Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
Lembaran baru di putih abu abu ch 20


__ADS_3

Syahdan menurunkan Lara di tempat tidur.Lara masih saja terisak membuàt Syahdan heran


"Sayang cerita sama mas,kamu kenapa?"tanya Syahdan.Lara duduk ditepi ranjang dan Syahdan bersimpuh didepan Lara


"Akuu..hiks àku menampàr Seren masshh hikss hikksss!"Lara benar benar menyesali apa yang dilakukannya.Karena emosi yang bercampur cemas membuat Lara kalap


"Apaaa?"tanya Syahdan tak percaya


"Kamu menampar Seren!,kenapa?"tanya Syahdan kembali


"Tadi siang ada teman teman sekelas Seren makan di caffe dan mereka menanyakan kenapa Seren tidak masuk hari ini!"ucap Lara.dia berhenti berbicara untuk mengatur nafas


"Tadi pagi kita melihat sendiri kalau Seren keluar dari rumah dengan memakai seragam sekolah.Tapi dia tidak berangkat kesekolah dan pulang malam bersama pria yang menjemputnya tadi pagi mas.Aku entah kenapa tak bisa mengontrol emosiku dan langsung menampar Seren mas hik hiks!"ucap Lara


"Ini bukan seperti diri kamu sayang.Biasanya kamu selalu bijak sebelum bertindak.Kamu kan bisa tanya dulu sama Seren kenapa dia tidak masuk sekolah.Kamu yang nyuruh mas buat percaya sama Seren.Lalu kenapa kamu tidak percaya pada Seren.Kamu yang bilang sama mas untuk percaya bahwa Seren anak yang baik,bahwa Seren tidak akan salah pergaulan.Mas kecewa sama kamu,mas gak kenal kamu yang seperti ini!"Syahdan keluar dari kamar dan meninggalkan Lara sendiri didalam kamar


tok tok tok..Syahdan mengetuk kamar Seren.Seren baru saja selesai mandi dan berganti baju


Seren membuka pintu dan melihat Syahdan berdiri didepan pintu


"Papa..ada apa pah?"tanya Seren.Seren menunduk takut pada Syahdan


"Ikut papa!"Syahdan mengajak Seren bicara diruang baca.Seren mengikuti Syahdan di belakangnya.Syahdan duduk disofa ruang baca


"Duduk!"ucap Syahdan.Seren duduk dikursi depan ayahnya itu


"Mama cerita sama papa,katanya Seren tidak masuk sekolah,pulang malam bersama seorang pria dan mama menampar Seren.Apa benar?"tanya Syahdan


"Iya pah.Tapi Seren gak macam macam kok pah.Seren tadinya akan pergi sekolah dan menjemput Chika tapi Chika tidak pulang sedari pulang sekolah kemarin dan ternyata Chika diculik pah!"jawab Seren


"Bagaimana keadaan Chika sekarang.apa sudah ditemukan?"tanya Syahdan khawatir


"Sudah pah!,ada seseorang yang menyelamatkan Chika dan membawanya pulang.Karena itu Seren tidak sekolah.Seren menemani Chika pah,Chika butuh Seren untuk tempat cerita.Karena mama Chika jantungnya lemah dan sedang sakit sakitan.Maaf pah Seren salah tidak memberitahu papa atau mama!"ucap Seren


"Seren marah sama mama karena dah nampar Seren?"tanya Syahdan

__ADS_1


"Tidak pah,Seren sadar Seren yang salah.Pantas kalo mama marah!"Seren menunduk merasa bersalah


"Papa tahu kamu pasti punya alasan kenapa bisa pulang malam.Mama melakukan itu karena.."ucapan Syahdan disela oleh Seren


"Karena mama khawatir sama Seren.Seren tahu pah,mama tidak bermaksud seperti itu.Seren tahu betapa sayangnya mama sama Seren,jadi mama pasti hanya khawatir karena itu refleks mama melakukan itu.Seren berencana menjelaskan pada mama jika emosi mama sudah reda!"ucap Seren


"Putri papa sangat berpandangan luas dan baik hati!"Syahdan memeluk putrinya dan mengecup keningnya


"Pergilah temui mama dikamar.Atau mama bisa semalaman menangis karena menyesal sudah menyakitimu!,bicaralah dengan mama!"ucap Syahdan.Seren mengangguk dan pergi dari ruang baca


tok tok tok..ceklek..


