
Malam hari Chika terbangun dari pingsannya
"Aahhsss pusing sekali!"Chika meringis merasakan pusing.Chika membuka matanya.dengan kaget melihat sekeliling hanya pepohonan dan kegelapan
"Toloongggg..hiks tolongg aku....siapapun tolonggg!"Chika berteriak sekencang kencangnya.Ternyata didekat tempat Chika berteriak ada sekelompok pendaki gunung yang tiba disana saat Chika pingsan.Para pendaki itu ada dibawah bukit tempat Chika berada
"Eh ehh kok ada teriakan minta tolong malam malam gini ditengah hutan lagi hiihhh"ucap salah seorang pendaki
"Aduh jangan jangan ada hantunya lagi!"timpal pendaki lainnya
"Jangan ngaco lo ah.mungkin aja tuh orang yang tersesat!"ucap yang lainnya lagi
Mereka semua pria pendaki gunung.Mereka berempat kuliah ditempat yang sama.Mereka berempat bersahabat sejak kecil.Mereka sangat mengenal watak masing masing dari mereka
"TOILOOOONNGGGGG"Chika mengeraskan suaranya
"Tuh kan suara cewek.Kalian semua penakut.Gw samperin ah,lumayan kan biar anget nanti malam.hahaha" Abeng adalah yang paling mesum dan playboy.Ichal yang paling baik dan pendiam.Zon yang paling polos.Ikin playboy tapi bukan pemaksa.Diantara mereka Abeng lah yang paling nakal karena jika dia menyukai seorang wanita,maka dia akan melakukan apapun untuk bisa menidurinya
Abeng dan Ichal menghampiri suara Chika dan menemukan Chika yang tertunduk ketakutan.Abeng menghampirinya dan berjongkok didepan Chika
"Hei kamu baik baik saja kan?"tanya Abeng.Chika mengangkat kepalanya dan menatap Abeng yang berjongkok didepannya
"Siapa kalian..tolong ja...jaangan sakiti aku tolong!"Chika ketakutan setengah mati melihat dua lelaki yang satu berjongkok dihadapannya yang satu berdiri tak jauh dengan tangan bersedekap dan tatapan dingin
"Kamu tidak usah khawatir kami anak MAPALA.Biar kubantu kamu!"ucap Abeng membuka ikatan tali ditangan dan kaki Chika
Setelah membuka ikatan tali itu,Abeng membantu Chika bangun dan bertanya pada Chika
"Kenapa kamu bisa ada dihutan ini.Siapa yang sudah mengikatmu?"tanya Abeng penuh perhatian
"Teman sekelas yang membenciku mengikatku dan membuangku ke hutan ini!"ucap Chika.Chika ketakutan melirik Ichal yang diam saja dan menatap tajam.Abeng melihat raut ketakutan diwajah Chika lalu Abeng menoleh ke arah Ichal
"Chal kau membuat dia ketakutan!"hardik Abeng pada Ichal
"Malam ini tidurlah dikemah kami,besok kami antarkan kamu pulang.tidak usah takut,ayo!"Abeng menuntun Chika yang sudah lemas ketendanya.
"Tidurlah disini malam ini,besok kami antar pulang!"Abeng pergi keluar setelah mengantar Chika kedalam tenda.Dalam otak Abeng sudah terbersit rencana jahat untuk menggagahi Chika saat mereka semua tidur
Tengah malam pun tiba.Abeng yang saat itu tidur ditenda Ichal keluar diam diam.Abeng tidak tahu jika Ichal tidak tidur.Ichal bangun dan duduk didalam tendanya sambil mengintip Abeng.Benar dugaan Ichal bahwa Abeng pasti akan berbuat mesum pada Chika.Saat Abeng sudah masuk ke tenda Chika saat itulah Ichal keluar dari tenda.Abeng **** Chika dan dengan cepat membekap mulut Chika dengan satu tangan dan tangan yang lain memegangi satu tangan Chika.Tangan Chika yang bebas berusaha mendorong Abeng
"Emm..eemmm"suara teriakan Chika tak bisa keluar.Ichal masuk dan menarik Abeng menjauh
__ADS_1
"Lepasin dia Beng!"ucap Ichal melindungi Chika.Chika duduk dibelakang Ichal yang berjongkok.Abeng yang terduduk akibat ditarik Ichal yang menariknya tadi membentak Ichal
"Minggir lo.gak usah ikut campur.gw yang nyelamatin dia tadi.sudah sewajarnya dia balas budi sama gw!"bentakan Abeng membangunkan Zon dan Ikin yang tidur ditenda mereka.Mereka keluar dan menghampiri Abeng yang marah.Abeng menarik Ichal keluar dari tenda.Chika yang ketakutan juga keluar dari tenda
"Gw gak mau lo ngerusak anak gadis orang!"bentak Ichal.Abeng yang kesal memukul wajah Ichal
Buuggg
"Aakkhhh,,"Chika berteriak melihat Ichal yang dipukul Abeng.Ikin dan Zon memisahkan mereka.Zon memegangi Ichal dan Ikin memegangi Abeng
