Pengabdian Cinta

Pengabdian Cinta
SEMBILAN


__ADS_3

Zein



Keyza



Rio



******


Alunan suara adzan mendayu - dayu di telinga menandakan fajar menyingsing sebelum terbit matahari.


Key bangkit dari tidur untuk menunaikan kewajiban kepada sang ILLAHI.


Hari yang ditunggu - tunggu pun tiba, pagi ini Key terlihat cantik hanya dengan pakain kantor sederhana. Menatap sesaat diri di depan meja hias, senyum semangat terukir di bibir gadis itu.


Key langsung menuju dapur untuk sarapan, belum ada siapapun selain bi Nung yang sibuk menyiapkan sarapan untuk tuannya.


" Ada yang bisa saya bantu bi? " tanya Key


" Gak usah non, udah selesai kok." jawab bi Nung.


" Udah sana non sarapan dulu, Tuan Zein orangnya disiplin sama karyawannya.Ini kan hari pertama non kerja ." tambah bi Nung.


" Masa ya bi." jawab Key dengan bibir maju kedepan.


Belum sempat bi Nung jawab suara tarikan kursi memaksa menyudahi percakapan mereka. Bi Nung memberikan kedipan tanda isyarat agar Key segera sarapan dengan tuannya. Gadis itu melangkahkan kaki perlahan menuju meja makan dan duduk berhadapan dengan Zein. Tanpa berkedip Key menatap wajah Laki - laki itu dan membuat Key terpukau dengan parasnya, Zein sangat tampan dengan memakai tuxedo hitam.


" Waw.... seperti pangeran dari negri dongeng." batin Key.


" Tunggu apa lagi,buruan sarapannya." ucap Zein.


Key sangat kaget mendengar suara berat pria dingin itu, Key segera duduk mengambil roti dan memoles selai kacang kesukaan nya. Walau Key merasa kikuk berada dekat pria ini, tapi dia harus mulai membiasakannya Karena mulai hari ini Key akan terus bertatap muka dengan Zein.


Tanpa sepatah kata Zein beranjak dari tempat duduknya dan mengambil kunci mobil yang terletak di meja ruang keluarga. Menyadari hal itu Key pun segera mengikuti Zein dari belakang dengan berlari kecil dan menyandang tas kecil kesayangannya tanpa menghabiskan sarapannya.


" Nih orang gak ngasih aba - aba,main pergi ajah." gerutu Key.


BHUK...!!


"Aduh sialan aku kok bisa menabrak ya." batin Key.


Key membuka mata dan mendongakan kepala nya, Zein dan Key saling menatap manik mata di depannya. Ini kedua kalinya mereka merasakan Hembusan nafas masing - masing yang tidak beraturan lagi. Zein menatap Key bukan dengan tatapan tajam atau dingin. Ada yang beda dari tatapannya kali ini,matanya terlihat teduh dan hangat. Detak jantung Zein semakin kencang karena dua gundukan kenyal yang menempel di dadanya membuat Zein sulit menarik salivanya.


" Ekheem." Reflek Key mendorong tubuh Zein, suara seseorang yang berdiri pas di belakang Key.


" Mas." Key gugup.


" Kalian lagi ngapain?" ucap Rio


Zein keluar tidak menanggapi ucapan Rio, langsung mengeluarkan mobilnya dari garasi.


" Mas aku berangkat duluan ya?"

__ADS_1


" Ok, semangat ya Key ntar siang mas akan jemput kamu kita makan siang di luar." Rio


" Tapi mas,aku.."


" gak ada istilah penolakan, Ok!


Key mengangguk dan meninggalkan Rio yang masih memandanginya.


" Gadis luar biasa, bagaimana pun aku harus mendapatkannya." Gumam Rio tapi tiba - tiba terlintas bayangan wajah kekasih yang jauh dari nya dan tidak lama lagi mereka akan meresmikan hubungan mereka.


****


Mata Key tertuju pada mobil mewah yang terparkir di depan garasi. Key mendekati mobil dengan ragu. Tiba - tiba pintu mobil terbuka,Key cuma diam tanpa reaksi.


" Masuk!!"


" saya naik ojol aja tuan Zein."


" Masuk." ulang Zein dengan suara agak tinggi


Tanpa pikir panjang lagi Key masuk dan menutup pintu mobil.


" Pasang seatbelt!" perintah Zein.


"Ok." Key menarik seatbelt dan memegangnya.


" aduh bagaimana cara pakai nya ya,dasar katro." batin Key sambil menepuk jidatnya maklum anak desa.


Zein dari tadi memperhatikan gerak gerik Key yang masih bingung.


Zein menggeser tubuhnya mendekati Key, semakin mendekat membuat gadis itu memejamkan mata dan merapatkan bibir seksinya dan menarik tubuhnya agak menjauh. Wangi maskulin di tubuh Zein, membuat jantung Key berlari kencang. Tak bisa di pungkiri bahwa Key sangat menyukai wangi tubuh itu.


" ihhh....ni orang mau ngapain dekat - dekat, bibirku masih perawan ya... Jangan lancang ya tuan mata elang, ntar ku tonjok baru tau rasa ." Gumam key yang mengepal tangannya.


