Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
eps 25


__ADS_3

thank you bin terima kasih


buat kalian yg dh setia sm author



n selalu setia sm Syahdan dan Lara



kita lanjut yukkks mari


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^



Syahdan kesal setengah mati Lara bahkan menutup telpon.Syahdan berencana balas dendam pada Lara,yang sudah membuat Syahdan begitu merindukannya,tapi Lara bilang dia tidak merindukan Syahdan.



"Kita lihat saja sayang sampai kapan kamu akan bilang tidak merindukanku"Syahdan menyeringai dengan sudut bibir terangkat sebelah



Sore hari Jeni menelpon Lara.Lara sedang tertidur karena baru saja meminum obatnya.Jeni heran kenapa Lara tidak mengangkat telponnya.Jeni memutuskan menelpon Syahdan



tuuttt tuttt tutt



(halo kak)sapa Syahdan



"Dan apa kau tahu Lara kemana.Dia tak menjawab telpon dariku"Jeni menanyakan pada Lara pada Syahdan



(aku tidak tau.mungkin dia tertidur karena tadi saat kutelpon dia bilang akan meminum obat)



"Oh kalau begitu aku akan pergi ke rumahnya saja nanti"Jeni menutup telponnya



tut tut


"Hah heran kenapa hari ini semua orang menutup telpon seperti ini!"Syahdan mendesah.Lalu kembali berkutat dengan berkas berkasnya yang menumpuk.Sepertinya dia harus lembur hari ini



Sorepun tiba.Jeni pergi ke rumah Lara setelah menitipkan Seren pada bi Eli.Jeni menenteng kedua kopernya dan menaiki taxi ke rumah Lara.Dua puluh menit kemudian Jeni sampai didepan rumah Lara.



ting tong



Zidane sedang menonton acara tv.Karena bel terus berbunyi akhirnya Zidane bangkit menuju pintu dan membukanya



"Hai Zid!"sapa Jeni



"Kak Jen.Mari masuk"Zidane mempersilahkan Jeni masuk



Jeni meninggalkan kopernya di taxi dan menyuruh supir taxi itu menunggu.



"Zid bolehkah aku meminta ijin padamu agar Lara diijinkan mengasuh Seren kembali"Wajah Jeni penuh ke khawatiran dan Zidane melihatnya dengan jelas bagaimana gelisahnya Jeni



"Ada apa kak Jen sepetinya begitu was was dan gelisah"tanya Zidane kemudian


"mari duduk lah dulu



Zidane mempersilahkan Jeni masuk dan duduk diruang tamu



"Zid..anakku sakit di rumah.Dan aku harus segera pulang ke LA"



"Hmm lalu ka Jeni ingin Lara menginap lagi di rumah Syahdan?tapi maaf ka aku tidak bisa" pungkas Zidane tegas



"Tidak menginap tapi biarkan Lara mengasuh dari pagi sampai sore sementara Syahdan kerja.Boleh ya Zid.Ayolah taxiku sudah menunggu yah yah yah"pinta Jeni.Zidane mengangguk meskipun terpaksa.setelah mendapat ijin dari Zid Jeni segera pergi

__ADS_1



Taxi itupun berlalu dari pandangan Zid.Jeni tertawa di dalam taxi.



"Ha ha haa.Zid percaya kalau aku pulang ke LA karena anakku sakit.Zid,Zid kau sungguh gampang tertipu ha haha"Jeni tak henti tertawa



Jeni hanya ingin Syahdan dan Lara sering bersama.Dia sengaja pergi agar ada alasan untuk Lara dan Syahdan bertemu setiap hari.Setelah Jeni berlalu Lara terbangun dari tidurnya.Dia melirik jam dinding dikamar tidurnya.



"Hmm sudah sore rupanya!"Lara menggeliatkan tubuhnya dan menguap


"huuuaammmp"


Lara pergi kekamar mandi. setelah mandi Lara turun dan menemukan Zid sedang minum kopi di depan tv.Mendengar suara langkah Lara,seketika Zidane menoleh dan memanggilnya



"La..kemarilah!"panggil Zidane



"Ya Zid ..ada apa?"tanya Lara



Setelah sampai di ruang tamu Lara duduk di sofa depan Zidane



"La,,tadi kak Jeni kesini mencarimu"



"Ada apa kak Jeni kesini?tumben?"tanya Lara



"Dia ingin kau kembali menjaga Seren.Anak kak Jen sakit,jadi dia buru buru pulang ke LA!"jawab Zidane



"Oh begitu"jawab Lara singkat



Dihatinya Lara sangat senang dia bisa bertemu Seren setiap hari.Juga bisa bertemu Syahdan disana.Hati Lara berbunga bunga menunggu esok hari.Tapi suara ancaman Zidane membuat dia lesu




