
Die Die terbangun dari tidurnya setengah jam kemudian. Seren mengetuk pintu kamar Die Die.
"Sayang, makan siang dulu, yuk," bujuk Seren.
"Die Die mau makan sama Papa, Ma," ucap Die Die dengan manja.
"Ya sudah, kita ke kantor Papa. Siapa tahu Papa sedang sangat sibuk dan belum bisa beristirahat. Kita paksa Papa supaya makan siang," ucap Seren.
"Ayo, Ma," jawab Die Die. Die Die segera bangun dan berganti baju.
Seren menggandeng tangan Die Die. Di ruang tengah, mereka berpamitan pada Syahdan dan Lara. Setelah berpamitan, Seren mengendarai mobilnya dengan pelan. Die Die selalu ingin melihat pemandangan sepanjang jalan, karena itu Die Die selalu meminta ayah atau ibunya jika menyetir harus pelan, agar ia bisa lebih jelas melihat pemandangan di sampingnya.
Terkadang Seren bertanya pada Die Die, apa bagusnya pemandangan jalanan Ibukota. Hanya ada kendaraan berlalulalang dan kadang hanya ada kemacetan. Namun Die Die menunjuk awan dan gedung yang dilewatinya sambil berkata 'Warna langitnya bagus, Ma' selalu ucapan itu yang Die Die lontarkan. Dalam perjalan, kedua mata Die Die tidak sengaja menangkap sosok sang ayah yang sedang duduk di dalam cafe bersama seorang wanita.
"Ma, berhenti! Itu Papa, Ma," ucap Die Die dengan telunjuk terarah ke sebuah cafe.
"Mana, sayang?"
Seren memicingkan mata dan mencoba untuk memperhatikan lebih jelas. Seketika kobar api kecemburuan membesar di hati Seren. Seren merasa marah, bagaimana bisa Irgi berkencan dengan wanita lain, di saat ia tahu setiap hari kedatangannya di jam istirahat selalu ditunggu sang puteri.
Die Die keluar dari dalam mobil dan berlari masuk ke dalam cafe. Sementara Seren masih terpaku dengan kedua tangan menggenggam setir dengan kuat.
***
Di dalam cafe.
"Konsep rumah seperti apa yang ingin kalian buat?" tanya Irgi. Ia ingin mengalihkan pembicaraan mereka tentang masa lalu.
"Bukan kalian, hanya aku. Aku yang ingin membangun rumah dengan jasa perusahaan konstruksi milikmu dan rancangan yang kamu buat sendiri. Soal biaya tidak masalah bagiku," jawab Zoya dengan tersenyum manis.
"Kenapa membuat rumah sendiri?" tanya Irgi penasaran. Meskipun di hatinya, Zoya sudah tidak memiliki tempat. Namun tidak bisa dipungkiri, Zoya tetaplah pernah menjadi sahabat baiknya, setidaknya Irgi masih menganggapnya sebagai teman. Ia juga ingin tahu bagaimana kabar Zoya selama ini.
__ADS_1
"Suamiku sudah meninggal dunia, dan aku diusir oleh anak tiriku. Beruntungnya, mereka memberikan kompensasi yang lumayan, haha," jawab Zoya.
Di tengah obrolan mereka, Irgi dikejutkan dengan panggilan dari seorang gadis kecil. Gadis kecil itu berlari ke arah Irgi sambil memanggilnya.
"Papa," ucap Die Die. Die Die memeluk pinggang Irgi setelah ia berdiri di samping Irgi.
Zoya menatap Irgi yang membelai rambut puteri kecil yang memanggilnya papa. Ada rasa kecewa saat Zoya tahu jika Irgi sudah mempunyai seorang puteri.
"Die Die, sayang. Die Die ada di sini, dengan siapa kesini?" tanya Irgi sambil menengok sekeliling. Ia melihat mobil merah milik Seren terparkir di depan cafe. Irgi seketika sadar, Seren tidak keluar dari mobil pasti karena cemburu.
"Em, Zoy, kita bicarakan ini lagi lain kali. Aku permisi," ucap Irgi menyudahi obrolan dan segera menggendong Die Die keluar. Namun saat Irgi keluar dari cafe, Seren segera menginjak pedal gas dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Irgi memanggil Seren, tetapi Seren tidak mendengarnya. Irgi segera membawa Die Die masuk ke dalam mobil dan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk mengejar Seren.
Di dalam cafe, Zoya melamun dan bergumam lirih.
"Apakah aku sudah terlambat untuk kembali padamu, Gie? Aku masih sangat menyayangimu Gie." Air mata Zoya menetes tanpa bisa dibendung.
***
Irgi mencoba terus mengejar tetapi ia kehilangan jejak mobil Seren. Karena ia kasihan pada Die Die, Irgi memutuskan pulang dan menitipkan Deandra pada Syahdan dan Lara. Irgi mencoba berpikir, kemana Seren pergi. Sepanjang jalan ia mencari Seren, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Seren.
Tiba di tepi pantai, Irgi melihat mobil Seren di parkiran. Irgi tersenyum lega, karena ia sudah menemukan Seren. Tebakannya benar, Seren sedang duduk di tepi pantai di bawah sebuah pohon besar. Pohon itu adalah tempat saat mereka berempat, Irgi, Seren, Chika dan Ichal pernah berkumpul. Duduk memandangi matahari tenggelam, berpasangan dan saling berpelukan.
Irgi menghampiri Seren dengan langkah perlahan. Ia masih mengingat dengan jelas pertemuan pertamanya dengan Seren, di puncak, Bogor. Pertemuan yang diawali dengan kecelakaan manis. Kecelakaan yang tidak sengaja membuat mereka berciuman. Itu adalah pertama kalinya Irgi jatuh cinta pada Seren. Tidak terasa, kini mereka telah menikah dan memiliki seorang puteri yang cantik, baik dan juga cerdas. Meskipun sedikit manja, tapi Die Die tidak pernah jahat pada teman seusianya.
"Boleh aku duduk di sampingmu? Nona manis," goda Irgi.
"Tidak boleh. Aku lagi bete lihat wajah kamu. Pergi sana!" Seren menjawab dengan ketus.
Tetapi Irgi tidak mendengarkan ucapan Seren. Ia duduk di samping Seren dan menggenggam tangan Seren.
"Sayang, tadi itu klien dan juga teman lamaku. Jangan cemburu, ya?" Irgi merayu Seren dan mengecup punggung tangan Seren.
__ADS_1
"Dia janda?" tanya Seren.
Irgi tercengang, bagaimana Seren tahu kalau Zoya seorang janda. Seren menarik tangannya karena Irgi tidak langsung menjawab.
"Jadi benar, dia seorang janda. Kamu mau mendekati dia karena dia tidak mempunyai suami?" tanya Seren dengan marah.
"Tidak, sayang. Bukan begitu. Aku hanya sedang takjub padamu. Kamu bisa tahu dia janda, padahal aku belum menceritakan tentang dia. Aku sangat bersyukur dan beruntung, karena memiliki istri yang cerdas sepertimu. Terima kasih telah menjadi istriku," ucap Irgi. Ia masih berusaha merayu Seren. Meskipun Seren masih belum menjawab, tapi Irgi tahu, Seren tidak akan marah padanya lebih dari tiga jam.
-----------------------------------------------------
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu
-Putri Yang Tergadai
-Aunty Opposite Door I Love You
Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘
__ADS_1
Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.
Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