Zein melaju mobil dengan kecepatan sedang, Key perlahan membuka mata bibir nya kembali ke posisi semula. Ternyata dugaan gadis itu salah, Key senyum - senyum sendiri pipi Key merona menahan rasa malu. Zein yang melirik Key yang duduk di kursi penumpang sebelahnya, Zein menaikkan alisnya sebelah.


" Perempuan aneh." batin Zein


Suasana dalam perjalanan hening, Zein melirik kembali Key. Gadis itu hanya terdiam sambil memandang jalanan di luar jendela.


Mobil Zein memasuki bangunan pencakar langit, membuat Key terkagum - kagum. Zein keluar dari mobil yang di susul Key. Key melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan bangunan pencakar langit itu yang masih sepi karena hanya beberapa orang karyawan yang datang.


Ting.


Bunyi lift sudah berhenti di lantai ruang kerja Zein.


" Itu ruangan mu." Zein menunjuk sebuah ruangan yang hanya dibatasi kaca transparan.


" Nanti kamu akan dipandu oleh sekretaris lama ku." Ujar Zein


" Ya pak, saya permisi dulu." Key merubah panggilan untuk Zein selama di kantor.


" semangat " ujar Key pada dirinya.


Setelah di pandu oleh sektetaris lama Zein. Key membuka computer di depannya dan membuka data yang akan diserahkan kepada Zein.


Beberapa menit kemudian semua meja kosong sudah terisi penuh, mereka sudah bergulat dengan pekerjaan masing - masing.

__ADS_1


" Hay...kamu karyawan baru y." suara itu membuat Key berhenti sejenak.


" Oooh ya, kenalkan... aku Key."


" Aku Adel" gadis itu menyambut uluran tangan Key dan tersenyum persahabatan.


" Ok, aku ke sana dulu ya. ntar dilanjut lagi perkenalan kita." ujar Adel.


" Siiiip." jawab Key


Jam sudah menunjuk angka 10, setelah menyiapkan semua berkas yang akan di serahkan ke Zein. Key menarik nafas dalam - dalam.


Tok...tok...tok


" Masuk."


Key masuk melangkahkan kaki, gadis itu melihat sejenak terhadap pria yang masih bergulat dengan pekerjaannya. Pas di depan meja kerjanya Key pun berhenti.


" Selamat pagi tuan, saya mau mengantar berkas yang anda pinta ke sekretaris lama anda Kemarin." Ujar Key sembari menaruh map yang Key pegang di atas tumpukan beberapa file lainnya


" Kalau begitu saya permisi dulu tuan." ujar Key karena laki - laki yang di depan tidak merespon ucapannya.


" Tunggu" ujarnya seketika langkah Key berhenti.


" Sial apalagi nih" batin Key sambil memainkan jemarinya untuk menghilangkan rasa gugup yang selalu tak bersahabat.


" Iya tuan ada yang bisa saya bantu..?? tanya Key gugup


" Tolong bilang ke OB suruh mereka mengantar kopi ke ruangan ku. Kalau tidak tau kamu boleh gunakan mulutmu untuk bertanya." perintahnya tanpa melihat wajah Key.


Key bernafas lega karena tuannya cuma minta kopi.tapi ucapan terakhir Zein yang membuat Key kesel kemudian dengan cepat Key melangkahkan kaki keluar.


" Permisi pak, Direktur minta kopi." ujar Key kesalah satu OB yang lewat di depannya.


Akhirnya waktu istirahat untuk makan siang, pandangan Key seketika gelap cahaya samar - samar yang muncul. karena tangan kekar seseorang yang menutup kedua kelopak matanya.


" Hey kamu siapa...?? ujar Key panik. tangan itu pun perlahan turun dan berhenti di bahu Key.


" iiihhh...mas Rio kagetin aku aja." ujar Key


" ayo persiapan kita mau makan siang di luar,aku ke ruangan Zein dulu."


Sepasang mata dari tadi menyaksikan dari balik kaca, pikiran berkecamuk dada yang terasa sesak dan nyeri menandakan kalau dia tidak suka atas apa yang di perbuat oleh sepasang sejoli di depannya.


" Gua mau bawa Key makan siang di luar sebentar, loe gak keberatan kan?? " ujar Rio


" Ngapain gua keberatan, tapi ingat satu hal siapa loe. jangan beri gadis itu harapan yang akan membuat hatinya hancur setelah mengetahui kenyataan." ujar zein singkat.


" Sebentar lagi Jesika akan kembali bersama orang tuanya, kalian akan meresmikan hubungan kalian. Jangan sampai lupa akan hal itu." Tegas Zein.


Karena dia tau semenjak kekasih Rio pindah keluar negeri, Rio sering ganti - ganti pasangan walau sekedar penghilang rasa bosan dan pelepas rindu terhadap sang kekasih. Bukan berarti mereka tidak pernah bertemu, sebulan sekali Rio akan selalu datang mengunjungi kekasih begitu juga sebaliknya dengan Jesika.


Rio mengagandeng Key keluar ruangan dan langsung menuju restoran langganan Rio.


******


bersambung

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, para pembaca jangan lupa comen dan beri tanda 👍 💓 dan jangan lupa votenya .


__ADS_2