"Iya Zid.Aku mengerti!"jawab Lara tak semangat



Lara tau dengan pasti jika Syahdan sedang sibuk akhir akhir ini.Syahdan selalu pulang diatas jam 9 malam.Jika Lara disana sampai sore berarti mereka tidak akan bertemu.Lara sangat merindukan Syahdan meski baru dya hari tidak bertemu.Lara pergi ke dapur untuk makan,selesai makan dia pergi kembali ke kamarnya.Dia menelpon Syahdan



drrttt drrtttt'Syahdan sedang sibuk dengan berkas berkasnya saat Lara menelpon.Syahdan tersenyum simpul


"Hehm Kau bilang tidak merindukanku tapi sekarang kau menelponku"gumam Syahdan melihat ponselnya tanpa mengangkat panggilan dari Lara.Syahdan sengaja melakukkan itu dalam rangka balas dendam.Syahdan bersumpah akan membuat Lara sangat merindukannya



tuutt tutt(nomor yang anda tuju tidak menjawab)operator cellular yang menjawab



Lara sedih mendengar operator yang bicara



"Kenapa kamu gak angkat telpon aku mas?"gumam Lara sedih.Lara nerebahkan tubuhnya dan berniat tidur malam lebih awal,agar bisa pergi pagi pagi sekali ke rumah Syahdan.Supaya dia bisa bertemu Syahdan sebelum Syahdan pergi ke kantor.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


***pagipun tiba



Jam 5 pagi Lara sudah bangun dan bersiap siap ke rumah Syahdan.Lara pergi jam 6 kerumah Syahdan.Dua puluh menit waktu yang biasa dia tempuh ke rumah Syahdan,hari ini rindunya pada Syahdan membuat dia melajukan mobilnya dua kali lipat kecepatan yang biasanya.Sepuluh menit dia sampai di depan pintu.Hari ini Lara dandan secantik mungkin,agar bisa membuat Syahdan terpesona saat melihatnya



Lara menarik nafasnya berulang ulang sebelum mengetuk pintu.



"huuhh haahh"Lara menarik nafasnya dan mengetuk pintu



tok tok tok


__ADS_1


Bi Eli membuka pintu dan mempersilahkan Lara masuk



"Silahkan masuk non,tuan di ruang makan sedang sarapan"ucap bi Eli



"Terima kasih bi"jawab Lara



Bagai remaja yang baru jatuh cinta,jantung Lara berdebar debar melangkah ke ruang makan.Hatinya sangat bahagia akan bertemu dengan kekasih pujaan hati.Lara tidak sabar melihat reaksi Syahdan saat melihat penampilan Lara hari ini yang berdandan dengan cantik.Lara sampai di ruang makan dan melihat Syahdan sedang menyesap kopinya sambil membaca koran pagi



"Pagi mas!"sapa Lara sambil tersenyum sangat manis.Lara tau Syàhdan sangat menyukai senyumannya



"Pagi La.."Syahdan hanya menatap Lara sekilas dan menjawab sapaannya.Lalu kembali membaca korannya


"Seren masih tidur kau bangunkan dia,jangan lupa sebelum berangkat ke sekolah ajak Seren sarapan dulu"Syahdan bangkit setelah mengatakan itu.Syahdan tidak memandang Lara ataupun tersenyum apalagi memuji Lara.Lara sedikit sedih



"Biii..saya berangkat"Syahdan pamit dan segera mengambil tas kerjanya lalu pergi.



"Dia tidak pamit padaku?apa dia marah padaku?"Lara bergumam sedih.Lalu pergi ke kamar Seren



Di garasi Syahdan masuk ke mobilnya,tapi tidak langsung berangkat tapi melamun membayangkan betapa cantiknya Lara hari ini.Lara memakai dress putih tanpa lengan dengan panjang selutut dengan dibalut luaran cardigan transparan berwarna pink.Wajahnya benar benar sangat cantik dengan bibir dipoles lipstik warna cabe merah yang mengkilap.Membuat Syahdan mengacak rambutnya frustasi



"Aahh benar benar dia itu sedang berniat menggodaku di pagi hari apa?Seandainya aku tidak sedang menghukummu,sudah kupastikan jika lipstikmu tidak akan serapi itu lagi"Syahdan bergumam di mobil sambil mengacak ngacak rambutnya.Lalu dia segera berangkat ke kantor sebelum dia kalah oleh nafsunya untuk menghampiri Lara



Lara melamun memandikan Seren.



"Mama Selen dinginn!"ucap Seren



Lara tidak sadar jika dia sudah memandikan Seren setengah jam.Sampai Seren menggigil kedinginan terus terusan diguyur Lara menggunakan shower



"Haahh maaf maaf sayang mama gak sengaja,Seren dingin sayang.Sini mama lap kamu sayang!"Lara mengambil handuk dan mengelap tubuh Seren.Mengutuk dirinya sendiri yang membuat Seren sampai kedinginan


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^



author coba bikin scene2 manis


buat mereka berdua


ttap stay with Syahdan


n Lara



love you more


readers2 yang dh dkung karyaku


makasih selalu author ucapkan pada kalian



see you next episode












__ADS_1


__ADS_2