Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
40. Pulang dari Surabaya


__ADS_3

Ken sudah rapi dengan setelan jas hitam dan kemeja merah maroon. Dasi hitam bergaris kuning menjadi pemanis penampilannya. Penampilannya begitu sempurna. Membuat para karyawan wanita selalu berkhayal bisa memiliki Ken sebagai kekasih mereka. Ken melangkah menuju ruang rapat, sementara Fadil sudah menunggu di dalam ruang rapat.


Fadil membuka acara rapat hari ini dengan membagikan proposal kerja sama yang menurut Elden bermasalah. Padahal sudah jelas, dia hanya ingin mendekati Seren. Untungnya, Seren memiliki Ken. Ken berjanji akan menjaga semua orang yang dia sayang. Karena itu diam-diam Ken memiliki pengawal yang ia sembunyikan keberadaannya.


"Jadi, Tuan Elden, bagian mana dari kesepakatan kontrak kita yang menurut Anda bermasalah. Bukankah kalian semua melihat proposal itu tidak bermasalah?" tanya Ken menatap tajam ke arah Elden.


"Ah, saya pikir asisten saya salah membaca. Karena sudah clear dan tidak ada masalah lain lagi, saya permisi," ucap Elden.


"Tuan Elden, bisakah saya bicara dengan Anda?" Ken menyuruh semuanya keluar dan di ruang rapat itu hanya ada dia dan Elden.


"Ada apa, Presdir Ken? Bukankah sudah jelas jika asisten saya hanya salah membaca," ucap Elden sambil kembali duduk di ruang rapat.


"Istri sah satu orang, kekasih simpanan tiga dan dua orang istri siri. Apakah Anda masih harus mengincar Kakak saya?" tanya Ken sambil menopang dagunya dengan kedua tangan di meja.


"Apa Anda sedang mengancam saya, Tuan Presdir?" Elden berdiri di dekat pintu keluar dengan tatapan menyeringai.


"Hanya tidak mengancam, tetapi ini akan jadi sebuah ancaman jika Anda tidak mau berhenti, untuk mengganggu Kakak saya. Saya tahu siapa pemegang saham terbesar di PT. ELDEN, jika saya berikan info pada istri Anda tentang ini, apakah Anda masih bisa menjabat sebagai Presdir PT. ELDEN?" Ken berdiri mendekati Elden dan menepuk pundaknya. Ken keluar meninggalkan Elden yang menatap kepergian Ken dengan kesal.


***


Seminggu kemudian, Joan dan Radja sedang bersiap-siap hendak pulang kembali ke Jakarta. Tugas mereka sebagai perwakilan kampus, sudah selesai dan sore ini mereka akan pulang. Sebelum pulang, Radja dan Joan mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang. Mereka pergi ke sentra oleh-oleh yang terkenal di Surabaya.


Joan membeli sebuah kalung dengan bandul berbentuk hati yang hanya separuh.


"Pak, ini kok hatinya cuma separuh?"


"Oh, sebentar saya cari pasangannya," ucap penjual pernak-pernik itu. Ia mencari di dalam sebuah box dan menemukan pasangan kalung itu.


"Nah, ini kalung pasangannya." Penjual itu memberikan kalung dengan bandul hati sepasang.


"Saya beli ini, ya, Pak." Joan mengambil dompetnya dan hendak membayar, tapi Radja menahan tangan Joan.

__ADS_1


"Biar aku saja yang bayar," ucap Radja.


"Lah, ini, baru benar. Masa cewek yang bayar. Harusnya pacarnya Mbak yang bayarin," ucap si penjual.


"Bu-kan, dia ... bukan pacar saya," elak Joan.


"Tidak usah malu. Saya tahu dari pancaran mata si Mas ini yang melihat Mbak dengan penuh cinta," ucap bapak penjual dengan logat daerah yang kental.


"Sudahlah, tidak apa-apa, saya bayarin. Anggap saja sebagai rasa terima kasih karena kamu sudah mau menemani saya kesini." Radja membayar kalung hati itu dan memberikannya pada Joan.


