Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
44. Memberi kejutan


__ADS_3

Joan dan Ken sedang makan malam di sebuah resto yang tidak jauh dari kantor Ken. 


"Sayang, hari ini, tumben sekali pakai dress?"


"Tidak suka? Kalau tidak suka aku tidak akan memakainya lagi," jawab Joan cemberut.


"Tidak, aku sangat menyukainya. Kamu terlihat sangat cantik," rayu Ken.


"Gombal," ucap Joan.


"Kapan, sih, aku suka gombalin kamu."


Joan terdiam. Selama ini, Ken memang tidak pernah mengatakan kata-kata gombalan. Ia lebih suka mengekspresikan cintanya lewat perbuatan dibanding membuktikan cintanya lewat kata-kata. Joan merasa lega karena ia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membujuk dan merayu Ken.


"Setelah makan, kita mau kemana?" tanya Ken.


"Aku banyak tugas dari kampus, jadi, antarkan aku pulang," jawab Joan.


"Ok." Ken sebenarnya merasa sedikit kecewa. Ia masih ingin bersama Joan, tetapi Ken tidak bisa bersikap egois. Bagaimanapun, pendidikan lebih penting saat ini. Setelah selesai menghabiskan makan malam mereka, Ken mengantarkan Joan ke rumahnya. 


"Terima kasih, selamat malam, sayang. Hati-hati di jalan," ucap Joan. Setelah Ken tidak lagi terlihat, Joan masuk ke dalam rumah. 


***


Seren, Irgi, Lara dan Syahdan sedang berkumpul menonton acara televisi. Ken tiba di garasi rumahnya, setelah memarkir motornya, Ken masuk ke dalam rumah. Di ruang keluarga, Ken melihat mereka sedang berkumpul. Ken menghampiri. 


"Kak Seren, kak Irgi, kalian disini?" tanya Ken. 


"Ken. Tumben masih sore sudah pulang?" tanya Irgi. 


Karena biasanya Ken sangat larut malam, jika ia pergi berkencan dengan Joan.


"Joan sedang banyak tugas kuliah," jawab Ken. 


"Ken, sebentar lagi, kamu akan mempunyai keponakan," ucap Lara. 


"Keponakan? Kak Seren?" tanya Ken.

__ADS_1


Seren mengangguk membenarkan dugaan Ken.


"Selamat, Kak. Akhirnya anggota keluarga kita akan bertambah," ucap Ken. Ken pamit pada mereka untuk masuk ke dalam kamar. Ken melepaskan kemeja dan jas yang ia pakai. Ken tersenyum menetap kalung yang Joan berikan padanya.


"Pelit sekali, dia hanya memberikan separuh hatinya padaku. Padahal aku memberikan seluruh hatiku padanya," gumam Ken. Ia kemudian mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Ken berendam di bak mandi dengan air hangat. Ken sangat lelah seharian tadi, ia butuh berendam air hangat untuk merilekskan saraf-saraf tubuhnya yang tegang. Ken bersandar dan memejamkan mata, mengenang kembali tingkah Joan di kantor tadi.


Joan yang biasanya malu-malu, siang tadi di kantor Ken, Joan sengaja menggoda Ken. Bahkan Joan tidak peduli saat ada orang yang mengetuk pintu kantor. Ken tersenyum geli mengingatnya. 


"Dia sangat manis hari ini, rasanya gula aja kalah manisnya," gumam Ken. Ken menyudahi acara berendam dan membasuh tubuhnya di bawah kran shower air hangat. Dua puluh menit kemudian ia selesai mandi dan berganti baju lalu turun dan pergi ke dapur. Ken menyeduh teh dan pergi berkumpul dengan keluarganya, menonton televisi. Tetapi mereka lebih fokus mengobrol dan bercanda dibanding menonton televisi. Waktu berlalu dan malam semakin larut. Syahdan dan Lara pamit untuk beristirahat. Ken, Seren dan Irgi juga merasa lelah dan ingin beristirahat. 


Seren mengganti bajunya dengan piyama tidur lalu berbaring sambil memeluk Irgi. Irgi mengusap-usap perut Seren dengan lembut.


