Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
Love story (Chika&Ichal)


__ADS_3

hy readers


buat kalian yang nunggu kisah


Seren-Irgi


Jhon-Andin


Ken-Joan


tunggu dengan sabar ya sayang


nanti ada kok!


Ini episode spesial Chika-Ichal


khusus kisah mereka


episode spesial tokoh yang lain menyusul


********************************


Seren dan Chika makan siang sambil mengobrol dan melepaskan rasa kangen.


"Chik!,kamu berubah 180'.Ceritakan padaku bagaimana kehidupanmu di Paris!" ucap Seren sambil menyuap sesendok nasi yang sudah dicampur sup.


"Tidak ada yang spesial,teman teman dikelas modeling juga sangat baik.Jika di Indo persaingannya kadang tidak jujur atau main fisik.Tapi disana mereka bersaing hanya sewaktu tampil diatas catwalk" Chika bercerita dengan wajah sumringah membuat Seren ikut membayangkan kehidupan Chika di Paris.


"Bagaimana dengan dirimu?,papa dan mamamu apa kabar?"


"Mama baik,cuma papa terkadang sering merasa sakit dibagian dadanya.Dokter bilang sih infeksi paru paru!"


"Lalu bagaimana hubunganmu dengan kakakku?,apa dia sudah melamarmu?" tanya Chika menatap wajah Seren dengan penuh rasa penasaran.


"Belum.Aku yang bilang padanya,untuk jangan memikirkan masalah pernikahan dulu.Aku masih harus mendidik Ken agar kelak saat aku menikah,Ken yang mengurus perusahaan ini.Aku ingin saat sudah menjadi istri Irgi,maka aku bisa menjadi istri dan ibu yang baik seperti mama.Tidak pergi bekerja dan hanya fokus mengurus rumah!"


"Hemm..aku sangat ingat,cita citamu hanya ingin menjadi seperti sosok tante Lara.Jangan lama lama juga menundanya!,nanti kakakku bisa berpindah haluan,, hahaha" Chika senang sekali menggoda Seren.Impian dan cita cita Seren begitu sederhana,dia hanya ingin seperti Lara.

__ADS_1


Selesai makan siang,Seren kembali sendiri ke kantornya.Karena Chika akan pergi ke kantor Irgi untuk menemui Ichal.Dia kembali menyetop taxi dan pergi ke kantor Irgi.


Sampai disana,Chika langsung masuk ke kantor Irgi dan melihat Irgi sedang berbicara dengan sekertaris barunya.Gadis yang tingginya hampir sama dengan Chika.Chika merasa pernah melihat gadis itu,tapi Chika tidak ingat dimana.


"Ok..kamu urus sisanya.Beritahu saya jika ruang rapat sudah siap!" ucap Irgi pada sekertaris itu.Sebelum keluar,sekertaris itu melirik Chika sekilas lalu tersenyum jahat.


"Kak!,itu tadi siapa?"


"Sekertaris baruku yang papa rekrut tadi pagi!.Kenapa?" tanya Irgi.


"Tidak apa apa,hanya saja wajahnya sedikit familiar.Siapa namanya?" tanya Chika.


"Nezha Mawarlian.Sudahlah tidak usah basa basi menanyakan sekertaris kakak,padahal tujuannya nyari Ichal kan!" Dan tebakan Irgi dibenarkan dengan senyuman tersipu Chika.


"Kak Ichal lagi sibuk ya,kak Irgi?"


"Tidak!,hari ini harusnya sih dia tidak ada kerjaan.Karena tadi pagi dia sudah menyerahkan designnya.Sekarang kakak akan rapat dengan klien,semoga saja klien kita nanti menyukai design apartement yang dibuat oleh Ichal!"


tok tok tok...Nezha mengetuk pintu dan masuk setelah disuruh oleh Irgi.Chika memandang lekat lekat wajah Nezha dan mengingat wajah seseorang yang mirip dengannya.Hanya rambutnya sajalah yang membedakan.Orang yang ada dalam bayangan Chika itu berambut pirang sedangkan Nezha berambut hitam legam dengan panjang sebahu dan poni sejajar alis.


"Pak Direktur,ruang rapat sudah siap.Klien kita juga sudah menunggu di ruang rapat!" ucap Nezha.


Chika mencari Ichal di ruang departement design.Saat Chika masuk,semua karyawan yang ada di ruang design itu berbisik bisik membicarakan Ichal.


