
Setelah mengantar kepergian Seren dan Syahdan dihalaman,Lara menghampiri Zidane
"Kenapa lagi Zid?"tanya Lara
"Rina La!!,,ga tahu maunya apa.Gara gara kemarin kebetulan Hanum datang ke caffe dan Rina bertemu dengannya.Dia sampai menampar Hanum jadi aku memarahinya!"ucap Zidane
"Memangnya kamu bicara dengan Hanum?"tanya Lara
"Tidak.Aku sedang didalam kantor.Aku bahkan tidak tahu jika Hanum ada di caffe.Rina menampar orang yang bahkan bicara denganku saja tidak.Apa itu tidak keterlaluan!"ucap Zidane
"Emm..itu memang sedikit keterlaluan.Tapi kamu juga tidak harus memarahinya,kamu kan bisa bicara baik baik dengan Rina!"ucap Lara
"Aku bicara baik baik awalnya tapi Rina makin emosi,jadi aku kesal.Apa kau punya cara La.Cara agar Rina percaya padaku bahwa sampai kapanpun aku tidak akan berpaling dari Rina!"Zidane meminta saran pada Lara.Lara berpikir bagaimana caranya supaya Rina kembali berdamai dengan Rina
"Ah aku punya ide,bagaimana kalau kalian mengadakan bulan madu kedua!,,berlibur berdua gitu Zid!"ucap Lara
"Anak anak siapa yang jaga terus caffe siapa yang akan urus?"tanya Zidane
"Anak anak bisa tinggal disini dan caffe biar aku yang urus ok!,gak ada masalah lagi kan.Pergilah cari tiketnya biar aku yang bicara pada Rina agar dia setuju untuk berlibur denganmu!"ucap Lara
"Tidak apa apa jika anak anak disini?"tanya Zidane
"Tidak apa apa!,mereka kan akrab juga dengan Seren dan Ken.Sudah sana pergi!"Lara bicara sambil mendorong Zidane pergi.Zidane tersenyum dan pergi mengendarai mobilnya.Lara mengambil ponselnya dan menelpon Rina
tutt tuuttt tuuttt...Lara mendial nomor Rina.Dua kali panggilan tapi Rina tidak mau mengangkatnya.Ketiga kalinya Lara menelpon barulah Rina mengangkat panggilan dari Lara
(Halo..hiks hiks)
"Rin..kamu kenapa?"tanya Lara
(Zidane La..hiks hiks.Dia meneriakiku karena aku bicara soal Hanum!)
"Rin..bagaimana jika kalian berlibur berdua dan bicarakan masalah kalian dengan kepala dingin sekaligus membangun kembali kepercayaan dan perasaan kalian!"ucap Lara
(Jadi kamu menyalahkan aku yang tidak percaya pada Zidane.Benar begitu La) Rina marah dengan ucapan Lara
__ADS_1
"Bukan begitu Rin.Jangan salah faham dengan maksudku.Aku ingin kalian kembali damai seperti dulu,mungkin saja liburan bisa mengubah keadaan rumah tangga kalian seperti dulu.Ya ya Rin..mau yah pergi liburan bareng Zid!"ucap Lara
(Baiklah..aku coba untuk memperbaiki hubunganku dengan Zid!)
