salah seorang rekan binis nya.
"Ok tuan,saya menerima tawaran anda."
__ADS_1
Setelah menyelesaikan urusannya,Zein dan Rio menuju ke mobil untuk menuju kerumah mereka.
" Kita langsung pulang ya Rio,capek banget gua" sambil mengacak -acak rambutnya tetap mengarahkan pandangan kedepan.
"Ah loe Zein cepat kali pulangnya,kita cuci mata dulu yah kata orang cewek disini bening-bening
mana tau ada yang kecantol m loe" mentap Zein sambil tersenyum.
"gak ah...loe aja lah gua capek banget,badan lengket semua gak nyaman gua." gumam Zein
"Tuh kan,di ajak cari yang enak-enak gak mau.Apa loe gak demen ma cewek,setiap diajak nolak terus." balas Rio dengan tatapan sisnis.
"Bodoh amat,mulai sekarang loe harusnya jaga mata dan langkah,loe kan dah ada yang punya bentar lagi mau tunangan,hilangkan sifat play boy loe tuh kasihan tu cewek loe." Menatap Rio dengan mata tajamnya.
" Ya deh terserah loe,pusing gua dengar omelan loe."
"Gitu dong,itu baru adik gua"menatap Rio tersenyum.
__ADS_1
Zein pun melajukan mobil nya ketempat yang di tuju,rumah yang sering di jadikan tempat istirahat bagi keluarga mereka rumah yang nyaman dan asri.Rencana Zein dan Rio akan menginap selama dua hari,sudah cukup lama Zein tidak datang dan menginap dirumah itu.