
Terima kasih buat kalian semua, pembaca setiaku. Meskipun berat, tetapi novel ini akan tamat. Terima kasih buat yang selalu suport karya2ku, walau tulisanku jauh dari kata bagus. Terima kasih atas, LIKE, KOMENTAR, BINTANG, VOTE, FAVORIT juga. Berkat kalian-lah novel ini bisa sampai sejauh ini. Terima kasih 🤗🤗♥️♥️♥️♥️
---------------------------------------------
Tiga hari sudah, Joan dan Ken tinggal di apartemen Irgi. Joan masih betah bermanja-manja pada Ken, ia masih malas untuk pergi bekerja. Dia adalah owner Jasa tour travel, jadi ia bebas untuk tidak ke kantor karena pekerjaannya sudah dipegang oleh asistennya. Sementara Ken adalah Presdir dari PT. SA. Meskipun ia seorang Presdir, tetapi Ken tidak bisa bermalas-malasan seperti Joan. Ia tetap berangkat ke kantor sampai jam makan siang. Saat jam makan siang, Ken pulang ke apartemen dan tidak kembali ke kantor.
Hari ini pun sama. Ken pulang ke apartemen di jam makan siang. Joan sudah menyiapkan makan siang di meja. Ia hanya tinggal menunggu Ken datang. Ia melirik jam dinding, dan jam menunjukkan baru jam sebelas lewat tiga puluh menit. Joan pergi mandi karena tubuhnya bau asap masakan. Aroma bumbu kari menempel di baju Joan, karena itu Joan menggunakan setengah jam waktunya menunggu Ken dengan mandi dan berganti baju. Selesai mandi dan berganti baju, Joan mendengar suara bel apartemen. Joan mengerutkan keningnya.
"Tumben, menekan bel. Biasanya juga langsung masuk." Joan melangkah ke arah pintu dan membukanya. Joan tersenyum sumringah melihat dua orang yang bergandengan di depan pintu apartemen.
"Hai, Jo. Apa kami mengganggu?" tanya Andin. Ya, kedua orang yang bertamu itu adalah Jhon dan Andin.
"Kalian mengejek aku? Bagaimana mungkin kalian mengganggu. Aku senang kalian datang, masuklah!" Joan mempersilakan mereka masuk. Belum sempat Joan menutup pintu, Ken datang.
"Sayang, tumben di luar?"
"Ya. Ada Jhon dan Andin, aku baru saja membuka pintu untuk mereka. Pas mau aku tutup, eh, kamu datang, sayang."
"Oh, ada mereka. Ayo masuk!" Ken menggandeng Joan ke dalam setelah menutup pintu. Karena mereka datang tepat di jam makan siang, Joan memaksa mereka makan siang bersama.
"Andin, Jhon, ayo kita makan siang dulu. Kalian coba rasa masakan aku!" Joan menarik mereka berdua ke meja makan. Mereka makan siang bersama sambil mengobrol pengalaman mereka masing-masing setelah menikah. Mereka saling berbagi cerita setelah menjadi suami istri, semua mereka bicarakan terkecuali urusan ranjang tentunya. Bagi mereka, urusan ranjang adalah hal yang tabu untuk dibicarakan, meskipun Joan dan Jhon bersaudara.
"Em, maksud kami kesini karena ingin menyampaikan sesuatu pada kalian. Tante Lara dan Mama, ingin mengadakan liburan lagi seperti saat kita kecil dulu. Liburan keluarga bersama-sama." Jhon menyampaikan pesan Rina dan Lara.
"Selain itu, kami juga ingin mengajak kalian menonton film, lalu ke pasar malam selepas menonton." Andin menambahkan ucapan Jhon.
__ADS_1
"Wah, boleh. Aku juga ingin pergi jalan-jalan. Setelah makan siang kita berangkat." Joan sangat semangat mendengar ada pasar malam. Pasar malam adalah tempat yang paling disukai Joan. Setiap ada pasar malam, Joan pasti mengajak Ken kesana. Selesai makan siang dan mencuci piring, Joan dan Ken mengganti baju mereka dengan t-shirt couple warna hitam dengan tulisan 'Sports' di bagian punggung.
"Yukk, kita berangkat sekarang!" Ken menggandeng lengan Joan. Andin dan Jhon juga bergandengan tangan, mereka melangkah menuju parkiran dan pergi dengan mobil Ken karena Jhon datang kesana dengan mengendarai motor. Tujuan mereka adalah gedung bioskop di Mall MT. Mereka menonton film Korea romantis. Beberapa adegan dewasa dalam film itu membuat Joan dan Andin menutup mata. Antara ingin melihat tetapi malu pada suami mereka.
"Kenapa sih, sayang? Itu adegannya tidak se-panas adegan di kamar kita, loh. Kenapa harus tutup mata?" goda Jhon. Andin yang memang memiliki sifat pemalu itu semakin bersemu merah mendengar godaan Jhon. Wajah Andin yang merona membuat Jhon semakin gemas pada Andin. Jhon mengusapkan tangannya ke paha Andin dan membuat Andin berdebar, bagaimana tidak, Andin takut ada yang melihat kelakuan Jhon. Meskipun lampu dimatikan tetapi masih bisa melihat dengan jelas di dalam remang-remang cahaya yang dipantulkan dari layar. Andin segera menepis tangan Jhon. Jhon tersenyum geli saat melihat Andin yang sangat gugup. Mereka menautkan tangan mereka dan kembali fokus menatap layar proyektor.
"Sayang," panggil Ken pada Joan dengan suara pelan.
"Apa?" tanya Joan dengan berbisik juga.
"Panas, ya? Aku jadi gerah, haha."
"Gerah atau gerah? Dasar mesum!" ejek Joan sambil tersenyum geli menggoda sang suami.
"Awas, ya! Tidak akan aku kasih ampun nanti malam!" ancam Ken dengan tatapan menyeringai. Joan berpura-pura merinding sambil mengerutkan keningnya.
"Loh, Ndin, bukannya kamu sudah punya, ya? Kok beli lagi?" tanya Joan. Joan ingat pernah membaca novel itu saat menginap di rumah Andin.
"Ya, tetapi hilang, dipinjam temanku."
"Oh. Bukannya sudah hapal isinya, kenapa juga harus beli lagi?"
"Koleksi. Aku suka mengoleksi buku, novel, dan mimpiku adalah mempunyai rumah yang memiliki perpustakaan yang luas." Andin menyampaikan keinginannya.
"Semoga saja saudara kembarku bisa mewujudkan mimpimu," jawab Joan.
__ADS_1
"Aku tidak mengharapkan banyak hal dari saudara kamu, Jo. Dengan dia berjanji setia saja, itu ... sudah cukup bagiku."
Mereka kemudian membayar novelnya di kasir lalu mereka makan malam di sebuah resto ayam geprek. Andin tidak bisa memakan makanan pedas, jadi Jhon memesan soto untuk Andin. Sedangkan Jhon, Joan dan Ken yang suka pedas, mereka memesan ayam geprek super pedas. Andin hanya tersenyum saat melihat ketiga orang itu berkeringat kepedasan. Setelah makan mereka meluncur, pergi menuju ke pasar malam.
-------------------------------------
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu (END)
-Putri Yang Tergadai
-Aunty Opposite Door I Love You
__ADS_1
I Love you, readers ♥️♥️♥️