Pengabdian Cinta

Pengabdian Cinta
DELAPAN


__ADS_3

TOK...TOK..


TOK....TOK...


Suara ketukan pintu membuat Key terbangun dan bergegas membuka pintu kamar.


" Non,makan siang nya sudah siap. Ayo turun!" ucap wanita paruh baya.


" Y bi, tapi saya tidak meminta menyiapkan nya." Jawab Key masih bingung.


" Maaf non tadi tuan muda Rio sendiri yang meminta untuk mempersiapkannya karena siang ini dia tidak bisa pulang."


" Ooooh y, trimakasih bi.saya mau shalat dulu. panggil saya Key aja bi karena saya cuma tamu di sini." ucap Key


" Sama - sama non, baiklah saya turun dulu non."


Key berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sangat butuh air untuk menyegarkan tubuhnya,setelah selesai Key langsung berwudu'


Key keluar kamar mandi dengan memakai handuk kecil yang melilit dan langsung memakai baju santai, Key mengeringkan rambutnya dengan haydrayer dan setelah selesai dia melaksanakan shalat.


Key menuju dapur untuk makan siang,makanan sudah terhidang dimeja makan tersebut.Rumah mewah ini terasa sepi hanya bunyi sendok yang di pegang Key memecahkan kesunyian itu. Setelah selesi Key pun membawa piring kotornya ke wastafel, tangan Key dipegang oleh seseorang.


" Biar saya aja non!"


" Tidak apa - apa bi, udah siap ko." jawab Key sambil tersenyum.setelah selesai Key pun menuju ke lantai atas.


*****


Zein masih sibuk menandatangani dokumen - dokumen penting yang sudah menumpuk di mejanya,Tanpak di raut Wajah tampan itu sangat kelelahan. Zein mengusap wajah tampannya dengan kasar, menghentikan sejenak kegiatannya dan merebahkan tubuhnya di sofa.


Zein memejamkan matanya sesaat untuk menghilangkan rasa lelahnya, Zein tidak tau apa penyebab semua ini. Lelah fisik bisa diobati dengan istirahat yang cukup, bila hati yang lelah penawarnya cuma satu yaitu cinta dan perhatian.


Zein bangun dari sofa dan mengambil kunci mobil yang berada di atas meja melangkahkan kaki menuju lif. saat pikiran kalut emosi pun memuncak wajah dingin yang ditakutkan oleh siapapun yang melihatnya.


Setelah beberapa menit Zein sampai dirumah dan melangkahkan kaki menuju kamarnya, mata lelah itu sempat melirik ke kamar tamu sebelum masuk ke kamarnya.


Deg


Deg


Deg


Jantungnya tidak berdetak normal padahal cuma melirik kamar yang ditempati seseorang yang sering melintas dibenaknya beberapa hari ini.


Zein langsung ke kamar mandi dan merendam tubuhnya di bethub kurang lebih tiga puluh menit,dia pun selesai dan keluar menuju ruang ganti. Dengan memakai pakain santai tidak mengurangi ketampanannya.


Di balkon Zein menghisap rokok dalam - dalam dan menghembuskannya perlahan - lahan,serasa plong dengan sebatang tembakau itu. Padahal selama ini dia tidak pernah menggunakannya,apa lagi untuk pergi ke klub malam meminum bir. Itu bukanlah kebiasaan Zein, kecuali karna terpaksa.

__ADS_1


Jauh beda dengannya hari ini,dia butuh menyendiri membuang masa lalu telah terhianati.


Clara....


Nama itu muncul lagi di ingatannya.paras nya membuat sulit untuk melupakannya beberapa tahun ini tapi rasa sakit lebih memihak ke hati Zein. Hatinya mulai bergetar hebat semenjak bertemu dengan gadis yang bernama Keyza. dan masa lalu itu muncul tanpa diundang sehingga membuat Zein bersikap dingin,cuek terhadap gadis itu.


Tok..


Tok..


suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Zein.Zein membuka pintu kamar perlahan.


" Tuan Zein,makan malam sudah siap.Tuan Rio dan Nona Key sudah menunggu anda."


" Ya bik, say akan segera turun." sahut Zein dan menutup pintu kamar mengikuti langkah bik Nung menuju ke ruang makan.


Di meja makan Zein melihat Rio dan Key begitu akrab dan sangat dekat,tawa canda yang menghias bibir mereka tampak bahagia, seperti sudah mengenal begitu lama. Inilah pemandangan yang tidak di sukai Zein, membuat dia selalu geram rahangnya merapat. Bukan tanpa alasan Zein bersikap seperti, Rio terlalu menganggap remeh setiap hubungan. Bagi Zein setiap hubungan yang terjalin harus di jaga, begitu pentingnya hubungan itu buat Zein.


