Pengabdian Cinta

Pengabdian Cinta
TUJUH


__ADS_3

Matahari sudah mulai terbit burung - burung beterbangan mengeluarkan kicauan yang sangat merdu menghiasi perkarangan rumah yang sangat luas. Aroma bunga sudah menembus masuk kedalam setiap ruangan rumah itu. Cuaca yang begitu cerah diluar, tidak secerah wajah dua perempuan yang duduk di ruang tamu.


Ya Key dan ibunya yang masih saling berpelukan, Key memeluk ibunya begitu erat sang ibu mengelus kepala anak gadis yang dicintainya itu. Suara langkah kaki menuruni tangga, membuat Key memeluk ibunya tambah erat lagi,air mata mereka tidak terbendung dan kesedihan yang begitu mendalam yang dirasakan mereka.


Dua orang laki - laki yang memiliki pesona yang berbeda,telah duduk dihadapan mereka.


"Ehm."


Ibu Key melepaskan pelukannya,dan menatap dua laki - laki dengan penuh harap yang sudah duduk berhadapan dengannya dan Key.


" Tuan muda Zein dan Rio,saya titip Key karena dia tidak punya siapa - sipa disana. Tolong jaga anak saya karena dia adalah harapan saya satu - satunya untuk tetap bertahan hidup setelah ayahnya meninggal !!" ucap ibu Key dengan air mata berlinang dan menatap Key yang masih menunduk menahan isak tangisnya.


" Ya bik, bibik tenang aja saya dan Zein akan menjaga Key dengn baik. Jangan risau bik selama disana saya akan memenuhi semua kebutuhan Key, kemarin mama dan papa sudah setuju kalau Key akan tinggal bersama kami." Ucap Rio dan melirik Zein.


Zein kaget karena dia tidak tau menau keputusan ini dan dia mulai curiga kepada Rio.


" Busssseeet, apalagi nih rencana si hidung belang,kemarin ngajak Key untuk bekerja sebagai sektetaris gua tanpa persetuajuan gua dan sekarang ngajak Key juga tinggal dirumah."Gumam Zein dengan mengerutkan keningnya.


" Trimakasih tuan muda." ucap ibu Key sambil mengusap air mata di pipi anak gadisnya.


"Kalu begitu kami pamit dulu bi, karena perjalanan lumayan jauh dan banyak pekerjaan yang harus kami kerjakan di kantor hari ini." Ucap Zein dengan wajah datar.


Keluarga mereka memiliki perusahaan yang bergerak diberbagai bidang.Mulai dari medis, perhotelan dan properti. Namun yang ditangani Zein langsung adalah di bidang properti, sedangkan Rio di bidang perhotelan.Jadi wajar tidak ada waktu untuk mereka bersantai terlalu lama.

__ADS_1


Ibu Key pun mengantar mereka ke halaman. Key memeluk ibunya kembali, rasanya tidak ingin meninggalkan sang ibu sendiri tapi apalah daya Key, Key harus mampu menahan perasaan itu demi mimpi, masa depannya dan kebahagiaan ibunya.


" Ayo Key !!" Rio pun menuntun gadis itu untuk masuk ke mobil.


Diperjalanan Key masih menangis air mata masih mengalir di pipi gadis cantik itu, Zein yang sedang menyetir mobil diam - diam memperhatikan Key dari kaca spion. Rio yang memilih duduk di samping Key, Juga memperhatikan gadis itu timbul rasa iba di hatinya, reflek tangannya mengelus bahu Key dan menggenggam erat tangan Key. Key yang kaget apa yang dilakukan Rio langsung menarik tangan nya namun Rio tak kunjung melepaskan tangan Key dan menggenggam lebih erat lagi. Key menatap Rio dengan penuh tanda tanya,ada rasa canggung di hati Key.Tapi melihat senyum Rio yang meyakinkannya bahwa Rio tidak memiliki maksud lain. Tanpa disadarinya Rio merangkul bahu Key dan kepala Key di sandarkan di bahu kekarnya.


Zein mulai geram dan kesal melihat perhatian yang diberikan Rio kepada Key, pikiran dan hatinya tidak sejalan.hatinya tidak rela melihat kedekatan adiknya dengan Key,sedangkan pikirannya menolak dan dan memilih untuk tetap cuek apa yang mereka lakukan.


" Dasar perempuan ganjeng,murahan,baru kenal dua hari sudah mau dipegang pegang." batin Zein


" Shiiitttt."


TIIIIIIIN


TIIIIIIIN


TIIIIIIIN


" Apa yang aku lakukan." batin Key.


" Maaf mas,sudah merepotkan." ucap Key dengan pipi yang merona.


" hmmm gak masalah Key, kamu boleh bersandar di sini biar hatimu tenang." ucap Rio sambil menepuk pundaknya.

__ADS_1


" Eh, loe kenapa sih Zein kayak orang kerasukan aja bawa mobil." ucap Zein.


" Loe tu merusak suasan hati gua, cari kesempatan dalam kesempitan. Udah sini,loe gantikan gua emang gua sopir pribadi loe. !!" ucap Zein dengan kesal dan memberhentikan mobilnya dipinggir jalan.


Rio yang tidak mau berdebat lagi dengan Zein lansung turun dan mengambil alih posisi Zein. Kurang lebih dua jam mereka menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah mewah bak istana yang memiliki pekarangan yang lebih luas lagi . Seseorang berlari kecil untuk membuka pagar rumah dan memberi hormat kepada tuan mereka.


Rio menurunkan barang - barang mereka yang di bantu oleh mang udin, tanpa membuang waktu Zein langsung ke kantor karena begitu banyaknya dokumen yang harus di tanda tangani walaupun pikirannya kacau. Masih terbayang - bayang perhatian yang diberikan Rio kepada Key.


" apakah aku menyukai gadis itu???." gumam Zein dan mengusap wajah tampannya berkali kali.


Sedangkan Rio mengajak Key langsung ke lantai atas dan menuju kamar tamu.


" Silahkan masuk cantik,dan selamat istirahat. jangan sungkan anggap rumah sendiri." Ucap Rio dan mengelus kembali puncak kepala Key.


" Trimakasih banyak mas, sudah membantu ku." jawab Key.


" Sama - sama,aku mau ke kantor dulu kalau lapar langsung aja ke dapur ada bik nung di sana. Papa dan mama sedang keluar negeri selama sebulan."


" Y mas." balas Key.


Rio pun meninggalkan gadis itu,Key menutup pintu dan membaringkan tubuhnya di kasur sambil menatap langit langit kamar.


*******

__ADS_1


💓💓💓💓💓


bersambung


__ADS_2