Seren mengetuk lalu membuka pintu.Lara menatap sendu pada Seren yang melangkah masuk menghampiri Lara yang masih terisak duduk ditepi ranjang.Seren bersimpuh dilantai didepan Lara dan merebahkan kepalanya dipangkuan Lara


"Maafin mama sayang,,maafin mama hiks hikks!"Lara meminta maaf sambil mengelus kepala Seren dengan penuh sayang


"Seren yang salah mah,udah bikin mama khawatir.Tapi mama percayalah sama Seren.Seren tidak akan berbuat sesuatu yang membuat mama papa malu!"ucap Seren dengan lembut.Seren mengangkat kepalanya dan mengusap air mata Lara


"Seren tahu mama cuma khawatir sama Seren.Sekarang mama jangan nangis lagi.mama jadi jelek!,"Seren meledek Lara


"Hem..maafin Seren juga mah!"Seren memeluk Lara


"Seren janji lain kali kalo Seren pulang terlambat,Seren akan menelpon mama!"ucap Seren


Syahdan melihat mereka dari tengah pintu.Syahdan tersenyum bahagia melihat ikatan hubungan Lara dan Seren


(Dia sangat menyayangi Seren sejak dulu.Rasa sayangnya pada Seren sungguh tulus layaknya ibu kandung)Syahdan bergumam dalam hati.Syahdan lalu menghampiri mereka


"Sudah acara nangis nangisannya.Seren istirahatlah,besok kan harus sekolah.Mama juga besok harus ke caffe!"ucap Syahdan.Seren bangun


"Selamat malam pah.selamat malam mah!"Seren keluar dari kamar Lara dan Syahdan lalu masuk ke kamarnya


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


**dirumah Ichal

__ADS_1


"Kak..kita ngapain sih pindah kesini?"tanya Andin sambil membereskan buku bukunya dirak didalam kamarnya.Ichal membantu adiknya membereskan barang barang yang dibawanya dari rumah lama


"Yah kaka cuma ingin ganti suasana aja dek!,kenapa memangnya.gak suka ya sama rumahnya?"tanya Ichal.Setelah semua barang barang Andin rapi,mereka duduk diruang tengah dan mengobrol


"Aku cuma ngerasa ini terlalu jauh dari sekolahku kak!"ucap Andin


"Besok kaka antar kamu kesekolah baru,kaka udah daftarin kamu sekolah disini!"ucap Ichal


"Kak..tinggal dua bulan lagi aku ujian!,kenapa harus pindah?"tanya Andin kesal


"Kalau aku harus beradaptasi dengan sekolah baru bisa bisa aku gak lulus kak!"Andin merengut


"Kaka yakin kamu lulus.Adik kaka ini kan paling pintar.Udahlah dah malam,kaka tidur.kamu juga tidur dek.jangan pacaran melulu!"ucap Ichal


"Biasa kalo jones gitu tuh..Sirik haha!"ledek Andin


"Eh kaka bukan jones tapi jomby.Dan kaka gak lama lagi juga punya pacar.Kamu lihat aja dek!"ucap Ichal sambil berjalan masuk ke kamarnya


Andin juga beranjak dari sofa menuju kamarnya sambil teriak didepan pintu kamar kakaknya


"Ya ya ya..adekmu akan mendoakanmu kakakku biar gak jadi jonesss terooosss!"ledek Andin


ceklek..Ichal membuka pintu.Andin segera berlari kekamarnya


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Tita sampai dirumahnya setelah mengantar Rini dan Naya yang sudah sadar saat diperjalanan pulang.Tita seperti orang yang tak mempunyai jiwa.Dari datang sampai tengah malam hanya duduk melamun diranjang dengan memeluk kedua lututnya.Orang tuanya sampai kebingungan melihat dari tengah pintu


"Pah..anak kita kenapa pah?"tanya ibu Tita pada ayah Tita


"Sudahlah bu!,mungkin putus cinta.Maklum sedang masa puber masa masa ABG kan begitu.Kita biarkan saja.Nanti kalau sudah tidak sedih lagi juga bakalan normal lagi!"ucap papa Tita.Merekapun pergi dan menutup pintu kamar Tita


(Kamu jahat Ndra.Ternyata kamu mengajakku lunch bareng cuma untuk balas dendam padaku.Kamu jahat Ndra.Aku benci kamu INDRA FIRGIAWAN brengsek.Aku akan balas semua ini Ndra.Aku akan pastikan kamu menyesalinya seumur hidupmu) Tita terus bergumam menyatakan kebenciannya pada Irgi


"Aku benci kamu Indra.Aku benci kamu!"gumam Tita pelan.Dia merebahkan tubuhnya yang sudah mulai terasa lelah karena duduk berjam jam sedari tadi.Diapun memejamkan matanya yang sudah berat dan tak kuat menahan kantuk.Diapun tertidur beberapa menit kemudian

__ADS_1


__ADS_2