
Jhon berubah jadi lemah lembut di hadapan Andin. Jhon memang berjanji akan berubah demi Andin. Asalkan Andin mau kembali padanya, Jhon akan melakukan apapun.
"Sayang, kita pulang, yuk! Geli lihat Jhon jadi melambai begitu," ucap Joan.
"Wah, dasar jelek. Seenaknya saja bilang aku melambai," tukas Jhon.
"Lah, emang benar, kan? Biasanya juga bilang lo gw, ini jadi aku kamu," ledek Joan.
"Memangnya pacar kamu itu gak sama, apa?"
"Hahaha, sudah, sudah! Kalian ini, lucu. Kaya tikus dan kucing, berantem mulu," ucap Ken. Ken mengajak Joan pergi menaiki motor. Entah kemana mereka akan pergi.
Jhon pindah tempat duduk, dan duduk disamping Andin. Jhon mengambil tangan Andin dan menggenggamnya. Andin menyandarkan kepalanya di pundak Jhon. Pertama kalinya Andin merasa nyaman saat berdua dengan Jhon. Dulu jika mereka sedang bersama seperti sekarang, Jhon akan terus mengoceh tentang teman-temannya. Tidak pernah sekalipun Jhon bertanya seperti apa perasaan Andin hari ini, apakah sedang bersedih atau sedang gembira.
Andin selalu ingat ulang tahun Jhon, tetapi Jhon tidak pernah ingat kapan Andin berulang tahun. Jhon tidak pernah tahu seperti apa perasaan Andin saat bersamanya. Kini, seperti yang Joan katakan, Jhon berubah seratus delapan puluh derajat.
"Kita sudah berbaikan, bolehkah aku bertanya?" tanya Jhon.
"Boleh," jawab Andin singkat.
"Seperti apa diriku yang dulu di matamu?" tanya Jhon.
"Kamu egois, kalau kamu yang telat datang saat kita janji berkencan, kamu tidak pernah meminta maaf sama sekali ataupun memberiku alasan kenapa kamu terlambat. Tapi … kalau aku yang telat, kamu bakalan tetap marah meskipun aku meminta maaf berkali-kali. Dan jika kita pergi makan malam bersama, kamu tidak pernah bertanya apa yang aku suka atau apa yang mau aku makan. Aku selalu sakit perut saat pulang ke rumah karena memakan makanan pedas kesukaan kamu," ucap Andin sambil tersenyum.
Jhon mengingat kembali masa lalu mereka. Dimana Jhon suka sekali makan nasi goreng super pedas. Setiap kali setelah makan malam dengannya, wajah Andin menjadi pucat pasi. Saat itu Jhon pikir Andin masuk angin. Kini ia tahu alasan dibalik semua perubahan wajah Andin setelah makan dengannya saat dulu. Jhon mengutuk dirinya sendiri, bagaimana bisa ia menyiksa Andin begitu lama.
"Semenderita itu kamu bersamaku, kenapa kamu tidak mengatakannya padaku? Kenapa kamu pendam sendiri rasa sakitmu karena lelaki egois sepertiku?" Jhon menatap wajah Andin dengan pandangan bersalah. Jhon merasa bersalah karena hanya memikirkan dirinya sendiri selama ini. Selama ini Jhon pikir, hobi, makanan kesukaan dan seleranya sama dengan Andin. Ternyata Andin memaksakan diri menyukai apa yang Jhon sukai meskipun itu menyiksanya.
"Aku hanya ingin melihat kamu bahagia, apapun yang bisa membuatmu bahagia, aku rela melakukannya," ucap Andin.
"Kau ingin membuatku selalu bahagia dan aku selalu membuatmu menderita. Maaf, sayang," ucap Jhon penuh penyesalan.
"Semuanya sudah berlalu, tidak usah diingat. Yang penting sekarang kamu sudah berubah, aku sayang kamu, Jhon." Andin tersenyum menatap lekat wajah Jhon. Andin melihat kedua mata Jhon yang menyiratkan sebuah penyesalan yang dalam.
