Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
eps 20


__ADS_3

hai readers gimana abis tisu berapa pak nih


hehehe



beberapa episode lagi nih readers



kalo berkenan mampir juga ke lapakku yang lain ya!!



happy reading


-------------------------------------------------


tutit tutit tutit



Mesin itu bergelombang kembali.Garis lurus yang tadi membuat mereka begitu frustasi kini memberikan mereka sebuah harapan.Dokter yang berdiri disamping Jeni segera berlari menghampiri dan memeriksa keadaan Lara



"Dokter saya mohon selamatkan dia dokter"ucap Syahdan penuh harap



"Kami akan berusaha.Bisakah bapak ibu keluar dulu"ucap dokter



Syahdan,Jeni dan Seren segera keluar.memberikan ruang untuk dokter memeriksa Lara.Dokter melakukan semua pemeriksaan pada luka ditubuh Lara.Selesai memeriksa dokter keluar dari ruang UGD menemui Syahdan diluar.Syahdan yang melihat dokter keluarpun segera menghampiri



"Gimana dok keadaan Lara?"tanya Syahdan


"Bapak ibu bisa bernafas lega.Sebuah keajaiban Tuhan karena pasien tadi hanya mengalami syok jantung.Sekarang pasien sudah melewati masa kritisnya.Saya sarankan dirawat dulu di ruang ICU karena pasien belum sadar"Dokter menjelaskan panjang lebar



"Lakukkan yang terbaik untuk Lara dok.!!"ujar Syahdan



"Baiklah kalau begitu saya permisi.saya harus mempersiapkan ruangan untuk istri bapak"Dokter itupun pamit pergi



Syahdan masih khawatir.Syahdan lupa jika dia belum memberitahu Zidane.Syahdan segera mengambil ponselnya.Mendial nomor ponsel Zidane



tuutt tuutt tuttt



('Hallo')sapa Zidane diseberang sana



"Hallo Zid"balas Syahdan



('Ya Dan.ada berita apa?lo dah ktemu sama Lara.Dia dipuncak kan?')



"Tidak Zid.Lara tidak berada di Puncak tp di Anyer.Aku,Seren dan Jeni sudah bertemu kemarin dan hari ini kami berencana pulang tapi...hikhik"Syahdan benar benar rapuh tak kuat menahan tangisnya



('Ada apa Dan?kenapa kau menangis.Hei bung kau tidak menyakitinya kan hah')



"Lara mengalami kecelakaan Zid.Dia tertabrak truk dan sedang berada di RSUD Kota S."



('apaaa?kirim aku alamat rumah sakitnya.aku akan segera kesana')


---------------------------------------------


* di caffe



"Jimmyy..."Zidane berteriak memanggil anak buahnya



Jimmy segera berlari ke dalam ruangan Zidane.Zidane menelpon Rina


__ADS_1


"Ada apa mas Zidane?"tanya Jimmy



"Jim saya harus pergi keluar kota.Malam ini kamu yang menutup caffe.Dan liburkan semua karyawan selama dua hari ok"perintah Zidane pada Jimmy



"Baik mas.saya permisi"Jimmy pamit



tutt tuttt tuttt



Zidane menelpon Rina tapi tak juga diangkat.Zidane mencoba sekali lagi



tutt tutt tutttutt



('Halo Zid.Kenapa sayang?')sapa Rina



"Rin..Lara kecelakaan"Zidane memberitahu Rina apa yang terjadi



('apaa Zid?terus gimana keadaannya dia dimana?di..dii rumah sakit mana Zid hikhikkss')



"Dia di rumah sakit kota S sayang.aku tunggu kamu disini kita berangkat bareng ok!"Zidane lalu menutup panggilannya


-----------------___________________


*sepuluh menit kemudian



Rina sampai di caffe.Zidane langsung mengajak Rina memasuki mobil tanpa banyak bicara.Mobil itu langsung pergi menuju kota S


dua jam kemudian mereka sampai di parkiran rumah sakit



**di dalam rumah sakit




"Aku tidak lapar kak.kakak tolong makan saja lebih dulu dan bawa Seren makan juga"pinta Syahdan pada Jeni



