Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
eps 30


__ADS_3

its time to the end of this story



meski berat tapi harus author lakukan


bnyak yang masih berharap Syahdan n Lara


ttp berlanjut,tapi maaf readers karena author ğak bisa ngerubah cerita awal yang author usung



maklum author teh emak2 rempong..haha author jd g bisa memperpanjang kisah mereka.siap siap say goodbye sm mereka deh klo gtu


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


***3hari kemudian



"huueeek huuuff huueekk"Lara tidak tahu kenapa hari ini kepalanya pusing,dan mual mual.Lara memegangi keningnya


"Aku tidak panas,ada apa denganku"gumam Lara di dalam kamar mandi.



tok tok tok..



"Sayang kamu gak apa apaa.."ucap Syahdan diluar pintu kamar mandi.Dia merasa khawatir karena Lara tidak keluar keluar dari kamar mandi dan terus terdengar muntah muntah.



"Gapapa mas!"jawab Lara.Dia membasuh mulutnya di washtapel setelah merasa mualnya reda Lara keluar



"Sayang kamu bilang gapapa tapi muka kamu pucat banget sayang.Kita ke dokter ok"Syahdan bicara sambil memegang kedua pipi Lara.Syahdan sangat khawatir akan keadaan Lara



"Gak mau mas!aku mau tiduran aja!"Lara melangkah ke ranjang dan langsung merebahkan tubuhnya miring.Syahdan menghampiri Lara dan menyelimutinya.



"Mamaa,,Selen mau main"Seren masuk ke kamar Lara.Hari ini tanggal merah jadi Seren libur sekolah.Lara bangun meski kepalanya terasa berat,tapi dia tidak mau Seren kecewa jika Lara menolak menemaninya.



"Seren mau main apa sayang?"tanya Lara lembut



"Kita main pelosotan di taman ya mah,mana antelin Selen!"kata Seren sambil menarik tangan Lara.Lara mengikutinya tapi baru dua langkah Lara tak sanggup berdiri dan akhirnya pingsan tergeletak.Syahdan yang sedang duduk di ranjang langsung menghampiri dengan panik.Seren menangis melihat Lara pingsan



"Sayang kamu kenapa sih bandel banget"Syahdan bicara lalu membopong Lara keluar.



"Maaf pah Selen janji gak bandel lagi hikss hikkss..."Seren mengira ayahnya sedang marah padanya.Seren berjalan mengikuti ayahnya yang membawa Lara keluar.Syahdan akan membawa Lara ke rumah sakit.



"Seren sayang papa ga marah sama Seren,tapi papa lagi ngomelin mama jarena ga mau nurut sama omongan papa.Jadi Seren jangan nangis lagi ok sayang"Syahdan menjelaskan pada Seren



"Iya pah Selen ga nangis lagi!"jawab Seren menghentikan tangisnya dan mengusap air matanya



"Sekarang papa mau bawa mama ke rumah sakit.Seren di rumah sama bibi ya!"Syahdan lalu memanggil pak Samin



"Pak Samin,,"panggil Syahdan yang melihat pak Samin sedang menggunting rumput dihalaman.



"Ya Den!"jawab Pak Samin menghampiri Syahdan



"Cepat ambil mobil!saya mau membawa Lara kerumah sakit!"Jawab Syahdan.Tak lama pak Samin sudah memarkir mobil di samping Syahdan lalu turun membukakan pintu untuk tuannya.Syahdan mendudukan Lara setelah itu dia masuk dan memeluk Lara agar tetap terduduk.Sepuluh menit kemudian mereka sampai.Setelah pak Samin membukakan pintu Syahdan keluar lalu membopong Lara keruang UGD.

__ADS_1



"Dokter tolong dok istri saya pingsan"Syahdan berkata pada dokter yang sedang berjaga.Dokter lalu memeriksa Lara yang berada di gendongan Syahdan



"Coba saya cek dulu"kata sang dokter.Setelah mengecek tak ada luka,dokter menyuruh membaringkan Lara di ranjang periksa saja karena tidak ada harus dijahit.


"Ok tolong bapak letakan disini saja"dokter itu menunjuk brankar yang terletak disamping tempat duduknya.Dokter itu mengusapkan minyak di depan hidung Lara.Lara pun sadar tak lama setelahnya



"Sayang kamu dah sadar?"tanya Syahdan menghampiri istrinya.Lara bangun dan duduk di ranjang.


"Dok istri saya kenapa?"tanya Syahdan



"Nanti ya pak sabar.Saya perlu menanyai pasien terlebih dulu"kata sang dokter


"Nyonya apa yang anda rasakan sekarang?"tanya sang dokter pada Lara



"Saya merasa pusing dan mual mual dok.Badan saya juga lemas tak bertenaga"jawab Lara



"Sepertinya kita harus tes urine dulu untuk memastikan diagnosis.Menurut diagnosa saya itu adalah tanda tanda kehamilan,tapi untuk lebih tepatnya nyonya tes urine saja dulu.Ini tabung untuk menyimpan urinenya dan toiletnya di sebelah sana!"dokter itu memberikan tabung kecil pada Lara dan menunjukan toilet disamping ruang periksa.Lara selesai menampung urine dan menyerahkan pada dokter.Dokter membawa urine itu ke ruang lab sebentar lalu kembali lagi ke ruang periksa.



