Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
Lembaran baru di putih abu abu ch 5


__ADS_3

hello readers..


happy reading ya


smoga kalian suka


***********************


Setelah Seren tak terlihat,senyum Irgi menghilang dan berubah menjadi serius.Irgi keluar dari tempatnya bersembunyi.Irgi bersembunyi saat Lara dan yang lainnya mencari Seren karena Irgi tak mau menambah masalah Seren


"Keluar kalian!" ucap Sean


Dua orang berpakaian serba hitam keluar dari balik pohon pinus tak jauh dari tempat Irgi dan Seren duduk.Irgi menatap mereka dengan kesal


"Kenapa kalian belum pulang dan terus mengikutiku?" tanya Irgi


"Tuan muda kami tidak bisa pulang tanpa tuan muda. Nyonya bisa memecat kami.Apa tuan muda tega jika kami menjadi pengangguran.Anak istri kami mau makan apa nanti!" ucap bodyguard 1


"Ckk..kalian benar benar menyebalkan!, ya sudah ayo kita pulang!" ucap Irgi.Mereka membawa Irgi ke mobil yang terparkir di jalan tak jauh dari hutan pinus. Mobil itupun melaju meninggalkan Bogor dan pergi ke kota J


************************************


-di villa


Tok tok tok..Lara mengetuk pintu


"Serenn..sarapan yuk sayang! tante sama mama udah masakin sup ayam makaroni kesukaan kamu sayang!" Lara mengajak Seren untuk sarapan


ceklek.Seren membuka pintu


"Ayo mah.Seren juga sudah lapar!" ucap Seren sambil merangkul lengan Lara. Mereka menuju ruang makan.Wajah Seren sudah kembali ceria seperti biasanya.Mereka sarapan dalam diam,setelah selesai sarapan mereka berkumpul di ruang keluarga


"Seren.. kamu ada masalah apa?.Kenapa pergi tanpa pamit?" tanya Zidane


"Gak ada masalah apa apa kok om.Seren semalam gak bisa tidur jadi Seren pergi jalan jalan menghirup udara segar!" jawab Seren


"Benar gak ada apa apa sayang?terus tadi nangis kenapa?" tanya Syahdan


"Seren cuma ngerasa bersalah udah bikin semuanya khawatir pah.Benaran gak ada apa apa pah!" ucap Seren


"Oh iya!,bukannya kita akan pergi ke museum Zoology!kapan?" tanya Ken


"Nanti sayang agak siangan biar pulang dari museum kita sekalian makan siang disana,ya kan mas?" ucap Lara

__ADS_1


"Ya,,!" jawab Syahdan


******************************


"Kalian sejak kapan menemukanku?" tanya Irgi pada kedua bodyguardnya


"Dari kemarin tuan.Tapi nyonya bilang kami cukup mengikuti tuan muda jika tidak ketahuan.Tapi kalau ketahuan ya harus bawa tuan muda pulang!" ucap bodyguard 2


"Haissh..apa lagi sih maunya mama?" ucap Irgi kesal


"Tuan muda pasti sudah tahu apa yang nyonya inginkan!" ucap bodyguard 1


"Ah sudahlah aku mau tidur.Bangunkan saat sudah sampai!" ucap Irgi


"Baik tuan!" ucap bodyguard


********************************


-di villa


"Ayo anak anak kita berangkat!" ucap Syahdan


"YEEYYYY..ayo berangkat!" ucap Seren, Jhon,Joan dan Ken berbarengan.Merekapun meluncur menuju museum Zoology.Setengah jam kemudian mereka sampai. Syahdan sengaja mencari villa yang dekat dengan museum karena mereka berencana mengunjungi museum


Mereka berkeliling selama satu jam lebih didalam museum.Semua jenis satwa lokal dari yang kecil sampai yang paling besar ada dimuseum ini.Satwa yang diawetkan ini begitu cantik dimata Seren tetapi menyedihkan.Setelah mereka puas berkeliling mereka makan siang di resto terdekat


