
Seren sampai di gang rumah Chika,Seren menoleh ke kursi belakang.
"Hem..masih pada tidur,bangunin siapa ya?,Chika atau Ichal?"
"Mikirin apa?"
"He he..dah bangun Chik?"
"He ehm.huwaahhmm..dia terlihat lebih manis saat tidur!"
Chika menggeliat lalu menoleh kesampingnya menatap Ichal yang sedang tertidur.
"Aku pulang ya!,"
Seren melambai dan melajukan mobilnya untuk pulang.
Syahdan menunggu Seren pulang dikursi depan rumah.Sudah jam 8 malam,Syahdan khawatir karena Seren hanya memberitahu Lara.Karena Lara sedang sibuk,dia lupa memberitahu Syahdan kalau Seren pulang terlambat.Seren datang tak lama kemudian,Seren membangunkan Ichal.
"Chal..bangun!"
"Oh..sudah sampai!,,mana Chika?"
"Ini didepan rumahku!,Chika sudah sampai rumah dari tadi.Kamu sih tidurnya pulas banget,sampe Chika jilat bibirnya kamu gak kerasa!"
"Haahh..ji..jilat bibir?"
"Iya!"
"Bohong!!"
"Ya sudah kalau tidak percaya.Aku mau pulang,tuh papaku sudah menunggu!"
"Ya sudah sana turun!,makasih sudah gantiin aku menyetir!"
"Ok!"
Seren turun dan membuka gerbang rumahnya.Ichal memarkir mobilnya dihalaman rumahnya lalu masuk kedalam rumah.Seren melangkah menghampiri Syahdan.
"Malam,pah!"
"Dari mana kamu sayang?,malam sekali!.Terus kok bisa semobil sama tetangga sebelah?,dia satu sekolah denganmu?"
"Gak pah..kebetulan tadi siang pas Seren dan Chika mau keluar,dia juga keluar.Jadi kita numpang mobilnya!"
"Oh.Sudah malam,cepat masuk sana!"
__ADS_1
"Iya,,pah!"
Seren pun segera masuk ke rumah,dan langsung naik ke kamarnya.Seren masuk ke kamar,ternyata Joan belum tidur.
"Joan..belum tidur?"
"Belum kak!,sedang mengisi PR!"
"Oh.Kak Seren mandi dulu ya!"
Seren berendam di bathub dengan air hangat.Badannya sedikit lelah.
Ichal membuka pintu kamar Andin,Andin sudah tertidur di kamarnya.Ichal menutup kembali pintu kamar Andin,lalu dia masuk ke kamarnya.Ichal langsung membaringkan tubuhnya ke atas ranjang.Ichal memikirkan ucapan Seren,Ichal memegang bibirnya dan berpikir
"Masa sih Chika berani menjilat bibirku?,tapi tidak mungkin Seren bohong juga kan?"
Tapi Ichal kemudian jadi membayangkan seperti apa jika Chika menjilat bibirnya.Ichal tersenyum geli saat membayangnya Chika menjulurkan lidahnya lalu menjilat bibir Ichal.
"Hiihii..kenapa aku jadi bayangin hal aneh gini sih!,,Sepertinya aku tahu kemana arah perahu cintaku harus berlabuh!.Ah lebih baik mandi dulu terus tidur.Lumayan lelah juga PP Jakarta-Bogor!"
Ichal membasuh tubuhnya dibawah shower.Sedangkan Seren selesai berendam dan mandi lalu memakai baju tidurnya dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.Joan selesai mengerjakan PR dan ikut berbaring disamping Seren.Ichal pun sudah siap dipembaringannya.Chika sudah berganti baju dan sedang duduk melamun di ranjang sambil memeluk guling.Chika tersenyum terbayang wajah oval milik Ichal yang terlihat mempesona dengan matanya yang sedang terpejam.Chika lalu membaringkan tubuhnya yang terasa lelah
***di Jepang
"Sayang..bangunn..sayang!!"
"Ada apa sayang!,kok belum tidur?"
Tanya Zidane sambil mengucek matanya.Rina terlihat murung
"Aku kangen sama Jhon dan Joan!,kita telpon mereka ya?"
