Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
Lembaran baru di putih abu abu ch 24


__ADS_3

Ceekkiiiittt..Ichal tiba tiba mengerem mendadak


"Awwwhh.."Chika meringis memegangi kepalanya yang tersungkur ke jok depan


"Aduuhh..Chal bisa bawa mobil gak sih.Kalo mau ngerem tuh jangan dadakan.Sakit tahu!!"Seren mengomel dan cemberut melirik Ichal


"Maaf..maafff bangeett gak sengaja.Tadi ada kelinci lewat!"ucap Ichal


"Kelinci?"tanya Chika


Chika melihat sekelilingnya ternyata sebuah kebun teh.


"Apa kita sudah sampai di Bogor?"tanya Chika kembali


"Iya.Tapi ngomong ngomong kak Ichal tidak tahu tujuan kalian di Bogor nih kedaerah mana?"tanya Ichal


"Oh ini alamatnya,kak!"


Chika memberikan alamat pada Ichal.Seren menatap sekeliling,dia menatap hamparan kebun teh yang menghijau.Seren terbayang kenangannya bersama Irgi,saat mereka tak sengaja bertabrakan dan tak sengaja ciuman.


"Menurut GPS kakak,alamat ini harusnya disekitar sini Chik!"


Ichal turun dari mobil dan mencoba mencari informasi ke warung diseberang jalan.Karena menyebrang dengan terburu buru,Ichal tak sengaja terserempet motor yang melintas.Ichal terjatuh dan sikutnya terasa sakit.Karena tidak mengalami luka parah,Ichal bangun dan membersihkan celananya yang kotor.


Seren tiba-tiba melihat bayangan seseorang dari kejauhan sedang memapah nenek-nenek berbadan kurus dan pendek.Seren mengenali bayangan di kebun teh itu seperti Rini.Chika sedang menunduk serius ke arah ponselnya,Chika sedang membalas pesan ibunya.Chika tidak melihat Rini yang melintas atau Ichal yang baru saja terjatuh.


"Chik..itu Rini!,,Chik!"


Seren berteriak menepuk paha Chika,barulah Chika sadar jika Seren melihat Rini.Seren keluar dari mobil dan menghampiri Rini.Chika menyusul di belakang Seren.Ichal yang melihat mereka berdua berlari ke arah kebun teh segera mengejar mereka.


"Rinn..!!"panggil Seren.Rini berhenti dan menoleh pada Seren


"Ngapain kamu kesini!!"ucap Rini dengan heran dan tatapan sinis ke arah Seren.Saat Rini melihat Chika yang berjalan di belakang Seren,Rini histeris dan berjongkok menutupi wajahnya


"Jangan ganggu gw,gw tahu gw salah.Gw mohon jangan ganggu gw!!"Rini terus mengulang ulang ucapannya.Nenek Rini berdiri dibelakang Rini dan mengusap puncak kepala Rini


"Kalian siapa?,tolong jika cucuku punya salah,tolong maafkanlah dia!"


"Nek,saya Chika!,boleh saya bicara sama Rini!"

__ADS_1


"Gak..gak mungkin lo Chika.Chika udah mati dihutan!"Rini makin histeris


""Em..nek,boleh saya bicara dengannya!"


Ichal mencoba mendekati Rini dan mengatakan kebenaran tentang Chika.


"Rini,,kan?.Kenalkan saya Ichal,saya yang menolong Chika dihutan.Jadi dia belum meninggal!"ucap Ichal


Rini mengangkat wajahnya dan memperhatikan Chika dari atas sampai kebawah.Dia bangun dan berjalan menghampiri Chika.


"Ini beneran lo,Chik?"


"Iya.Aku tidak meninggal!.Rin..kenapa kamu berpura pura meninggal?"


"Katakan dulu sama gw,kenapa lo juga pura pura meninggal?"


Rini balik bertanya pada Chika.


"Kalian tahu apa yang aku alami dihutan itu lebih mengerikan daripada yang aku lakukan pada kalian.Tadinya aku hanya ingin merekam pengakuan kalian yang sudah menculikku dan membuangku ke hutan.Siapa yang menyangka kalau kalian sampai bubar dan tak berani sekolah!"Chika mengatakannya dengan penuh penyesalan


"Apa kamu tahu Rin,jika tidak ada kak Ichal saat itu.Aku hampir kehilangan kehormatanku,aku hampir saja diperkosa.Ketakutan yang kalian rasakan kemarin masih tidak sebanding dengan ketakutanku saat kalian meninggalkanku dihutan.Tapi sungguh,aku minta maaf.Aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini!"


"Ha hahahahaa..minta maaf?,tidak perlu.Gw senang lo masih hidup,tapi berita kematian gw biarlah mereka tetap berpikir gw sudah meninggal!"


"Jadi lo bohong,lo cuma mau membuat gw dan Chika merasa bersalah atas kematian lo gitu!"Seren naik darah.Seren benar benar marah,Rini tidak tahu seberapa terpukulnya Seren dan Chika karena merasa telah menyebabkan Rini bunuh diri.