"Hanum..heii!" tanya Lara menghampiri meja Hanum


"Eh Lara, lama gak ketemu.Apa kabar?" tanya Hanum


"Aku baik.Kabarmu sendiri bagaimana?" tanya Lara


"Baik juga.oh iya ini putraku,Arfan!" ucap Hanum


"Hai sayang..lucunya,mau mampir dulu ke meja kami.Ada Zid dan Rina mereka pasti senang bertemu teman lama.Ayo!" Lara mengajak Hanum menyapa Zidane dan Rina


"Zid..aku lihat Hanum jadi aku ajak kesini!" ucap Lara


"Hai Rin,hai Zid apa kabar?" ucap Hanum menyapa Zidane dan Rina


"Baik.Gimana kabar kamu?" tanya Zidane


"Baik juga" jawab Hanum

__ADS_1


"Liburan juga?" tanya Zidane kembali


"Iya!" ucap Hanum


Rina diam saja.Rina cemburu melihat Zidane menyapa mantan kekasihnya.Sebelum Zidane dan Rina berpacaran,Zidane lebih dulu berpacaran dengan Hanum. Hanum tahu jika Rina tidak menyukainya,tapi tetap tersenyum


"Oh iya kenalin ini mas Syahdan suamiku!,itu Seren,Ken anak anakku dan yang kembar itu Jhon dan Joan anak Zid dan Rina!" Lara memperkenalkan mereka semua pada Hanum


"Halo.senang berkenalan.Saya permisi kalau gitu,takutnya mengganggu kalian makan. Lagipula putraku sendirian disana!" Hanum pamit pada mereka


"La..aku balik ke mejaku ya.Kalian lanjutkan makan siang kalian. Bye La!" Hanum melambaikan tangan.Setelah Hanum kembali ke mejanya barulah Rina berkomentar


"Senang ya yang habis ketemu mantan.Mantannya tambah sexy lagi!" Sindir Rina pada Zidane


"Sayang kamu cemburu?" goda Zidane


"Menurut yang aku dengar.Hanum itu janda,suaminya meninggal karena kecelakaan,bukankah ada kesempatan buat CLBK" Rina terus menyindir Zidane


"Rin.jangan kekanak kanakan seperti itu!" Zidane mulai kesal dengan sindiran Rina


"Rin.. maaf ya!harusnya aku tidak membawa Hanum kesini untuk menyapa kalian!" ucap Lara


"La,,kamu gak salah.Cuma dia saja yang kekanakan,memang apa salahnya menyapa teman lama!" ucap Zidane melirik Rina dengan tatapan tak suka


"Kalian sudah selesai makannya kan.lebih baik kita pulang sekarang!" ucap Syahdan yang tidak ingin Zidane dan Rina bertengkar.Mereka akhirnya pulang ke villa. Sampai di villa, Rina langsung masuk ke kamar dan mengunci pintunya


Braakkk....Rina membanting pintu lalu menguncinya dari dalam


Lara dan Syahdan saling pandang


"Anak anak..kalian kan capek sebaiknya kalian tidur siang ya sayang!" ucap Lara


"Ayo ayo pada tidur siang, ok!" Seren mendorong mereka ke kamar masing masing.Seren faham maksud Lara menyuruh mereka tidur siang karena mereka akan membicarakan urusan orang dewasa.Setelah mereka semua masuk ke kamar barulah mereka bicara


"Maaf Zid aku tidak tahu akan jadi seperti ini!" Lara merasa bersalah


"Jangan salahin diri sendiri. Sudah kubilang kamu gak salah.Biarkan dia redakan emosinya dulu, nanti baru aku akan bicara dengan Rina!" ucap Zidane


"Kalau begitu kau juga redakanlah amarahmu.Api takkan padam oleh api,kau mengerti kan Zid!" ucap Syahdan


"Aku juga lelah,aku ke kamar dulu!" Syahdan pergi ke kamar, Lara mengikuti Syahdan dan membiarkan Zidane sendiri untuk menenangkan pikirannya


********************************

__ADS_1


tinggalkan jejak kalian readers,,


kritik n saran ttp author tunggu ya


__ADS_2