"Aku juga sayang kamu, Andini Lorenzo," ucap Jhon.
__ADS_1
Wajah Andin berubah sendu mendengar Jhon menyebut nama ayahnya.
"Jangan sebut nama belakangku, Jhon. Aku …." Andin tidak melanjutkan ucapannya. Ia menunduk sedih.
"Maaf, sayang. Aku lupa kamu tidak suka mendengar nama ayahmu," ucap Jhon. Ia kemudian mendekap Andin dan mengecup puncak kepala Andin. Hingga petang menjelang dan langit berubah gelap. Mereka masih duduk di tepi kolam air mancur sambil berpelukan.
"Sayang, lapar tidak?" tanya Jhon.
"Hem," jawab Andin singkat.
"Cari makanan, yuk!" Jhon bangun dan membantu Andin untuk berdiri dengan memegangi tangan Andin. Mereka melangkah bergandengan tangan. Di jalan mereka berpapasan dengan Riko. Jhon segera memeluk pinggang Andin untuk menunjukkan bahwa Andin adalah miliknya.
"Hai, Din. Mau kemana?" tanya Riko.
"Mau cari makanan," jawab Andin.
"Sama, aku juga mau cari makanan untuk makan malam. Kalau begitu, bareng saja. Aku tahu makanan kesukaan kamu, daripada kamu ikut dia mending ikut aku," goda Riko.
Jhon sudah maju dan hendak menghajar Riko. Andin segera menahan tangan Jhon.
"Apa kamu tidak akan menyesal? Dia masih sama seperti kemarin. Egois dan gampang emosi, hati-hati jangan sampai kamu kembali terluka," ucap Riko sambil mengepal. Jhon hampir saja berbalik dan menghampiri Riko tapi lagi-lagi Andin menahannya dan menarik tangan Jhon.
"Tahan emosi kamu! Atau aku marah lagi padamu," ucap Andin.
Jhon luluh dan pergi bersama Andin. Sementara Riko masih berdiri di tempat yang sama. Riko menggumam lirih, "Kini harapanku sudah pupus, Andin sudah kembali bersama Jhon. Aku hanya berharap, kita akan tetap menjadi teman, Andin." Riko melangkah ke arah berlawanan dengan Andin dan Jhon.
Andin mengajak Jhon ke warung soto langganannya. Jika biasanya Jhon yang mengajak Andin ke warung nasi goreng pedas, kini Jhon menyuruh Andin yang menentukan dimana mereka akan makan.
"Ini warung soto langgananku, aku harap kamu suka. Mau pesan apa?" tanya Andin.
"Terserah kamu."
"Tidak bisa begitu dong, kamu harus pilih makanan apa yang mau kamu pesan," ucap Andin.
"Aku akan makan apapun yang kamu pesan untukku. Sebagai penebusan kesalahan aku yang selalu membawamu makan pedas selama dua tahun. Padahal itu sangat menyiksamu," ucap Jhon penuh penyesalan.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu. Kamu tunggu disini, aku pesan dulu," ucap Andin.
Andin pergi dan memesan makanan untuk mereka, kemudian kembali duduk di depan Jhon. Karena meja mereka agak jauh dari gerobak soto, Jhon jadi tidak tahu apa yang Andin pesan untuknya.
"Kamu pesan apa?" tanya Jhon penasaran.
"Rahasia," ucap Andin sambil tersenyum.
Jhon hanya tersenyum geli melihat betapa manjanya Andin. Andin berubah jadi lebih manja pada Jhon. Mungkin karena dulu Jhon terlalu egois, jadi ia tidak memperhatikan Andin. Pada dasarnya Andin memang gadis yang manja dan rapuh. Pengalaman pahit hidupnya membuat hatinya begitu rapuh. Ketika ia tersakiti, mentalnya langsung jatuh. Ia akan berubah menjadi lebih pendiam.
---------------------------------------
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg di sini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu
-Putri Yang Tergadai
Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘
Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.
Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏
__ADS_1
mampir dsni jg guys "Bride" from Mayn Ur Rizqi