
hay hay readers tersayang
aq g pke pembukaan panjang ya
cukup cerita perjalanan mereka aja yang panjang
cuss lanjut
happy reading n smoga suka
-----------------------------
Lara dan Syahdan berjalan sambil bergandengan tangan.Mereka berjalan santai menyusuri jalan tepi pantai untuk mencari Seren dan Jeni.Sepanjang perjalanan merka selalu tersenyum sambil berbicara tentang hati mereka berdua
"Sayang..kamu tau gak kapan mas jatuh cinta sama kamu?"tanya Syahdan
"Hmm kapan ya?aku gak tau mas!"jawab Lara
"Saat mas dengar kamu tertawa di resto saat kita baru bertemu.Nah kalo kamu,kapan kamu jatuh cinta sama mas?"
"Saat mas nganterin aku pulang waktu bajuku kotor terkena tumpahan susu"jawab Lara sambil tersenyum.Tak jauh di depan mereka Seren memanggil
"Tante..papa..sini"Seren melambaikan tangannya pada mereka berdua
Seren dan Jeni sedang duduk diwarung tenda tepi pantai.Mereka sepertinya baru selesai makan dan sedang menikmati es kelapa muda.Mereka sampai dihadapan Seren dan Jeni.Syahdan duduk di depan Jeni dan Lara di depan Seren.Lara dan Syahdan memesan makanan
"Seren ko ga ajak papa sih makannya?"Syahdan mengacak rambut Seren pelan dengan sayang.
"Seren bilang dia lapar.Masa Seren mesti nunggu kalian selesai berpelukan,teletubies."ujar Jeni
Lara tersenyum malu malu.Syahdan menatapnya dengan penuh cinta.Syahdan menopang kepalanya dengan tangan sambil memperhatikan wanita yang sedang tersipu di depannya.Makanan Lara dan Syahdan tiba.mereka ngobrol sambil bercanda dan tertawa.Lara selesai dengan memakan makanannya dan sedang menyesap es jeruk kesukaannya
2
"Jadi gimana hubungan kalian?sudah sejauh mana hah?apa kalian sudah tidur bersama?"tanya Jeni penuh rasa penasaran
Dan ucapan terakhir Jeni sontak membuat Lara tersedak oleh es jeruk yang sedang diminumnya
"uhuukk uhukk uhukk"Lara terbatuk batuk karena kaget oleh ucapan Jeni.Jeni mengucapkan hal dewasa di depan umum dan didepan Seren.Untung hari ini pantai tidak terlalu ramai jadi pengunjung di warung itupun sedikit jadi tidak terlalu menjadi masalah.Tapi Seren bagaimana kakaknya bisa berkata seperti itu dihadapan Seren
"Kak Jeni kau membuatnya tersedak dan bagaimana mungkin menanyakan hal seperti itu didepan ponakanmu yang masih kecil"Syahdan menggerutu pada kakaknya sambil mengusap ngusap punggung Lara dengan pelan
Diluar dugaan mereka Seren mengatakan hal yang lebih mengejutkan lagi
"Udah tante Jeni.Papa sama Tante Lala udah tidul baleng"ucap Seren dengan polos
"uhukk uhukk uhuukk"Lara makin kaget lagi.Dia yang awalnya sudah berhenti batuk dan mencoba meminum es jeruknya kembali justru tersedak kembali dengan ucapan Seren.Syahdan dan Lara hanya menganga tak percaya.Mereka ketahuan tidur bareng oleh Seren
"kapan sayang?"Jeni bertanya kembali pada Seren
"kak.."Syahdan mencegah kakanya dengan berteriak pelan
"Waktu tante Lala pertama jadi pengasuh Selen!"jawab Seren kembali
"hhuuffttt"Syahdan dan Lara merasa lega ternyata yang dimaksud seren bukan yang seperti itu.Tapi saat mereka tidur bertiga dengan Seren
"Wah papa hebat ya sayang baru pertama langsung bobo bareng"ledek Jeni
"Ituu..kami tidur bertiga..ko kak Jen"jelas Lara.Jeni hanya manggut manggut .tapi dengan senyum tak percaya.
__ADS_1
Mereka lalu bermain air di pantai sampai sore.Setelah lelah bermain air mereka kembali ke villa mandi bergantian setelah Jeni dan Syahdan selesai.Lara memandikan Seren dan memakaikan baju.Barulah dia mandi.
Setelah mandi Lara pergi ke kamarnya hendak beristirahat.Tapi Lara kaget dengan kedatangan Syahdan.
"Mas kamu ngapain kesini?"tanya Lara gugup.Tadi siang Syahdan memang tidak akan memaksaku jika tak diijinkan.Tapi tetap saja Lara khawatir
"Sayang..kamar di villa ini cuma dua.satu dipakai Kak Jeni dan Seren.Jadi aku akan tidur disini sama kamu"ujar Syahdan sambil membuka bajunya dan hanya memakai celana piyamanya.Berjalan ke ranjang dan langsung naik ke ranjang saat sudah sampai.
