Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
63. Hari H


__ADS_3

Setelah menunggu lima hari lamanya. Hari pernikahan Joan dan Ken, serta Andin dan Jhon akhirnya tiba juga hari ini. Selama lima hari, kedua pasang calon pengantin tidak diperbolehkan untuk bertemu. Lima hari bagi Ken rasanya bagaikan lima tahun. Ia hampir saja berlari dan menemui Joan jika saja ia tidak takut Joan marah padanya. Jhon dan Ken sudah berdandan rapi dan menunggu mempelai wanita di atas altar yang disiapkan di dalam cafe.


Hari ini Ken menggunakan setelan tuxedo hitam dengan dasi kupu-kupu berwarna hitam pula. Sedangkan Jhon menggunakan setelan jas berwarna putih dengan dasi kupu-kupu berwarna merah. Kedua mempelai pria itu berdiri dengan gugup. Semua tamu undangan juga sudah datang. Jenita, Tantenya Ken dan Seren juga hadir, meskipun hanya bisa ia sendiri yang hadir karena suaminya sedang sibuk dengan pekerjaannya. Teman-teman Ken dan Jhon, juga teman Andin dan Joan juga hadir termasuk Riko, pria yang pernah mengejar cinta Andin.


Degup jantung Ken seolah sedang lari maraton. Begitupun dengan Jhon. Ada yang berkata kepada mereka dulu, bahwa cinta pertama tidak pernah berhasil. Namun Ken dan Jhon membuktikan bahwa ucapan itu salah besar. Mungkin bagi Jhon, Andin memang bukan pacar pertamanya tetapi bagi Andin, Jhon adalah pertama dan satu untuk selamanya. Lain halnya Ken dan Joan yang sama-sama merupakan cinta pertama. Tetapi Ken dan Joan mampu bertahan sampai hari ini. Walaupun hati Ken pernah goyah oleh kehadiran cinta kedua, tetapi hatinya tetap memilih Joan.


***


Di rumah Zidane, di dalam kamar Joan. Kedua pengantin wanita itu telah selesai dirias oleh penata rias yang merupakan teman Lara. Mereka begitu cantik dan bersinar terang dengan senyuman yang terus tercipta di bibir mungil kedua pengantin wanita. Meskipun tidak dapat dipungkiri mereka juga sangat gugup. 


"Aduh, cantiknya anak Mama." Rina tersenyum memandang Joan lalu beralih menatap Andin.


"Sepertinya hidupku ini sangat beruntung, aku akan kehilangan putri cantikku, Joan, yang dibawa suaminya. Tetapi aku juga akan mendapatkan menantu yang sangat cantik seperti putriku untuk menggantikannya," ucap Rina.


Lara dan penata rias itu tersenyum.


"Dan aku akan mempunyai menantu yang sudah seperti putriku sendiri," ucap Lara menimpali ucapan Rina.


"Ya, ya, ya. Kalian berdua akan segera memiliki menantu dan aku akan segera pulang sekarang karena tugasku sudah selesai. Untuk merapikan riasan selama pesta, aku sudah menyuruh asistenku untuk tetap tinggal."


"Terima kasih, Ayu yang se-ayu wajah dan hatinya. Terima kasih sudah mau membantu merias putri kami," ucap Lara sambil memeluk Ayu.

__ADS_1


"Aku tidak mempan dengan rayuanmu. Tapi dengan transferanmu, hahaha. Aku bercanda, aku pulang dulu, bye-bye Lara, bye Rin." Ayu pergi meninggalkan rumah Rina setelah berpamitan.


***


Di cafe, Ken dan Jhon sudah berkali-kali melirik jam tangannya. Sepuluh menit sebelum upacara ikrar pernikahan diucapkan, Ken dan Jhon semakin gugup. Ken mengambil air putih dan meminumnya untuk membasahi kerongkongannya yang terasa kering. Ken tidak mau kalau sampai ia kehilangan suaranya di saat-saat sakral nanti.


"Ma, Tante Joan nanti tinggal di rumah Nenek ya?" tanya Die Die pada ibunya, Seren.