" Ehm." suara itu membuat tawa Rio dan Key serentak berhenti. Zein duduk berhadapan dengan mereka, tanpa basa basi Zein langsung menyantap makan malamnya. Rio dan Key terperangah.


" Ayo Key, kita makan. Sini piring mu biar mas ambilkan!!"


" Ti...Tidak usah mas biar aku aja."ucap Key terbata - bata. Rio tetap kekeh mengambilkan nasi beserta lauk untuk Key.


" Makan yang banyak ya sayang."


Mata Key melotot mendengar ucapan sayang dari Rio begitu juga dengan Zein langsung keselek dan mengambil segelas air didepannya.


" Oh ya Zein,apa besok Key sudah bisa bekerja menjadi sekretaris mu??" ucap Rio.


" Hmmmm, tergantung orangnya sudah siap belum untuk menjadi sekretaris ku." jawab Zein singkat dan menatap Key tanpa kehangatan.


" Bagaimana Key, sudah ada signal dari kakak ku." sambil mengelus kepala Key.


" In syaa allah,Key sudah siap mas. Dan Key berharap tuan Zein bisa mengarahkan Key,jika Key bekerja tidak sesuai harapan tolong bantu Key untuk belajar lebih baik lagi karena menjadi sekretaris pemula bagi Key." Jawab Key tegas menatap Laki - laki yang duduk di depannya.


" Tenang aja, aku dan Zein akan membantu mu." ucap Rio.


Zein pun menyelesaikan makan malamnya dan beranjak menuju kamarnya.


" Besok kita berangkat jam 7.00 jangan sampai terlambat!!" Tegas Zein tanpa menoleh dan berlalu begitu saja.


Deg..


" kenapa sikapnya seperti itu, suara berat tuan Zein membuat ku takut." Key nampak agak pucat Rio menyadari hal itu.


" Kamu tenang saja, Zein memang seperti itu tapi dia bukan kanibal kok." goda Rio mencairkan suasana hati gadis disampingnya tangan nya mencubit hidung mancung mungil milik Key.

__ADS_1


Kita lupakan sesaat Zein 😁


" Ayo, ikut aku." Rio langsung menarik tangan gadis itu.


" Kamu ajak aku kemana mas?" ucap Key bingung dengan langkah tertatih tatih mengikuti Rio.


Key begitu takjub melihat taman yang sangat indah begitu tertata rapi dan tak jauh dari taman terlihat kolom renang yang besar, Key mengikuti langkah Rio.


Rio menarik tangan gadis itu duduk di atas ayunan.


" Duduk lah! kamu ngapain bengong gitu? "


" Ya mas, aku sangat takjub melihat taman di rumah mu, begitu indah." jawab Key.


" Tak seindah dirimu, membuat ku takjub." lirih Rio walaupun pelan tapi masih bisa di dengar.


" Maksudnya ??" Kening Key mengkerut.


" Tidak ada,lupakan." senyum menggoda Rio mulai beraksi.


" Key, Jujur saja aku begitu nyaman saat berada di samping mu. Walaupun aku baru mengenal mu tapi perasaan ku mengatakan aku sudah mengenalmu begitu lama." menggenggam erat jari Key.


" Kamu tidak keberatan kan, kalau aku terlalu dekat?" tambah Rio


Deg...


Key agak kaget karena genggaman Rio dan tatapan Rio, Tatapan Rio yang membuat cewek klepek klepek . Tapi tidak dengan Key dia agak risih karena tidak terbiasa, sudah dua kali Key merasakan genggaman itu.


" Ti...tidak mas,asal kita tidak keluar dari jalur aku tidak keberatan." senyum Key.


" aaahh...senyum mu itu Key membuatku lupa diri."


" Ah mas bisa aja, ayo kita masuk besok hari pertama ku kerja,takut ketiduran." Key sengaja mengalihkan rasa malunya dan pipi putih itu mulai tanpak merah merona.


" Ok, Let' s go ! " Ucap Rio tanpa melepaskan tangan Key. Sampai di lantai atas Rio mengantar Key sampai depan pintu.


" Selamat malam, jangan lupa mimpikan mas!" Rio mengacak acak puncak kepala gadis itu.


" Ho oh.." jawab gadis itu pipinya kembali merah merona.


" Malam juga mas." jawab Key.


" Aku masuk dulu y." tambah Key dan menutup pintu kamar.


" Waduh apa lagi maksudnya,suruh mimpikan dia. lama - lama aku bisa terjebak dengan kelembutannya." batin Key.


*****

__ADS_1


Assalamu'alaikum para pembaca jangan lupa jempol dan votenya biar aku tambah semangat untuk menulis episode selanjutnya.


😍😍


__ADS_2