Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
30. Nonton bareng (1)


__ADS_3

Pagi hari


Seren terbangun dari tidurnya, tanpa Irgi. Seren kebingungan karena tidak menemukan Irgi di sampingnya, ia pun mencari ke kamar mandi, tetap tidak ada sosok Irgi.


"Apa semalam hanya mimpi? Tidak mungkin? Oh, aku coba telepon Irgi," gumam Seren. Ia mengambil ponselnya dan segera menelepon Irgi. Telepon tersambung, Irgi langsung menyapa Seren.


"Halo, sayang. Sudah bangun?" tanya Irgi.


"Sudah, baru saja aku bangun. Em, Kak Irgi, apa semalam Kakak pulang?" tanya Seren.


"Kenapa?" Irgi bertanya balik.


"Tidak, sepertinya semalam aku bermimpi kakak pulang dan ...." Seren tidak melanjutkan kata-katanya.


"Apa masih kurang? Karena itu tidak terasa?" tanya Irgi sambil menahan senyum.


"Hah? Jadi, beneran pulang semalam. Kak Irgi dah buat aku kelelahan, masih berani bilang kurang," rungut Seren. Terdengar suara Irgi tertawa ditelinga Seren.Seren jadi merasa malu.


"Kakak kenapa tidak membangunkan aku, sebelum berangkat?" tanya Seren.


"Aku lihat kamu tertidur sangat pulas, jadi tidak tega. AWAAS!" tiba-tiba Irgi berteriak.


Cekiitt! Brukk!


Terdengar suara benturan keras, seperti suara tabrakan. Seren jadi merasa cemas.


"Kak, Kak Irgi. Kak ... jawab aku! Kamu baik-baik saja kan Kak?" Seren gemetar ketakutan karena tidak ada jawaban dari Irgi.


"Halo, sayang. Maaf, tadi ada masalah dengan taksinya," ucap Irgi. Namun Irgi tidak mendengar jawaban Seren, ia hanya mendengar tangisan yang keluar dari Seren.


"Hei, kenapa menangis?" tanya Irgi khawatir.

__ADS_1


"Aku pi-kir Kakak kecelakaan, hiks hiks," ucap Seren diantara isakan tangisnya.


"Kakak baik-baik saja. Tadi ada kucing tiba-tiba melintas, jadi supir taksinya banting setir. Tidak ada yang serius," jawab Irgi.


"Syukurlah, hati-hati di jalan. Aku harus mandi dan bersiap," ucap Seren.


"Dadah, sayang," ucap Irgi mengakhiri pembicaraan mereka.


Seren bisa bernapas lega, setelah mendengar Irgi baik-baik saja. Ia pun bergegas ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor. Setelah rapi, Seren turun dan menghampiri Ken di ruang makan. Tenyata Syahdan dan Lara juga sudah menunggu Seren untuk sarapan bersama.


"Ciee ... yang habis kangen-kangenan, sampai kesiangan," ledek Ken.


"Hust, kamu ini, senang sekali menggoda kakakmu. Nak Irgi, berangkat pagi-pagi sekali, katanya takut ketinggalan pesawat," ucap Lara menyampaikan pesan Irgi, sebelum Irgi pergi.


"Ya, Ma. Tadi, Kak Irgi telepon dan mengatakannya sama Seren. Ken, hari ini sepulang kuliah, ke kantor, kan?" tanya Seren.


"Ya, nanti Ken ke kantor. Kenapa, Kak?" Ken mengambil tas dan kunci motor.


"Oh begitu," ucap Ken singkat. Ia keluar menuju rumah Andin.


"Kamu mau ke rumah Chika? Mama titip salam, ya. Mama tidak bisa hadir, di syukuran putrinya Chika," ucap Lara.


"Ya, Ma. Seren, akan sampaikan. Seren akan menginap dua malam di sana, sekalian membantu persiapan syukuran putrinya Chika," ucap Seren. Seren pamit, pergi ke kantor dengan menggunakan mobil Lara.


Seren sangat suka dengan mobil merah, milik Lara, padahal mobil itu sudah sangat tua. Tetapi, mobil kesayangan Lara itu, begitu nyaman dikendarai. Seren memundurkan mobil itu keluar dari gerbang. Dia melihat Ken sedang berdiri di depan rumah Andin. Seren hanya melirik sekilas, lalu pergi ke kantor.


***


Andin sudah rapi dengan dandanan natural kesukaannya. Dress berwarna biru muda cerah itu membuat Andin terlihat segar. Sebisa mungkin, Andin menutupi bekas memar di pipinya dengan make up. Setelah yakin penampilannya sudah sempurna, Andin keluar dari kamar dan membuka pintu depan.


"Astaga! Ken, kamu ngapain berdiri di depan pintu? Membuatku kaget saja," ucap Andin.

__ADS_1


"Aku ingin bertanya soal ajakan nonton nanti malam, jadi, kan?" tanya Ken.


"Ya, jadi. Lagipula kau dan Joan adalah keluargaku. Mana mungkin, tidak aku bantu," jawab Andin. Saat Andin bicara dengan Ken, mobil Riko datang. Riko keluar dari mobilnya, ia tidak menghampiri Andin tapi menunggunya di samping mobil.


"Ken, aku berangkat dulu, dah," pamit Andin pada Ken. Andin menghampiri Riko, dan Riko membukakan pintu mobil untuk Andin. Mobil itu berlalu meninggalkan halaman rumah Andin, Ken menatap dengan tidak suka.


"Kenapa si Andin jadi akrab dengan pria itu? Apakah di hati Andin benar-benar sudah tidak ada Jhon?" gumam Ken. Ken pun pergi ke rumah Joan dan berangkat ke kampus bersama Joan, seperti biasanya. Saat Ken datang, Joan sudah menunggu. Joan bergegas naik sebelum Jhon keluar dan tahu bahwa dia dan Ken tidak sedang bertengkar.


Jhon keluar sesaat setelah motor Ken menghilang di belokan gang. Jhon menyalakan mesin motor dan pergi ke kampus, sendiri. Meski masih belum terbiasa tanpa Andin, tapi Jhon belajar merelakan Andin.


***


Di parkiran kampus


Mobil Riko datang bertepatan dengan Jhon. Mereka bertemu di parkiran. Joan dan Ken bersembunyi di balik pohon, agar tidak terlihat oleh Jhon dan Andin. Hati Jhon sakit saat melihat Riko membukakan pintu mobil untuk Andin, Andin tersenyum untuk berterima kasih. Pandangan Andin dan Jhon bertemu, terlihat jelas dari mata keduanya bahwa mereka saling merindukan. Namun, Jhon segera pergi menuju fakultas ilmu komputer. Ada rasa kecewa di hati Andin, karena hanya bisa melihat Jhon sebentar. Andin dan Riko berjalan bersama menuju ruangan seni.


Setelah mereka pergi, Joan dan Ken keluar dari balik pohon yang berada tak jauh dari parkiran. Mereka saling melempar pandangan, lalu menghela napas bersamaan. Mereka jadi pesimis, apakah mereka bisa menyatukan Andin dan Joan kembali.


--------------------------------------------------


#writersupport


Halo teman2 yang setia selalu menunggu aq update.


Yuk mampir ke lapak guruku, sambil nunggu aq update. Siapa tahu kalian suka.


Nama pena authornya 'Mayn Ur Rizqi'


judul novelnya 'Bride'


Authornya itu guruku loh, yuk dkung karyanya yang keren. jngn lupa tinggalkan jejak kalian juga ya😘😘 see you😚

__ADS_1


__ADS_2