"Mas kan bisa ti tidur di sofa"jawab Lara gugup karena Syahdan sudah berbaring disamping Lara
"Sayaang masa kamu tega nyuruh mas tidur di sofa.Mas besok pagi harus menyetir loh buat pulang.Nanti kalau mas gak bisa tidur gak baik buat perjalanan kita"Syahdan mulai memejamkan mata.tapi ranjangnya terasa bergoyang.Syahdan tidak jadi memejamkan mata dan melihat Lara beringsut dari ranjang membawa bantal
"Mau kemana?"Syahdan mengernyit
"Biar aku yang tidur di sofa"ucap Lara
Syahdan segera bangun dan membopong Lara yang sudah di pintu kamar kembali ke ranjang.Syahdan melemparkan tubuh Lara dengan pelan ke ranjang lalu menindihnya.Tangan Lara mendorong dorong dada Syahdan.Syahdan mencekal kedua tangan Lara disamping kiri dan kanan kepalanya
"La dengerin mas sayang.Mas udah janji dan mas gak akan pernah ingkari itu.Jadi untuk malam ini,esok dan seterusnya kamu cuma perlu percaya sama mas,ok!"Syahdan lalu berguling kesamping tubuh Lara setelah mengucapkan itu.
"Masih ada hari esok kah.mas?"Entah kenapa Lara tiba tiba merasa gelisah
Syahdan mencubit hidung Lara dengan gemas
"Kamu ngapain ngomong kaya gitu sih!ya jelaslah masih banyak hari esok yang akan kita lalui bersama.Sudah malam cepat tidur"Syahdan tidur memeluk Lara semalaman
-------------------------------------------
pagi hari
Semua sudah siap untuk pulang.Barang barang sudah dimasukan kedalam bagasi.
Ditengah jalan Seren ingin membeli sebuah boneka yang dipajang di pinggir jalan.Boneka badak yang besarnya hampir sama dengan tubuh Seren.Karena letaknya yang berada di seberang jalan Lara memutuskan untuk membelinya sendiri
"pah belenti"teriak Seren
Syahdan memarkirkan mobilnya dipinggir jalan
"Ada apa sayang?"tanya Syahdan
"Selen mau boneka badak pah!"jawab Syahdan
Mereka bertiga melihat ke arah mana Seren menunjuk
"Oh.itu ada diseberang biar aku aja yang pergi mas"jawab Lara.Syahdan memberikan uangnya pada Lara.
Lara turun dan menyebrang pergi ke arah toko.Setelah membayar Lara segera keluar dari toko.Jeni dan Syahdan tidak melihat jika Seren turun dan berniat menyusul Lara.Lara berlari karena Seren menyebrang tanpa melihat arah.Dari kanan Lara melihat ada truk melaju kencang.Lara berteriak
"Sereenn awas"Lara berlari menghampiri Seren.Syahdan dan Jeni yang mendengar teriakan Lara akhirnya sadar jika Seren tidak ada di mobil.Mereka segera turun tapi terlambat
Lara mendorong Seren ke pinggir jalan.Seren terjatuh dengan luka lecet di bagian tangan dan kakinya Seren kesakitan dan menangis
Setelah mendorong Seren..Lara tidak sempat menyelamatkan diri dan suara rem memekakan telinga
cceekkiiiittt...brruukkkk
__ADS_1
Lara tertabrak truk hingga terpental beberapa langkah dengan kepala dan tubuh yang bersimbah darah.Baju pink cerah yang dipakainya pagi itu menjadi berwarna merah
Syahdan berlari menghampiri Lara dan Jeni menghampiri Seren dan segera menggendongnya
brukk
Syahdan langsung bersimpuh di depan tubuh Lara yang sudah tak sadarkan diri.Syahdan menangis pilu mendekap Lara
"Sayang bangun sayang.kamu jangan bercanda dengan mas.Lara sayang banguuunn hikhhikhh"Syahdan mengguncang Lara dalam dekapannya
Jeni menangis melihat Syahdan meratap pilu.Seren juga menangis dalam gendongan Jeni
"Tantee Lala.."Seren memanggil Lara
Jeni ingat dan segera menelpon ambulance.sepuluh menit kemudian ambulan dari rumah sakit terdekat pun datang.Lara segera dimasukan ke mobil ambulance
"Dan kamu ikut mobil ambulance.biar Seren sama kakak pake mobil kamu."
Syahdan segera menaiki mobil.dan sepuluh menit kemudian ambulance sampai di depan gerbang ruang UGD.Lara segera di dorong menuju ruang UGD.sepanjang perjalanan Syahdan terus memanggil Lara dan menggenggam tangannya.
"La bangun sayang,,,jangan tinggalin mas.mas gak mau kehilangan yang kedua kali"Syahdan terus meneteskan air mata
Setelah sampai di ruang UGD dokter mendorong brankar Lara masuk dan Syahdan tidak diperbolehkan masuk.Seren dan Jeni sampai tak lama kemudian.Dokter segera merawat luka luka Seren.Lima menit kemudian Dokter keluar dari ruang UGD
"Maaf pak kami sudah berusaha semampu kami.Tapi pasien tidak dapat diselamatkan.pasien sudah meninggal dunia "ucap Dokter dengan menyesal
Syahdan segera menerobos ke ruang UGD.Kakinya terasa lemas melihat mesin penanda kehidupan sudah menunjukkan garis lurus.Syahdan berjalan lunglai mendekati tempat Lara berbaring.Jeni dan Seren pun ikut masuk menyusul Syahdan beserta Dokter yang bertugas
"Tantee bangun tantee hikshiks"isak Seren.Jeni tak kuat melihatnya
Syahdan terjatuh di dekat brankar.Dia serasa tak bertulang.Dia bangkit berjongkok menggengam tangan Lara.
"Sayaanng bangun hhh aahh.mas ga bisa hidup tanpa kamu sayang"Syahdan benar benar hancur
"Tante bangun tante.ayo kita pulang jangan tidul disini tante.ayo bangun."Seren menarik narik tangan Lara.
--------_________________-______--------
ni author msti pasang kuping nih
pasti banyak yang teriak
silahkan ah di koment
readers2ku sayang
__ADS_1