"Terima kasih," ucap Joan. Joan sebenarnya tidak enak hati menerima hadiah dari Radja. Apalagi hadiah itu adalah kalung pasangan. Joan dan Radja melanjutkan perjalanan mereka menuju Jakarta. Mereka sepakat bergantian menyetir agar tidak perlu beristirahat di jalan.


Empat jam pertama dari Surabaya, Joan yang menyetir. Sedangkan Radja harus menyetir lima jam lebih untuk sampai di depan rumah Joan. Mereka tiba jam sebelas malam di rumah Joan. Saat mereka tiba di depan gerbang, mereka bertemu dengan Zidane yang baru saja menutup cafe.


Radja keluar dari dalam mobil bersama Joan. Ia berbasa-basi dengan Zidane sebentar lalu memesan taksi online. Joan masih berdiri bersama Radja di pintu gerbang. Sementara Zidane sudah masuk ke dalam rumah.


"Masuklah! saya tidak apa-apa menunggu taksi sendiri disini. Ini sudah larut malam dan cuacanya juga lumayan dingin," ucap Radja.


Saat taksi yang Radja pesan tiba, Radja segera masuk ke dalam taksi lalu melambai pada Joan sebelum taksi itu melaju. Joan membalas lambaian tangan Radja sambil tersenyum.


Di seberang jalan, ternyata Ken melihat itu semua. Hatinya makin cemburu saat melihat Joan melambai dengan tersenyum manis. Saat Joan akan masuk ke dalam gerbang, ia melihat Ken yang menyeberang ke arah Joan. Joan tersenyum menunggu Ken, tetapi Joan hanya bisa menahan tangis saat Ken dengan kejam menuduhnya yang bukan-bukan.


"Sayang, kamu darimana?" tanya Joan sambil tersenyum manis. Namun jawaban Ken membuat hati Joan seperti ditusuk belati.


"Kamu senang sekali, sampai orangnya sudah pergi pun masih tersenyum." Ken mencibir di depan Joan.


"Maksud kamu apa, Ken? Aku tersenyum karena dia dosenku. Tidak ada yang spesial, kata-kata kamu ini, seolah sedang menuduhku berselingkuh." Joan menatap kecewa pada Ken.


"Memang bukan, ya? Tapi, yang aku lihat sepertinya memang, ya." Ken berbalik melangkah meninggalkan Joan dan menyeberang kembali lalu melaju bersama motornya.


"Ken! Ken! Kamu kenapa, sih?" Joan berteriak memanggil Ken, tapi Ken sudah jauh berlalu dan tidak mendengar teriakan Joan. Joan mengembuskan napas dengan kuat. Baru kali ini, ia diacuhkan Ken. Dulu, biasanya Joan yang cemburuan dan pemarah. Joan juga sering mengacuhkan Ken.

__ADS_1


"Apa seperti ini, saat Ken menanggapi kecemburuanku dulu? Kini aku tahu, tidak enak dicemburui oleh orang yang kita sayang, tetapi kita tidak merasa," lirih Joan.


Ia masuk kedalam rumah, dan beristirahat di kamarnya sambil memikirkan sesuatu. Joan harus bisa membuktikan pada Ken, jika dirinya tidak berselingkuh dengan Radja. Dan perjalanan mereka ke Surabaya juga, murni karena tugas kampus.


"Dulu, aku sering marah dan mengacuhkan kamu. Dan kamu dengan segala cara, mencoba merayuku agar marahku mereda. Sekarang giliranku yang akan merayumu, Ken," gumam Joan dengan semangat. Joan sudah memutuskan untuk merayu Ken, agar Ken tidak lagi cemburu dan marah padanya.


____________________________


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir jg disini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO 


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa 


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu 


-Putri Yang Tergadai 


-Aunty Opposite Door I Love You 


Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘


Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.

__ADS_1


Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏


__ADS_2