
tariikk nafass terus buang
hati hati panas dingin readers
author dah tinggal beberapa epsode lagi nih
end
semoga nanti endingnya kalian suka
happy reading
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Lara tertidur dan Syahdan memutuskan tiduran di sofa yang ada di ruangan itu.Dia benar benar merasa lelahSatu jam kemudian Lara terbangun karena Rina dan Zidane yang masuk membawakan makanan
"La laki lo belum makan dari kemarin kata kakaknya!jadi tadi gue sama Rina bungkusin buat dia"Zidane menaruh makanan itu di meja depan sofa dengan pelan.Zidane tidak mau mengganggu Syahdan yang terlihat lelah sekali
"Calon Zid!!"Lara membenarkan
"La gue nyewa penginapan dekat sini.Seren dan Jeni udah gue suruh kesana.Kasian kan kalo Seren di tdur di rumah sakit ga baik buat kesehatan dia.Sekalian gue juga pamit mau istirahat."ujar Zidane
"hem.makasih ya Zid,Rin.Yaudah kalian pergilah istirahat,aku gapapa ko ada mas Syahdan juga yang nemenin"tutur Lara
Tapi Rina duduk di kursi samping tmpat tdur Lara.Rina ingin bertanya rencana hubungan Lara dan Syahdan.Rina menoleh pada Zidane
"Sayang bisa tinggalin aku dan Lara sebentar gak?"tanya Rina pada Zidanr
"Mau ngomong apa sih sayang rahasia banget kayanya?"tanya Zidane heran
"Zid bentar aja ya!!please"pinta Rina
"Ya gue tunggu di luar ok!!"Zidane berlalu setelah mengucapkan itu
Setelah yakin Zidane keluar Rina baru mendekat pada Lara.Rina bisik bisik
"La kamu sama si dusum itu gimana kedepannya apa mau segera menikah atau gimana?"tanya Rina setengah berbisik dia takut Syahdan terbangun
Lara hanya mengangkat kedua bahunya bingung.Karena belum ada ucapan lamaran dari mulut Syahdan
"La kamu taukan Zid dan aku sangat mengkhawatirkanmu.Itulah kenapa kami tidak segera menikah.Kami ingin kau lebih dulu menikah sebelum kami!"ucap Rina
"makasih ya Rin!kalian smpe menunda menikah demi aku"Lara tak enak hati
"La..kamu tau bukan seperti itu maksudku.Maksudku aku ingin kamu menikah dan bahagia sama si dusum itu!"ucap Rina
"Rin dari tadi kamu panggil Syahdan dengan nama dusum.Apaan sih Rin maksudnya?"Lara penasaran
"Duda mesum hahaha"tawa Rina pecah dan Syahdan terusik lalu berbalik menghadap tembok.Untung dia masih tidur Rina merasa lega
__ADS_1
Lara menepak lengan Rina pelan.Lara kasihan tidur Syahdan terganggu.Dokter mengetuk pintu dan masuk untuk memeriksa.
"Permisi nyonya Azwar.Waktunya cek ya!"jelas dokter itu
"Oh iya dok,silahkan"Rina bangkit memberi ruang untuk dokter agar bisa memeriksa Lara.Setelah dokter selesai memeriksa dokterpun berkata
"Semuanya baik.Jika anda istirahat dengan baik dalam seminggu anda sudah boleh pulang!"tegas sang dokter
"Dokter.. suami saya ingin saya dirawat di rumah sakit kota J.Bisakah saya dipindah kesana?"tanya Lara
"Tentu saja boleh.Jika anda mau kami bisa mengurusnya.tapi tidak bisa hari ini"jawab dokter
"Kenapa dok"tanya Rina
"Suster yang biasa kami tugaskan mengantar pasien jika keluar kota hari ini sedang berhalangan"jelas dokter
"Oh begitu"mereka manggut manggut bareng
Setelah itu dokter pergi.Dan Rina juga berpamitan pergi.Dokter dan Rina sudah pergi menyisakan Lara dan Syahdan.Setelah mereka pergi Syahdan menggeliat dan langsung bangun terduduk melihat Lara yang sudah duduk bersandar.
"Sayang maaf aku tertidur!!"ucap Syahdan
"Gapapa mas.Aku juga baru bangun!"jawab Lara
Syahdan melirik jam tangannya sudah pukul 7 malam.Syahdan meminta ijin pada Lara untuk membasuh tubuhnya yang lelah.