"Hehhh..kalian ngapain sih mesti berantem kaya gini.Ingat persahabatan kita!"ucap Ikin
"Ichal yang ganggu gw duluan!"ucap Abeng
"Gw gak pernah ganggu lo kalau cewek yang lo tidurin itu sukarela menyerahkan tubuh mereka.Ini beda urusannya kalau lo mau merkosa dia!"ucap Abeng
"Beng..wah lo bener bener.gw juga pemain wanita tapi gw gak pernah mau jadi pemerkosa.berabe urusannya kalau lo masuk penjara gimana?"ucap Ikin
"Gw juga suka main sama cewe tapi jangan bikin cewek nangis dong"ucap Zon
"GAKK NYAMBUUNG ZOONN"ucap Ikin dan Ichal bersamaan
"Oh maaf!"ucap Zon polos
"Ya udah gw minta maaf!"ucap Abeng
"Ya udah Chal,tuh cewek biar tidur di tenda lo.Dan lo Beng tidur sono,masuk ke tenda lo!" diantara mereka memang ucapan Ikin lah yang paling didengar.Abeng masuk kedalam tendanya.Ichal menghampiri Chika
"Lo ikut gw!" ucap Ichal menarik tangan Chika yang ketakutan
"Jangan khawatir lo aman sama gw!"ucap Ichal.Mereka masuk ke tenda Ichal.Chika tidur dan diselimuti oleh Ichal.Ichal juga berbaring ditenda
"Kamu juga tidur disini?"tanya Chika
"Iya.biar gw yakin kalo lo aman.tak usah khawatir,gw kalau tidur anteng gak bakal sampe ngegeser ketempat lo.Udah tidur.Lo disitu gw disini tuh gw juga udah bikin batas pake ransel gw!"Ichal memejamkan matanya.Chika juga sangat mengantuk
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**di rumah Syahdan
Sudah tengah malam tapi Lara belum juga pulang ke rumah.Syahdan mondar mandir di ruang tengah menunggu Lara.Seren merasa haus tapi gelas di nakasnya kosong jadi Seren kedapur untuk mengambil air.Seren melihat ayahnya belum tidur dan sedang mondar mandir gelisah.Seren menghampiri ayahnya
__ADS_1
"Pah.belum tidur?,"tanya Seren
"Belum sayang!"jawab Syahdan
"Papa kenapa gelisah sekali?"ucap Seren
"Papa nunggu mama.tadi siang papa sedikit membuat mama kesal!"ucap Syahdan
"Ya udah jemput mama pah kalo mama gak mau pulang!"ucap Seren
"Apa mama mau kalo papa jemput?"tanya Syahdan
"Usahalah pah kalo papa ngerasa salah!"ucap Seren.Mendengar saran Seren akhirnya Syahdan pergi menjemput Lara di caffe.Sampai di caffe,Syahdan menelpon Lara
drrtt drttt drttt...Lara melihat ponselnya dan melihat panggilan masuk dari Syahdan.Lara menerima panggilan Syahdan
"Halo mas!"sapa Lara
(Aku didepan caffe)
"Ehm!"Lara menutup panggilan dari Syahdan lalu pergi kepintu caffe.Lampu caffe sudah dimatikan.Hanya lampu kantor saja yang masih menyala.Lara menyalakan lampu caffe dan membuka pintu
"Masuklah!"ucap Lara.Syahdan dan Lara masuk kedalam kantor setelah sebelumnya mengunci pintu dan memadamkan lampu caffe kembali
"Ngapain mas malam malam kesini?"tanya Lara yang duduk dimeja kerjanya kembali dan sibuk menatap layar laptop
"Kamu masih marah?,sampai sampai tidak mau pulang!"tanya Syahdan
"Tidak mas!,aku banyak kerjaan!"ucap Lara datar.Syahdan menghampiri Lara dan menutup laptop Lara.Lara menyandarkan punggungnya kebelakang
"Rasanya aneh kita marahan kaya gini La.Sejak dulu kita selalu bisa menyelesaikan masalah kita sebesar apapun itu.Jadi aku ingin masalah kali ini juga bisa kita bicarakan baik baik!"ucap Syahdan
"Baiklah..aku akan bicara jujur padamu.Yang tadi siang itu kenalan lamaku dan dia kemari ingin menyewa caffe ini untuk ultah putrinya dan juga merayakan aniversarry pernikahan mereka!"ucap Lara
"Sekarang aku tanya.siapa wanita yang tadi siang mas antar?"tanya Lara
"Itu teman kamu Hanum.aku kasihan pada anaknya jadi sekalian aku ingin kesini makanya aku membawa mereka!"jawab Syahdan
"Wanita yang mas peluk di rumah sakit siapa?"tanya Lara kembali
"Oh itu pasien yang tiba tiba pingsan.Masa mas harus diam saja.Laraku sayang,mas kan cuma cinta sama kamu sayang!"ucap Syahdan
__ADS_1
"Ok..kita pulang kalau gitu tapi aku males nyetir.Mas saja yang nyetir!"ucap Lara.Mereka pulang menggunakan mobil Syahdan.Mobil Lara diparkir dihalaman rumah Zidane.Kesalah fahaman yang menyiksa hati Lara sudah terselesaikan.Asalkan Syahdan bicara Lara tak pernah meragukan ucapan Syahdan