
"Rui! boleh aku tanya sesuatu?" tanya Joan.
"Tentu, tanya apa?" timpal Rui.
"Apa kamu pernah dengar, seperti apa kisah papamu dan papaku? Jujur aku tidak pernah tahu! Karena tak ada yang mau memberitahuku. Bisakah kau ceritakan, jika kau tahu!" ucap Joan
"Papa Handoyo dan om Zidane, mereka tidak mau mengungkit asal usul mereka karena permintaan ibunya Lara. Om Zidane dan papaku mereka hanya anak angkat dari bibinya Lara,Keke. Bibi Keke tidak pernah menikah tapi dia sangat menyukai anak-anak. Suatu hari bibi Keke melihat papaku dan papamu sedang berebut makanan di jalanan dan bibi Keke memisahkan mereka, lalu karena rasa sayangnya pada anak-anak, bibi Keke membawa mereka berdua ke rumah" Rui menghela nafas dan menjeda sebentar ucapannya.
"Lalu?" tanya Joan penasaran dengan kelanjutan kisah papanya dan om Handoyo.
"Mereka diangkat anak, tetapi karena status bibi Keke yang tidak menikah, membuat dia menjadi bahan tertawaan orang-orang sekampung. Mereka mengusir bibi Keke dan papaku, sedang om Zidane dibawa mamahnya Lara, tante Asih. Papaku dibawa bibi Keke ke Jepang. Yah seperti itulah kisah mereka. Apa kau tahu? om Zidane dan papaku adalah anak panti asuhan yang melarikan diri. Karena mereka selalu disiksa oleh pengurus panti." Rui mengakhiri ceritanya.
Mobil Rui sudah masuk kembali ke halaman rumah Zidane. Joan dan Rui turun dari mobil dan mereka duduk di teras rumah. Baik Joan maupun Rui, mereka sama-sama melamun dengan pikiran mereka masing-masing.
Di rumah Andin
Suara bel rumah membangunkan Andin dari tidurnya. Dia merasa malas untuk membuka pintu, tapi suara bel itu terus mengganggu gendang telinganya.
"Siapa sih, mengganggu sekali!" gumam Andin. Andin merasa kesal karena tidurnya selalu terganggu. Tadi pagi dia terganggu oleh suara motor Ken, dan sekarang oleh seseorang yang bertamu.
ceklek
"Hai, Andin!" ucap sang tamu.
"Bie ... !" panggil Andin setengah teriak sambil menutup mulutnya. Andin benar-benar tidak percaya, orang yang bertamu adalah teman masa sekolah SD.
"Masuklah," Andin mempersilahkan Bidadari masuk. Mereka duduk berdampingan di sofa panjang.
"Bagaimana kabarmu, Ndin?" tanya Bidadari.
__ADS_1
"Aku baik, sehat seperti yang kau lihat!" jawab Andin tersenyum.
"Bagaimana denganmu? Kemana saja kau selama ini?" tanya Andin.
"Aku sedang berkelana, kebetulan bertemu seseorang yang ku kenal, jadi aku mampir!" jawab Bidadari.
Mereka pun akhirnya bercengkrama dan membicarakan kisah masa kecil mereka.
Ken yang baru saja tiba di halaman rumahnya, tiba-tiba berlari ke halaman rumah Andin. Ken mengitari mobil yang terparkir di samping mobil Ichal. Dia merasa tidak asing dengan mobil itu. Ken putuskan mengetuk pintu, untuk memastikan siapakah tamu Andin.
Andin membukakan pintu, dan Ken langsung masuk ke dalam rumah, tanpa menunggu sang pemilik rumah mempersilahkan dia masuk. Dan dugaan Ken benar adanya.
"Lo, cewek resek yang bikin gue berantem sama pacar gue! Lo mesti bilang sama pacar gue, kalau gak, gue bakal seret lo!" ancam Ken dengan pandangan seolah ingin membunuh.
"Ken! kamu kenapa? Datang langsung marah-marah!" tanya Andin heran.
"Dia tadi nyium gue di depan Joan, dan lo mesti tahu Ndin, Joan marah sama gue!" jawab Ken.
"Jadi, lo mau gue tanggung jawab apa? Karena gue dah nyium lo, lo mau gantian cium gue, ha ha."
"Dasar cewek stres! Ngarep aja lo, sono. Mending gue nyium pacar gue, daripada gue nyium lo!" jawab Ken dengan kesal.
Ken keluar dari rumah Andin dan kembali ke rumahnya sambil menggerutu. Andin menatap Bidadari penuh tanya. Bagaimana mungkin, Bidadari mencium Ken. Sungguh sesuatu yang tak pernah Andin duga. Andin begitu mengenal watak Bidadari, jadi Andin tak percaya bahwa Bidadari mencium Ken.
"Bie, benar kamu nyium Ken?" tanya Andin sambil kembali menghempaskan tubuhnya di sofa. Bidadari mengangguk, lalu dia menceritakan semuanya pada Andin.
Andin hanya mengangguk-angguk mendengarkan cerita Bidadari. Andin tak mau terlalu memusingkan masalah Ken dan Bidadari. Mereka kembali berbincang melepas rindu. Yah sekarang Andin dan Bidadari sudah kelas 12, dalam beberapa hari ke depan mereka akan melaksanakan ujian. Setelah puas berbincang dengan Andin, Bidadari pamit pulang.
Di Yayasan Bunda Kasih
__ADS_1
Bidadari sampai di pintu gerbang yayasan setengah jam kemudian. Dia disambut pengurus rumah.
"Mba, sudah pulang?" tanya Surti si
pengurus rumah.
" Ya, bi! saya lelah mau istirahat. Siapa pun yang mencari saya nanti, tolong suruh datang lagi besok!" perintah Bidadari pada pengurus rumah.
Bidadari masuk ke dalam kamarnya dan memutuskan untuk mandi dan berendam. Rasa lengket oleh keringat dan lelah setelah seharian berkeliling, membuat Bidadari memilih berendam di air hangat dalam bathube kamar mandinya.
Setelah tubuhnya merasa segar, Bidadari menyudahi acara berendam dan memakai handuk mandinya. Tanpa berganti baju tidur dan masih memakai handuk mandi, Bidadari langsung melemparkan tubuhnya di ranjang. Rasa lelah yang tak tertahan membuat dia merasa mengantuk dan tertidur.
***********************
Happy new year readers
Smoga di tahun yg baru ini kita bisa menjadi lebih baik lagi,lebih sukses lagi
Buat readers yg masih bertanya tanya
Kok, Joan sama Ken emang boleh ya pacaran?
jawab author: boleh, karena Zidane dan Lara sama sekali tidak ada hubungan darah.
see you next chapter
ttp tnggu author up ya😘
Maaf author lg kurang rutin up, lg sibuk
__ADS_1
ca elahh author sok sibuk😂😂😂
HAPPY NEW YEAR 2020