"Ya udah aku tutup telponnya.bye Rin"ucap Lara
(Bye)Rina menutup telponnya
"Oh iya aku harus meminta ijin pada mas Syahdan!"gumam Lara.Dia lalu pergi dan mengganti baju rumahnya dengan celana panjang hitam berbahan jersey ketat dan dress merah selutut dengan tangan sepanjang sikut memakai tali yang diikat simpul kupu kupu.Lara menaiki mobilnya menuju kantor ekspedisi milik Syahdan
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
** SMA Pelita 1
Seren turun dari angkot tepat didepan gerbang.Chika sudah tiba lebih dulu daripada Seren.Seren dihadang Tita didepan kelas,Seren mendorong Tita sampai terjatuh
"Lo berani banget sama gw.Lo kemarin juga ngedorong gw,lo lihat aja gw bakal balas lo lebih buruk dari ini.Lo tunggu aja!"ancam Tita sambil menunjuk wajah Seren dengan marah
"Terserah lo..gw gak takut!!"jawab Seren.Seren berjalan ke bangkunya dengan santai meskipun baru saja Tita mengancamnya
"Hati hati Ser,aku takut dia benar benar membalasmu!"ucap Chika khawatir.Seren hanya tersenyum
"Tenang saja Chik.aku akan berhati hati pada mereka.Kamu tidak perlu khawatir"ucap Seren.Pelajaràn pertama sudah dimulai.Mereka mendengarkan penjelasan guru dengan seksama
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**di kantor Syahdan
Lara sampai di kantor Syahdan dan langsung pergi ke ruangan Syahdan tapi hanya ada Bandi yang sedang merapikan berkas dimeja Syahdan
"Selamat pagi bu!"sapa Bandi
"Pagi Ban.Kamu lupa ya?"tanya Lara
"Maaf La,tapi ini dikantor tentu saja aku harus sopan dengan atasan!"ucap Bandi.Lara tidak suka jika Bandi memanggilnya ibu,Lara lebih suka dipanggil nama karena terasa lebih akrab
__ADS_1
"Terserahlah kalau gitu.O iya mas Syahdan kemana?"tanya Lara
"Pak Syahdan tadi hanya kesini sebentar lalu pergi ke rumah sakit!,"jawab Bandi
"Oh gitu..di rumah sakit mana?"tanya Lara.Lara memutuskan untuk menyusulnya ke rumah sakit
"RS Pelita!"jawab Bandi
"Terima kasih.Aku susul mas Syahdan kesana saja kalau begitu!"ucap Lara lalu pergi meninggalkan kantor Syahdan dan melajukan mobilnya ke arah rumah sakit
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**dirumah Zidane
Zidane datang dengan dua tiket PP ke Jepang.Rina sedang tiduran di sofa ruang tamu sembari mendengarkan musik dari ponsel yang disambungkan ke speaker bluetooth.Zidane menghampiri Rina dan duduk disofa disamping Rina
"Sayang..luburan yuk!,kamu dulu kan pernah bilang ingin melihat bunga sakura secara langsung.Kita ke Jepang sekarang yuk.sedang ada festival bunga sakura disana.Mau kan sayang?"tanya Zidane lembut
(Dia masih ingat hal yang kuucapkan belasan tahun yang lalu.Sepertinya aku memang salah mencurigai Zidane.selama ini dia selalu setia padaku.Entah kenapa akhir akhir ini aku selalu curiga pada Zidane)Rina bergumam dalam hati
"Sayang udah dong marahnya.Aku minta maaf yah!!"ucap Zidane.Rina pura pura masih marah dengan berbicara ketus pada Zidane
"Ya udah aku maafin.Aku juga mau liburan sama kamu tapi ada syaratnya!"ucap Rina
"Apa syaratnya sayang?"tanya Zidane semangat
"Kamu yang rapihin bajunya ke koper!"ucap Rina ketus
"Ok"ucap Zidane.Diapun segera merapikan bajunya dan Rina kedalam dua koper.Zidane juga merapikan baju Jhon dan Joan untuk dibawa menginap di rumah Lara
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**dirumah sakit
Lara tiba di parkiran rumah sakit.Dia keluar dari mobil.Saat kakinya baru melangkah tiba tiba langkahnya terhenti karena pemandangan yang tak pernah diduga sebelumnya.Pemandangan yang membuat dunia Lara seolah runtuh seketika.Didepan pintu masuk rumah sakit Lara melihat Syahdan sedang memeluk seorang wanita yang hanya Lara lihat bagian belakangnya.Wanita yang memakai kemeja panjang putih dengan celana dan cardigan berwarna coklat muda itu menyembunyikan wajahnya didada Syahdan.Kaki Lara lemas jika saja tidak ada mobil untuk Lara berpegangan maka Lara pasti sudah jatuh ke tanah
__ADS_1
"Mass..hiks hiks hikss...kamu tega mas! kamu jahat!,"gumam Lara dalam isakan tangisnya.Lara masuk kembali ke mobil dan langsung melaju menuju caffe.Niat Lara ingin meminta ijin bekerja tidak jadi dia sampaikan pada Syahdan.Lara langsung ke caffe dan mulai bekerja hari itu juga tanpa ijin pada Syahdan.Lara terus menerus menangis dimobil dalam perjalanan menuju caffe.Saat tiba di parkiran caffe,Lara segera menghapus air matanya dan menutupinya dengan make up agar Rina dan Zidane tidak khawatir padanya