"Selamat nyonya anda sedang mengandung.Usia kandungan anda lima minggu"ucap dokter



Syahdan tersenyum pada Lara dan setelah mendapat penjelasan dari dokter mereka pun pulang.Di mobil Syahdan tak henti tersenyum menatap Lara.Pak Samin yang khawatir pada sang nyonya akhirnya bertanya.



"Bagaimana keadaan anda nyonya?"tanya pak Samin



"Saya baik baik saja pak.Tak perlu khawatir!"jawab Lara




"Selamat tuan,nyonya"pak Samin memberikan ucapan selamat


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


***8bulan kemudian



Hari hari kehidupan rumah tangga Lara dan Syahdan begitu bahagia.Apalagi dengan kehamilan pertama Lara.Membuat keluarga kecil mereka terasa makin lengkap.Seren hampir setiap hari mengelus perut Lara yang sudah makin membesar



"Dede bayi nanti main sama kak Selen ya?"Seren selalu mengajak calon adiknya berbicara.Dan Lara selalu menjawab untuk pertanyaan Seren



"Iya kakak Selen nanti dede mau main sama kak selen!"jawab Lara sambil satu tangannya mengelus ràmbut Seren dan satu tangannya yang lain mengelus perutnya



"Sàyang... kalian itu kayanya lupa ya kalo disini jugà ada papa!"Syahdan pura pura merajuk pada sang istri



"Oh iya..selamat pagi papa,,"Lara berbicara dengan menirukan suara anak kecil seolàh anak yang didalam perut yang menyapa papanya.



"Pagi sayang..emuahh"Syahdan mencium perut Lara yang sedang diusap usap Seren.Hari ini Syahdan sedang malas kekantor karena kehamilan Lara sudah masuk usia sembilan bulan.Syahdan ingin menjadi suami SIAGA untuk Lara.



"Mas kita sudah menghias kamar untuk bayi kita.Tapi kita belum membeli perlengkapannya,bagaimana kalau hari ini kita belanja?"Lara mengajak merekà ke mall untuk membeli perlengkapan bayi.



"Baiklah,,Seren juga sudah lama tidak ke mall"jawab Syahdan

__ADS_1



"Holle kita pelgi ke lestolan juga ya pah.Lestolan yang dulu Selen ketemu sama mama,Selen mau makan disànà pah"ucap Seren dengan bahagia



"Ok sayang kita kesana..yukk jalan sekarang"Syahdan membantu Lara bangun dari sofa lalu menggendong Seren.Mereka pun pergi dan berkeliling disanà,mereka juga mampir di restoran pertama kali mereka bertemu.Mereka sangat bahagia mengenang masa masa itu.Setelah puas berkeliling dan membeli semua keperluan untuk sang bayi,Syahdan dan Lara menuju parkiran mereka hendak pulang



Saat Syahdan dan Lara sedang berjalan menuju ke mobil.Sebuah sepeda motor melaju dengan ugal ugalan di parkiran dan menyenggol Lara.Lara terjatuh dan kesakitan



"Àkkhhh.."bruukk Lara terjatuh



"Hei kauu"Syahdan memaki pengendara sepeda motor yang bahkan tidak menoleh dan terus melaju pergi dengan kencang



"Aawww aahh sakit mas"Lara meringis kesakitan dan disela sela pahanya merembes darah yang mengalir sampai ke mata kakinya.Syahdan panik dan segera membopong Lara memasukannya ke mobil.Seren menyusul duduk disamping Lara,Syahdan segera melajukan mobilnya ke rumah sakit.Setelah sampai Syahdan turun dan melapor ke bagian UGD,lalu suster dan petugas UGD membawa brankar ke parkiran.



Mereka menidurkan Lara di brankar dan mendorongnya ke ruang bersalin.Lara pendarahan cukup banyak dan pingsan sebelum sampai ke ruang bersalin.Syahdan yang ikut berlari disamping Lara merasa cemas



"Sayang kamu harus kuat!"ucap Syahdan



"Maaf pak kami harus mekakukan operasi caesar karena keadaan istri bapak tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal,bapak tolong tanda tangan disini"dokter itu menyerahkan kertas persetujuan untuk operasi caesar.Dua jam kemudian operasi selesai dan dokter keluar dari ruang bersalin



"Dokter bagaimana keadaan anak dan istri saya?"Syahdan menghampiri dokter dan bertanya dengan cemas



"Maaf pak!!"dokter itu mengucapkan kata yang mengejutkan



"Istri saya tidak kenapa kenapa kan dok?"Syahdan meneteskan air mata


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^



the end deehh



Jngn lupa tunggu extra partnya ya



dijamin kalian suka


silahkan tinggalkan jejak dan silahkan komen ya readers



Author mau ngumpet dulu ah ....


takut diomelin readers hehe



bye bye see you readers


jangan lupa baca ekstra part nya kalo ga pasti penasaran







__ADS_1




__ADS_2