"Kak, kita belum memberitahu Mama Marinka, haruskah kita telepon sekarang?" tanya Seren. 


"Jangan! Besok saja kita ke rumah Mama, dan memberitahukan kabar gembira ini secara langsung. Biar jadi kejutan," jawab Irgi.


"Hem. Baiklah," ucap Seren. Perlahan-lahan mata Seren mulai berat dan terpejam. Tidak lama ia pun tertidur. Irgi pun sama, ia terlelap setelah terdengar dengkuran halus dari Seren. 


Namun, satu jam kemudian, Seren terbangun dan pergi ke kamar mandi. Seren membasuh tubuhnya di bawah kran shower air hangat. Selesai mandi, Seren berdandan cantik dan membangunkan Irgi.


"Kak, bangun. Kak, ayo bangun," ucap Seren sambil menarik tangan Irgi.


"Sayang, kamu cantik sekali, mau kemana malam-malam begini?" tanya Irgi. 


"Jalan-jalan. Ayo, Kak, antar Seren jalan-jalan." Seren menarik tangan Irgi agar ia bangun. 


"Jalan-jalan kemana larut malam begini?"


"Pokoknya anterin!" Seren melepaskan tangan Irgi dan cemberut karena Irgi tidak mau bangun.


Irgi tidak mau melihat Seren bersedih, apalagi kini ia sedang hamil. Irgi pun pergi mencuci wajahnya dan mengganti baju tidurnya. Irgi menggandeng Seren dan mereka pergi dengan menggunakan mobil. Ken melihat dari kaca jendela kamarnya, saat mobil Irgi keluar dari gerbang rumah, dan satpam mereka membuka serta menutup gerbang kembali.


"Malam-malam begini mereka mau kemana? Apa mereka akan pulang ke apartemen?" Ken bertanya-tanya sendiri sambil memandang lurus ke arah pintu gerbang. 


Malam itu, Ken tidak bisa tidur. Entah kenapa, melihat mobil Irgi keluar, hati Ken makin tidak tenang. Tidak biasanya ia khawatir saat Irgi dan Seren pergi. Ken memutuskan mengikuti mereka dengan motornya, ia menelepon Fadil sebelum berangkat.


Panggilan tersambung.

__ADS_1


"Halo, Kak Fadil. Bagaimana dengan pengawal yang aku suruh untuk menjaga Kak Seren? Apa mereka masih mengikuti Kak Seren?" tanya Ken. 


"Mereka melapor jika mereka baru saja meninggalkan rumahmu. Mereka berjaga di dalam mobil di seberang jalan tepat di depan rumah. Karena Seren sudah tidur, mereka pulang," jawab Fadil.


"Kak Seren baru saja pergi, entah mau kemana. Tapi hatiku tiba-tiba tidak tenang," ucap Ken.


"Mereka baru saja melapor, mungkin belum jauh dari rumahmu. Akan kusuruh mereka kembali mengikuti Seren. Mereka sudah mengaktifkan GPS di ponsel Seren. Tenanglah!" ucap Fadil.


Tadi siang saat Seren ke rumah sakit, salah satu pengawal itu sengaja menabrak Seren dan mengambil ponsel Seren untuk mengaktifkan GPS di ponsel Seren. Setelah selesai, pengawal itu mengembalikan ponsel Seren dan berpura-pura bahwa ponsel Seren terjatuh. 


Fadil menelepon para pengawalnya dan mereka segera melaksanakan perintah dan mencari lokasi Seren saat ini. Ken juga sudah melaju menaiki motornya. Ia melaju dengan kecepatan tinggi karena ia sudah tertinggal jauh dan Ken juga ketinggalan jejak mobil Seren. Ken berhenti di trotoar dan menelepon Irgi. Namun Irgi tidak menjawab karena ponselnya ia silent dan ditaruh di laci dashboard mobil. Ken kembali menaiki motornya dan berkeliling mencari Irgi dan Seren.


_______________________


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir juga di sini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO 


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa 


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu 


-Putri Yang Tergadai 


-Aunty Opposite Door I Love You 


Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘


Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.

__ADS_1


Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏


__ADS_2