"Mereka tidur di penginapan mas!,sudah sana mandi!"perintah Lara sambil berpura pura menutup hidung
Syahdan justru menghampiri Lara dan menggodanya.Syahdan mendekap tubuh Lara dan berpura pura akan menggigitnya
"Sini kamu biar kumakan nyam nyam"Syahdan membuka dan menutup mulutnya sambil mendekap Lara
"Ampun mas hahaha"Lara merasa geli melihat Syahdan menggodanya seperti itu
Karena Syahdan tidak mau membiarkan Lara yang sedang sakit seorang diri,Syahdan hanya berniat mandi sebentar.Tapi pikirannya yang terus menghayalkan Lara menjadikannya mandi lebih lama dari biasanya sembari menghayalkan Lara.
"Apa mas Syahdan tidak kedinginan mandi malam malam selama itu"batin Lara
Syahdan keluar dengan segar dan rambut yang masih basah.
"Mas ko ga dilap rambutnya ?"tanya Lara
__ADS_1
"Gak ada handuk dikamar mandi sayang!"jawab Syahdan
"Kemarin aku lihat suster memasukan handuk ke laci meja yang dekat sofa itu.Coba kamu cari mas!"Lara menunjuk ke arah meja
"Kamu mandi lama banget emang ga dingin,ngapain aja emang di kamar mandi?"tanya Lara
"Olah raga"jawab Syahdan singkat
"Olah raga malam malam dikamar mandi?Olah raga apa?"tanya Lara polos tak mengerti memangnya ada olah raga yang bisa dilakukan di kamar mandi
"Olah raga rahasia"jawab Syahdan sambil mengerlingkan sebelah matanya ke arah Lara.
Seketika Lara bersemu merah dan melempar bantal ke arah Syahdan.
bbuugg ..bantal itu mengenai dada Syahdan.Dan dia hanya tertawa.
"Tau gak sayang aku tadi di kamar mandi bayangin kamu hahaha"tawanya tak henti melihat Lara yang wajahnya semakin memerah malu
"SYAHDAN AZWAAARRR,,apa anakmu tau kalau kamu orang mesum tingkat tinggi hah!!"teriak Lara kesal bercampur malu
"Cuma Lara Zavina seorang yang tau hehe.Kamu harus terbiasa karena setelah kita menikah aku mungkin lebih mesum dari yang kamu kira hahaa"Syahdan benar benar senang sekali menggoda Lara
Lara sudah benar benar kepanasan. wajahnya merah.Dia benar benar bingung menghentikan ocehan cabul dari Syahdan.Yang tidak Syahdan tau adalah di dalam hati Lara sedikit terusik karena ucapan ucapan mesum Syahdan
"Kenapa aku jadi gelisah dengar ucapan duda mesum ini.Ahh ga boleh masa aku terangsang sama ucapan dia sih...Gimana caranya ya bikin dia berhenti ngoceh kaya gitu. aku ada ide!""Lara bergumam dalam hati.Lalu tiba tiba
"aduh"Lara pura pura pusing dan memegangi kepalanya dengan dua tangan
Akting Lara berhasil membuat Syahdan berhenti tertawa dan berubah khawatir.Syahdan segera duduk disamping Lara
"Sayang kamu kenapa hah.apa sakit lagi kepalanya.perlu aku panggilkan dokter at..atau aku aku harus gimana?"Syahdan gugup melihat Lara kesakitan.Syahdan hendak berlari memanggil dokter tapi Lara menahan tangan Syahdan
"Gak perlu.Aku kaya gini karena kamu terus ngoceh bikin kepalaku sakit lagi"Lara beralasan agar Syahdan merasa bersalah dan berhenti bicara ngawur
"Maaf sayang.Mas ga tau kalau itu bikin kamu sakit kepala.Mas sekarang diam mas janji ok!"Syahdan membaringkan tubuh Lara agar beristirahat
Syahdan menggeliat sepertinya badannya pegal pegal karena tidur disofa.Saat Syahdan berjalan ke arah sofa Lara memanggilnya
"Mas.."Lara memanggil Syahdan.Syahdan menoleh dan melihat tangan Lara yang menepuk ranjang dan menyuruh Syahdan tidur disana.Disamping Lara
"Mas tidur disini saja.Pasti tidak nyaman tidur di sofa"seru Lara
"Kamu gak takut apa kalau mas nanti macam macam sama kamu"ucap Syahdan menakut nakuti Lara
"Yang jelas mas ga boleh macam macam tapi cuma TIDUR disampingku.Atau aku akan benar benar pergi darimu!!!"Lara sengaja menekankan kata tidur untuk menganca Syahdan
"Yasudahlah ini juga sudah malam.Kamu harus banyak istirahat.Lebih baik cepat tidur"Syahdan berbaring disamping Lara,memindahkan kepala Lara agar tidur dilengannya.Mereka tidur berhadapan sambil berpelukan sampai pagi menjelang
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
besok nyambung lagi
skrng nyampe sini dulu
tinggalkan jejak kalian
__ADS_1
LaSya lovers...