"Rin..sayang!,mereka juga pasti sudah tidur.Ini sudah jam 1 malam,itu berarti disana sudah jam 11 malam.Mereka pasti sudah tidur.Besok saja ya?"
"Hem..baiklah!"
"Tidurlah sekarang..kita kan besok akan pergi ke pulau Kume ,jadi istirahatlah!"
"Iya"
Rina membaringkan tubuhnya dan Zidane menaikan selimut Rina.Merekapun memejamkan mata
Keesokan harinya mereka bangun jam 6 pagi waktu Jepang.Di Indo masih jam 4 pagi.Tapi Rina sudah tak sabar untuk menelpon duo kembar.Rina mendial nomor Jhon,tapi Jhon tidak mengangkatnya.Rina coba nomor Joan,tak diangkat juga.Rina jadi gelisah,dia mencoba menelpon Seren.
("Halo,tante!")
__ADS_1
Seren segera menyapà Rina,Seren melihat jam di dinding.Baru jam 4 pagi,Seren penasaran kenapa Rina menelpon pagi pagi buta.
"Halo Seren,sayang.Joan belum bangun ya?"
("Belum ,tan.Tante kangen ya sama duo J?")
"Iya..ya sudahlah kalau masih tidur.Tante titip salam buat mereka,dua hari lagi tante pulang"
("Oh iya,tante.Nanti Seren sampaikan!")
"Ya sudah.Bye sayang,sampai jumpa!"
Rina menutup telponnya.Zidane sudah siap dengan T-Shirt putih dengan lengan pendek dipadu celana panjang putih.
"Ayo sayang.Perjalanan kita cukup jauh!"
"Oh.ya ayo!"
Rina dan Zidane pun pergi ke pelabuhan Okinawa yang berjarak lima belas menit dari sana dengan menggunakan taxi.Setelah sampai mereka menaiki kapal ferry untuk menyebrang ke pulau Kume.
Kumejima atau Kume Island berjarak kurang lebih 100km dari pusat kota Okinawa.Untuk pergi kesana sebenarnya Rina dan Zidane bisa menggunakan pesawat terbang,tapi mereka lebih memilih jalur transfortasi air.Kapal ferry dengan tujuan pulau Kume beroperasi dua kali sehari,dipagi dan siang hari
Setelah memakan waktu hampir 4 jam,mereka pun sampai di pulau Kume.
"Wahh,,,!!!,,indah sekali sayang!"
Rina takjub memandang air laut sejernih kristal dan berwarna hijau zamrud.Rina mengambil satu fhoto pantai itu dan mengirimkannya pada Joan.
"
"Saat kalian libur kelulusan nanti,mari berlibur kesini bersama.Mama kangen kalian.Dua hari lagi mama pulang!"
"Ok.Sudah terkirim!"
"Dikirim ke siapa sayang?"
Zidane melirik ponsel Rina
"Oh..Kenapa tidak kita fhoto berdua dipantai baru dikirim pada mereka"
"Aku tidak tega!,nanti mereka sedih lihat fhoto kita berdua bersenang senang tanpa mereka!"
Zidane tersenyum mendengar ucapan Rina.Mereka berjalan jalan ke museum kura kura yang terdapat di pulsu Kume.Tempat penangkaran kura kura di museum itu bertujuan untuk melindungi spesies kura kura yang hampir punah.
__ADS_1
Sebenarnya masih banyak spot wisata di pulau Kume,ada batu Tatami,air terjun Aka,pinustua yang legendaris dan juga reruntuhan artistik dari kastil kastil peninggalan zaman dulu.Tetapi karena mereka takut ketinggalan kapal ferry yang akan membawa mereka kembali ke Okinawa,jadi mereka sudah kembali lagi ke tempat kapal ferry itu berlabuh jam 3 sore.Kapal ferry yang mereka tunggu pun tiba,mereka segera naik.Tiba di pelabuhan Okinawa mereka langsung melanjutkan perjalanan dengan taxi menuju ke hotel.Karena lelah,mereka langsung tertidur saat masuk kedalam kamar hotel