"Tidak. Tante Joan sama Om Ken akan tinggal di apartemen Papa dulu. Biar bulan madunya tidak diganggu sama Die Die," ucap Irgi sambil melirik Seren dengan pandangan nakal. Seren bersemu merah ditatap oleh Irgi.


"Ma, bulan madu itu apa? Bulan kan diatas kalau madu ada di dalam lemari es. Kenapa bisa ada bulan madu, kan jauh, Ma?" Dengan polosnya Die Die menanyakan arti bulan madu pada Seren. Seren makin salah tingkah, harus menjawab seperti apa. Karena ulah Irgi, kini Seren yang kebingungan untuk menjawab pertanyaan putrinya. Sementara Irgi hanya tersenyum geli mendengar Die Die bertanya seperti itu. Apalagi melihat pipi Seren yang merona, gemas rasanya hati Irgi. 


"Em, sayang. Nanti kalau Die Die sudah dewasa Die Die akan tahu dengan sendirinya. Sekarang Die Die duduk dan diam di sini. Jangan dengarkan ucapan Papa." Seren melirik tajam sambil mengerucutkan bibirnya ke arah Irgi. Irgi malah mendekatkan wajahnya di dekat telinga Seren dan membisikkan sesuatu yang berhasil membuat wajah Seren semakin merah bak tomat cherry yang sudah matang.


"Andin. Andin masih punya Kak Ichal, biar Kakak yang mengantar Andin ke altar, hum." Andin menahan air matanya agar tidak tumpah. Meskipun ia tersenyum mendengar ucapan Ichal, tapi hatinya tetap berharap setidaknya sebentar saja ayahnya bisa hadir dan mengantarkan Andin ke altar pernikahan. Namun harapannya hanya sebuah harapan hampa. Andin menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan. Lalu Andin menggamit lengan Ichal dan mulai melangkah beriringan dengan Joan dan Zidane. Baru beberapa langkah, Syahdan menghadang Andin dan Ichal. Joan dan Zidane pun ikut berhenti.


"Biar Om yang mengantar Andin. Selama ini Om dan Tante sudah menganggap Andin sebagai putri kami. Jadi biarkan Om yang mengantar Andin, lagipula Nak Ichal belum mengantar putri Nak Ichal ke altar." Ichal terharu dengan ucapan Syahdan. Selama ini memang Syahdan dan Lara sangat menyayangi Andin. Tetapi Ichal tidak menyangka kalau Syahdan juga rela mengantar Andin ke altar pernikahan. 


"Terima kasih, Om." Andin akhirnya tidak dapat menahan air matanya. Air mata yang sedari tadi menggenang itu pun akhirnya tertumpah. Suasana haru itu bukan hanya membuat Andin menangis tetapi sebagian tamu wanita di pesta itu pun ikut menangis terharu. 


"Sudah, sudah. Riasannya luntur, nanti Jhon kabur lagi kalau maskara kamu luntur. Jelek, nanti kaya hantu," ucap Syahdan mencoba menghibur Andin. Ia lalu membuka lengannya agar Andin menggandengnya. Mereka melanjutkan langkahnya menuju altar sampai di depan kedua mempelai pria. Syahdan menyerahkan tangan Andin pada Jhon dan Zidane menyerahkan tangan putrinya pada Ken.

__ADS_1


Kedua pasang pengantin itu mulai mengucapkan sumpah pernikahan secara bergantian. Ini adalah pernikahan yang penuh haru. Setelah mereka dinyatakan resmi menjadi suami istri, mereka pun mencium kening pengantin wanita mereka masing-masing. Saatnya melempar buket bunga dan kedua buket bunga itu ditangkap oleh tamu undangan yang hadir. Acara dilanjutkan dengan ucapan selamat dari para tamu undangan.


---------------------------


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir jg disini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO 


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa 


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu 


-Putri Yang Tergadai 

__ADS_1


-Aunty Opposite Door I Love You 


 I Love you, readers ♥️♥️♥️


__ADS_2