Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
eps 14


__ADS_3

warning ya genks buat ini episode


(21+)



author baru pertama nih bikin adegan begini


maaf klo feel nya kurang brasa



selamat membaca


-----------------------



Syahdan memasuki kamar mandi,membersihkan tubuhnya karena dia baru pulang dari kantor.Syahdan tertawa pelan dengan menutup mulutnya agar tidak terdengar oleh Lara



"Hi hihiihii...ternyata mudah sekali menipunya,dia pasti sangat takut.padahal aku hanya bercanda"Syahdan tersenyum simpul



Syahdan selesai mandi dan mengganti baju dengan piyama tidur.Syahdan keluar dari kamar mandi,dia melihat Lara masih ketakutan.Syahdan tidak tega melihatnya gemetar ketakutan



"Berbaringlah dan tidur,aku tadi hanya bercanda"Syahdan menenangkan Lara



Lara menatap kedua mata Syahdan,tidak ada pandangan seram seperti tadi.



"Jadi mas tadi sengaja nakutin aku?"Lara bertanya dan mendapat anggukan dari Syahdan sebagai jawaban



"IKKHHHH NYEBELIN"Lara berteriak kesal dan memukuli Syahdan dengan bantal



Syahdan membalasnya dengan pelan.Dan akhirnya mereka main perang bantal.Setelah lelah mereka berdua merebahkan tubuh mereka telentang berdampingan.Mengatur nafas mereka yang ngos ngosan karena peperangan mereka



Syahdan menggengam tangan Lara yang terkulai disampingnya.Saat Syahdan memegang tangan Lara seketika itu Syahdan merasakan aliran hangat yang mengandung birahi



Syahdan meremas tangan Lara dalam genggamannya,mencoba menghilangkan getaran nafsunya.Tapi Syahdan memang sudah lama tak merasakan kehangatan dari seorang wanita



Syahdan memiringkan tubuhnya menghadap Lara.Menatap Lara yang memejamkan mata sambil mengatur nafasnya.Dia menelan ludah menatap dada Lara yang turun naik



"La..."panggil Syahdan lembut



Lara membuka mata dan menoleh kesamping menatap mata Syahdan yang sudah sayup menahan birahi.



"Kenapa mas?"jawab Lara



Syahdan mendekatkan wajahnya ke wajah Lara.Syahdan mengecup bibir Lara lembut,hanya menempelkan bibir tanpa melumat.Lalu menjauhkan sedikit wajahnya untuk menatap wajah Lara,Syahdan melihat Lara memejamkan mata


__ADS_1


Syahdan bangkit dan menindih tubuh Lara.Lara terkejut dan membelalakan matanya,jantungnya serasa loncat keluar



"Maasss nga..pain"tanya Lara gugup



"La..aakuu he heem"Syahdan berdehem dan hendak bangkit tapi Lara memegang tangan Syahdan



Syahdan yang sudah gelap oleh birahi merasa jika Lara memberinya ijin untuk menyentuhnya.Syahdan kembali menindih Lara dan melumat bibir Lara penuh nafsu


Lara melenguh merasakan hisapan hisapan Syahdan di bibir bawah dan bibir atasnya bergantian



"huummm,,"Lara meremas rambut Syahdan dengan lembut.Syahdan menurunkan ciumannya ke leher Lara,



"aahh ssshhh,maass"Syahdan menghisap leher Lara dengan kuat meninggalkan tanda kissmark disana



Syahdan melepas kancing piyama tidurnya satu persatu dan membuka piyamanya lalu dilemparkan kesamping.Syahdan menjauhkan tubuhnya sedikit menatap wajah Lara sekali lagi untuk memastikan bahwa Lara memang memberi ijin.Lara mengangguk dengan pelan dan malu malu membuat Syahdan tersenyum



Syahdan kembali mencium bibir Lara kali ini dengan nafas menderu penuh nafsu.Sebelah tangannya meraba paha Lara dan menyingkap gaun tudur Lara.Sementara bibirnya terus menjelajah rongga mulut Lara yang terbuka


Gaun tidur Lara sudah tersingkap menyisakan pemandangan tubuh indah Lara hanya memakai bra berenda putih dan cd putih dengan pita kecil di tengahnya


Lara malu di tatap seperti itu,wajahnya merah merona.Syahdan menyentuh kening Lara dengan telunjuknya lalu turun terus kehidung,bibir,leher dan pa..daranya



Lara mendesah "sss,,ahhh"Syahdan melanjutkan gerakan jarinya terus kebawah gundukan milik Lara




"Aahhh hhhmmm"Syahdan benar benar sudah tidak tahan....



Entah kapan mereka melepas kain yang masih menempel di tubuh mereka ...Syahdan dan Lara sekarang sudah sama sama telanjang



Milik Syahdan sudah bersiap didepan gua milik Lara,bersiap memasukinya.Saat Syahdan mulai menekannya Lara merasa sedikit perih.Lara meremas sprei putih itu dengan kuat.Saat Syahdan menyentakannya dengan sekuat tenaga Lara menjerit kecil berusaha menahan perih yang dirasakan dibagian bawah tubuhnya



"aakkkhhh...saa..kkiiittt mas!!"nafas Lara memburu menahan sakit



(Tidak mungkin!!!Lara masih perawan?Apa dia belum melakukannya dengan suaminya)pikiran Syahdan mengelana tak percaya jika Lara masih suci belum tersentuh



Perlahan rasa sakitnya sedikit menghilang.Setelah Lara sedikit tenang Syahdan mulai menggerakan miliknya pelan pelan setelah Lara tidak meringis dia mulai menggerakannya lebih cepat



"aaahhh ah ahh"desahan Syahdan merasaka pusakanya bagai di sedot sedot



"hhhmmm mass"Lara tak sanggup menahan sesuatu yang kian terasa memuncak



"Laaa ....aaahhh sempit banget sayaaangg"Syàhdanpun hendak mencapai puncak dia semakin mempercepat gerakannya dan berakhir dengan sentakan kuat yang menyemburkan hawa panas di dinding rahim Lara

__ADS_1



"Hhaah hhaahh haahh"



"heemmm ehhmm"



Syahdan menggulingkan badannya kesamping lalu menutup tubuh mereka dengan selimut.Syahdan mencium kening Lara,dan Lara memejamkan mata



"La..bolehkan aku bertanya"Syahdan meminta ijin pada Lara



"hemm boleh mas"jawab Lara



"Kamu sudah menikah tapi kenapa kamu masih perawan?maaf tapi aku benar benar penasaran"tanya Syahdan



"Menikah?"tanya Lara heran



"Iya kamu sudah menikah kan?"tanys Syahdan kembali



Dan Lara tertawa terpingkal pingkal


"Haa haa haa haaa...kamu...kamu..kira aku udah nikah mas?"Lara terus tertawa



"Kalau belum menikah lalu siapa Zid dan itu cincin apa?"tanya Syahdan sambil menunjuk jari manis Lara



"ha ha Zid adalah kaka sepupuku.Dan cincin ini adalah cincin mendiang ibuku.Cincin pernikahan yang ayahku berikan saat mereka menikah dulu"Lara menjawab semua pertanyaan Syahdan



"O...begitu rupanya"Syahdan tersenyum lebar mengetahui Lara masih lajang


-----------------------------------



akhirnya ya genks


kesalah fahaman mereka selesai di atas ranjang wkwkwkw



maaf ya kalo feell nya kurang greget









__ADS_1



__ADS_2