
Bidadari menemani Rui hingga dia selesai mengganti ban mobilnya. Selesai mengganti ban mobilnya, Rui mengajak Bidadari makan siang.
"Bie, kita makan siang bareng yuk!" ajak Rui.
"Haha, ini baru jam sepuluh pagi! Memang sudah waktunya makan siang, ya?" Bidadari tersenyum geli.
"Soalnya aku tidak mau mengantarkanmu pulang!" jawab Rui.
"Sweet banget sih! Kalau tidak mau mengantarku pulang, harusnya kamu cari alasan yang masuk akal. Baru aku tidak akan pulang!" ucap Bidadari tersenyum.
"Apa ya alasannya?" Rui bingung untuk mencari alasan yang masuk akal. Hingga dia ingat sesuatu yang masuk akal. "Bagaimana kalau bertemu Ken dan pacarnya?" tanya Rui.
"Ok, cukup masuk akal juga! Aku juga ingin segera menyelesaikan kesalah fahaman antara mereka, agar aku tidak usah lagi berurusan dengan cowok nyebelin itu!" ucap Bidadari.
Tersirat kecemburuan di mata Rui saat mendengar Bidadari membicarakan Ken. Entah kenapa, Rui merasa Bidadari menyimpan perasaan yang lain pada Ken.
"Semoga saja itu hanya perasaanku saja!" gumam Rui dalam hatinya.
__ADS_1
"Bie, bisakah kita menikah secepatnya? Aku ingin segera membawamu bersamaku ke Jepang!" ucap Rui.
"Aku bisa pergi ke Jepang bersamamu! Kapanpun kau mau membawaku! Tapi ijinkan aku mengucapkan perpisahan dulu kepada anak-anak asuhku!" ucap Bidadari tersenyum.
"Tentu saja!" jawab Rui tersenyum juga. Rui menelpon Ken dan Joan dengan alasan yang berbeda.
"Aku sudah memberitahu mereka, kita jalan sekarang!" ajak Rui. Bidadari hanya mengangguk dan mengikuti kemana Rui akan membawa dirinya.
Tiba di caffe ternyata Joan dan Ken sudah menunggu mereka, dengan saling berdiam diri. Bidadari dan Rui masuk lalu menyapa mereka. Ken kaget dan bangun dari kursinya.
"Bie, kok lo bisa sama Rui?" tanya Ken.
"Kalian duduk tenang! biar kita bicarkan baik-baik!" ucap Rui. Mereka semua duduk dan Rui mulai memperkenalkan siapa Bidadari.
"Kenalkan, ini Bidadari Cantika! Bidadariku yang aku cari! Kami akan menikah dan tinggal di Jepang. Dan tujuanku membawanya adalah untuk menjelaskan kesalah fahaman antara kalian!" ucap Rui.
"Aku tidak ingin berlama-lama di sini. Jadi aku ingin kalian berbaikan, karena aku dan Ken tidak ada hubungan apa pun!" ucap Bidadari tanpa menoleh ke arah Ken.
__ADS_1
"Jika kalian tidak ada hubungan apa-apa, kenapa kalian berciuman?" tanya Joan sarkastis.
Ken terus menatap Bidadari dan itu membuat Rui sedikit tak nyaman. Joan juga terus menatap Ken, karena pandangannya tak mau beralih dari Bidadari.
"Karena aku kesal, Ken menguntitku. Jadi aku ingin mengerjainya agar bertengkar denganmu! Kurasa sudah cukup penjelasannya. Silahkan kalian selesaikan urusan kalian, aku permisi!" Bidadari bangun dan Rui juga bangun.
"Bie, kurasa masalah kita juga harus diselesaikan. Soal kemarin, aku minta maaf!" ucap Ken. Bidadari tidak merespon dan menarik tangan Rui untuk segera pergi.
"Masalah apa antara kalian?" tanya Joan setelah Rui dan Bidadari keluar dari caffe.
"Kemarin aku menariknya untuk menemui di caffe, dan aku memarahinya. Karena dia kelaparan dan berhenti di warung pinggir jalan!" jawab Ken.
"Oh!" jawab Joan singkat.
"Maaf Jo, aku berbohong padamu. Aku tidak mau ada kesalah fahaman lagi! Bagaimana jika kau tahu, aku mencium wanita lain!" gumam hati Ken.
"Jadi, kita baikkan?" tanya Ken.
__ADS_1
"Ok. Kita baikkan! awas kalau kau mengulanginya lagi!" ancam Joan. Mereka makan siang di caffe itu, setelah itu Ken mengantarkan Joan kembali ke rumahnya. Kesalah fahaman mereka terselesaikan. Tapi Ken masih merasa bersalah atas perlakuannya pada Bidadari. Bidadari bahkan belum memberi maaf pada Ken. Hal itu masih mengganggu hati Ken.
**********************