"Berita itu tak sepenuhnya bohong.Gw memang pernah mencoba bunuh diri,karena gw merasa bersalah pada Chika.Tapi nenek gw menyelamatkan gw dan menasihati gw.Gw gak tahu siapa yang menelpon ke sekolah dan bilang kalo gw meninggal!"Rini melirik ke arah neneknya yang terlihat sudah lelah berdiri.


"Nenek gw harus istirahat,kalian ikutlah ke villa nenek gw.Gak jauh kok,tuh kelihatan!"


Mereka pun berjalan lima menit ke villa kecil milik nenek Rini.Villa sederhana yang asri dan berada di tengah tengah kebun teh.Villa yang dominan berbahan kayu jati itu sungguh membuat pikiran damai saat duduk diterasnya dan memandang hamparan kebun teh yang menghijau.


"Kalian duduklah,aku antar nenek ke kamar dulu!"ucap Rini lalu memapah neneknya ke kamar.Rini membuat teh untuk mereka lalu duduk diteras bersama mereka.


"Nenek sangat takut aku berbuat nekat lagi,karena itu dia tidak mau aku pergi sendirian!.Minumlah dulu teh kalian,aku akan katakan alasan kenapa saat aku dikabarkan meninggal aku justru malah senang.".Rini;Chika,Seren dan Ichal duduk meminum teh.Chika melihat sikut Ichal lecet dan berdarah saat Ichal mengangkat cangkir tehnya


"Kak Ichal terluka?,kenapa?"


"Tidak apa apa!,kaka jatuh tadi."

__ADS_1


"Rin..punya obat luka tidak?"Chika menanyakan obat pada Rini.Sikap Rini tidak seperti sebelumnya yang terkesan jutek.Rini yang mereka lihat hari ini,lebih ramah dan bersahabat.


"Ada.Sebentar aku ambilkan!"Rini masuk kedalam dan keluar lagi membawa kotak P3K.


"Sini kak,aku obati!"


"Makasih ya,Chik!"


Chika hanya tersenyum menjawab ucapan terima kasih dari Ichal.Selama Chika membersihkan lukanya,mengobatinya,lalu memasangkan perban,pandangan Ichal tak berpaling sedetik pun dari wajah Chika.Karena lukanya sedikit dalam dan lebar,jadi Chika membungkusnya dengan perban.Selama Chika mengobati Ichal,Rini meneruskan ceritanya.


"Aku bosan berteman dengan Tita.Arogan,suka menindas dan mengekang.Selama aku menjadi temannya,dia tidak mengijinkanku berteman dengan siapa pun.Apalagi saat dia menjahati Chika,aku sadar itu sudah keterlaluan,tapi aku tak pernah berani melawan Chika.Untung lah Chika tidak apa apa,aku bisa tenang sekarang!"


Rini tersenyum lebar pada Chika dan Seren.Senyuman itu begitu tulus,senyuman yang tak pernah Rini tunjukan selama dia berteman dengan Tita dan Nayaka.Seren melihat jam di ponselnya dan terkejut


"Aduh sudah jam 5,aku telpon mamaku dulu ya!"Seren pergi ke kebun teh,untuk menjauh sedikit dari teman temannya


"Halo..ma!"


("halo sayang!")


"Seren sedang ada di Bogor,tapi Seren akan segera pulang mah sekarang!,"


("Oh gitu.Ingat,,jangan khianati kepercayaan mama,ok!.Hati hati saat pulang!")


"Iya,mah!"


Seren menutup telponnya dan menghampiri mereka kembali.Chika sudah selesai membalut luka Ichal dengan perban.Seren memperhatikan Ichal yang selalu menatap Chika,Seren tersenyum.


"Chik,Chal kita harus pulang sekarang,agar tidak terlalu malam sampai di rumah!"


"Oh,ya.mamaku juga bisa khawatir kalau aku pulang kemalaman!"Chika akhirnya berpamitan dengan Rini


"Rin,,aku dan Seren pulang dulu ya!"


"Iya.Kalian hati hati dijalan teman teman!"ucap Rini tersenyum


"Teman,,sampai jumpa!"balas Chika


Seren meminta kunci pada Ichal.Karena ingin mendekatkan mereka berdua,jadi Seren memutuskan dia yang menyetir.Chika dan Ichal duduk dibelakang,mereka mengobrol dan tertawa sepanjang perjalanan pulang.

__ADS_1


("Syukurlah Rini baik baik saja.Dan Chika juga sekarang sudah tenang,begitupun aku!,aku tidak lagi merasa bersalah karena menjadi seorang pembunuh meski tak disengaja.Semuanya berakhir dengan indah hari ini.Dan Chika juga semakin dekat dengan pujaan hatinya.Orang yang telah menjadi ksatrianya.Semoga saja Ichal juga memiliki perasaan yang sama dengan Chika!")


Seren bergumam dalam hati dan menyetir dalam diam.Hanya terdengar obrolan Ichal dan Chika sepanjang jalan,hingga akhirnya mereka lelah mengobrol dan tertidur.Kepala Chika hampir membentur kaca mobil kalau saja tidak ditahan Ichal.Karena takut Chika membentur kaca,Ichal merebahkan kepala Chika dibahunya.Seren yang melihat dari kaca diatasnya itu tersenyum.


__ADS_2