"Eh.ehh itu kan putri pak Ronald!.Mau maunya ya model cantik seperti itu dengan bawahan ayahnya.Padahal mau mencari jodoh seorang CEO juga bisa!" bisik salah satu karyawan.


"Iya..emang sih pak Ichal ganteng!,tapi kan cuma manager tim design disini!" timpal yang lainnya.


"Hai sayang!"sapa Chika.Ichal menghampiri dan segera menarik Chika pergi.


"Hei tunggu dulu!,kak Ichaal tunggu dulu!." Chika menarik lengannya saat sampai di parkiran.


"Kenapa?,kak Ichal marah dengan ucapan mereka?"


"Kakak cuma tidak ingin kamu mendengar ocehan mereka.Kalau kakak sudah biasa mendengar mereka.Apa kamu sedih?" tanya Ichal


"Tidak!,aku tidak peduli dengan omongan orang lain.Asalkan kak Ichal hanya mencintaiku saja,itu sudah cukup!.Ayo kita pergi!" Chika masuk kedalam mobil Ichal lebih dulu.Ichal menyusul tapi dia tidak segera menghidupkan mesin mobilnya.

__ADS_1


"Kenapa?"tanya Chika


"Hadiahku kemarin belum kamu berikan,sayang!.Mana hadiahku?" Ichal menadahkan tangannya.Chika menaruh tangannya ditangan Ichal lalu mendekat dan mencium pipi kiri Ichal.Ichal tersenyum dan mempunyai ide jahil.


"Sebelah kanannya belum!" ucap Ichal.Tapi saat Chika akan mencium pipi kanannya,Ichal malah berbalik dan melumat bibir Chika dengan penuh kerinduan


"Umm..kak Ichal nakal,bohongin Chika!" Chika mendorong Ichal.Ichal tersenyum lalu menjalankan mesin dan melaju ke arah taman.Mereka duduk ditaman dan melihat penyanyi jalanan yang sedang menyanyikan lagu Alan walker dengan pengucapan yang acak acakan.Chika tersenyum dibalik punggung Ichal karena takut terlihat oleh penyanyi jalanan itu.


"Kenapa,sayang?.Ngawur ya lagunya!" ucap Ichal.Chika hanya mengangguk sambil terus tertawa pelan dibalik punggung Ichal.


"Iya deh yang baru pulang dari Paris mah jago bahasa inggris,ya kan!.Kamu bilang disekolahmu diwajibkan menggunakan bahasa inggris agar teman teman yang berbeda negara bisa mengerti!" ucap Ichal.


"Aku juga belajar sedikit bahasa Prancis saat di Paris!" jawab Chika.


"OH ya?,coba aku mau dengar kamu bicara dalam bahasa Prancis!" ucap Ichal


"Je t'aime.Mème si tu es laid et vleux.Mème si tu as l'air vleux maintenant,,hahaha.


(Aku mencintaimu.Meskipun kau menjadi jelek dan tua.Meskipun sekarang juga sudah terlihat tua)" Chika melenggang pergi sambil tertawa.


"Tunggu,..sayang!.Apa artinya tadi?.Kenapa kamu tertawa?,pasti kamu ngatain aku kan!.Ayo jawab!" Ichal menyusul langkah Chika yang sedang tersenyum geli sambil memegang perutnya.


"Chika..jawab aku atau kucium kamu disini!" ancam Ichal.


"Hahh..menyeramkan ancamannya!.Baiklah aku jawab!, 'aku mencintaimu' !" Chika berlari menjauh dari Ichal.Ichal diam sambil bergumam dalam hati.


(tadi panjang banget,mana mungkin artinya sependek itu)


Saat Ichal sadar dan menoleh ternyata Chika sudah menjauh darinya.Ichal berlari mengejar Chika.


Dari kejauhan ada sebuah mobil yang sedari tadi mengikuti mereka.Seorang wanita berpakaian hitam juga memakai kaca mata hitam didalam mobil itu tersenyum jahat.Dia terus memperhatikan Chika dan Ichal yang berlari berkejar kejaran di taman dengan tersenyum bahagia.


"Berapa lamakah kamu akan tertawa?,,hahaha" ucap perempuan itu.Entah apa yang direncanakan perempuan itu.Yang jelas dia sepertinya menyimpan dendam kesumat begitu lama.


********


Siapakah dia dan apa yang akan terjadi dengan Chika?

__ADS_1


Tunggu up selanjutnya dari author ya!!


see you readers ter♡


__ADS_2