Setelah Jeni dan Seren berlalu.terdengar langkah kaki dengan cepat menghampiri Syahdan.Syahdan menoleh ke arah suara.Syahdan melihat Zidane berjalan setengah berlari sambil menggandeng tangan seorang perempuan.Zidane sampai di hadapan Syahdan



"Gimana keadaan Lara Dan.gimana keadaan ade gue?"tanya Zidane dengan khawatir



"Lara masih di ICU.tapi masa kritisnya sudah lewat.kita doakan saja agar Lara cepat sadar"jawab Syahdan



"Syukurlah..oh iya kenalin ini Rina tunanganku dan juga sahabat Lara.dan sayang ini Syahdan"Zidane memperkenalkan mereka berdua



Syahdan menjabat tangan Rina sekilas.Lalu mereka duduk di kursi tunggu ruang ICU.Zidane melihat baju Syahdan masih berlumuran darah bekas menggendong Lara tadi



"Dan lo bawa baju ganti gak?"tanya Zidane



"tidak.kemarin aku langsung pergi ke Anyer dari sekolah Seren dan tidak membawa persiapan apapun!"jawab Syahdan



"Gue bawa baju ganti.lo ganti aja baju lo pake baju gue.nihh!"Zidane membuka tas dan memberikan bajunya untuk Syahdan



Syahdan hanya mengambil baju dari tangan Zidane tanpa mengucapkan apapun.Dia pergi ke toilet yang ada di rumah sakit.Dia menyempatkan diri mandi dan membersihkan tangannya yang berlumuran darah Lara yang mulai mengering.Setelah bersih Syahdan mengganti bajunya dengan milik Zidane.dan membuang bajunya yang penuh darah



"Sayang Syahdan sepertinya sangat mencintai Lara?"tanya Rina


__ADS_1


"hmm aku juga liat itu sayang.smoga Lara cepat sadar.kasihan Syahdan"jawab Zidane


-----------------------------------------------


*keesokan hari



Dokter melakukan pemeriksaan rutin di pagi hari.saat dokter masuk ..Lara sedang memegang kepalanya.Dokter bergegas memeriksa semua tanda vitalnya.Menyoroti matanya dengan senter dan memeriksa denyut nadi dan jantung Lara.Semuanya baik.



"Bagaimana perasaan anda Nyonya.apakah ada hal lain yang anda rasakan."tanya dokter pada Lara



"Aghh saya hanya merasa kepala saya sakit dok!"jawab Lara



"Saya sudah memerikaanya.semuanya baik.nyeri kepala yang anda alami itu karena benturan.kami sudah cek tidak ada masalah.Anda akan segera kami pindahkan ke ruang rawat inap"Dokter menjelaskan pada Lara.setelah itu dia pamit keluar



Syahdan dan mereka semua menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruang ICU



"Bagaimana keadaannya dok?"tanya Zidane dia benar benar khawatir



"Pasien sudah sadar saya akan menyiapkan ruang rawat inap viv seperti yang anda minta kemarin.Dan tolong jangan dulu ganggu pasien nanti setelah di ruang rawat baru kalian boleh menjenguknya"dokter itu pamit pergi dari mereka.



Setelah setengah jam Lara selesai dipindahkan.Dokter akhirnya memperbolehkan mereka masuk setelah dokter itu pergi



"Haii.kalaian semua disini"Lara menyapa mereka semua sambil duduk bersender di ranjang rumah sakit yang keras



"Tanteee !!!"Seren langsung berlari memeluk Lara dari samping



"La adek gue tersayang lo gapapa kan"Zidane segera bertanya



Rina,Jeni,dan terakhir Syahdan yang bertanya.Syahdan menghampiri Lara dan duduk dibangku yang disediakan untuk menunggui pasien.Setelah duduk Syahdan baru bertanya dengan lembut pada Lara



"sayang kamu gapapa kan?kamu tau betapa khawatirnya aku.kamu sempat pergi ninggalin aku.!!""Syahdan menatap mata Lara dengan sendu



---------------------------



ok readers setelah ini cuma tinggal masa bahagia mereka



ttp stay jngn kemana mana dulu.



seperti biasa tinggalkan jejaknya



terima kasih



maklumin ajalah ya pueendeek bnget


makasih









__ADS_1




__ADS_2