
Seren dan Chika keluar dari gedung sekolah paling terakhir karena mereka berdua pergi ke perpustakaan sekolah terlebih dahulu untuk meminjam buku
"Seren..pulang sekolah kita nonton yuk!"Chika memulai aksinya untuk membantu Irgi pedekate
"Nonton apa?,kayaknya belum ada list film baru yang kita suka kan!"ucap Seren
"Gak harus film baru kan!,ya yaa yaa yaa?"Chika mendesak Seren
"Ya udah iya..bawel banget sih nih mulut!"Seren mencubit mulut mungil Chika.Chika tertawa lebar.Mereka sampai digerbang sekolah
"Kak Irgiii..!"Chika berlari menghampiri Irgi dan menggamit lengan Irgi.Dari jauh Tita,Rini dan Nayaka memperhatikan Chika yang menggelayut manja dilengan Irgi
"Ihh benar benar murahan.Gak tahu malu banget tuh cewek,didepan sekolah saja berani kaya gitu!"ucap Rini
"Terus gimana rencana kita selanjutnya Tit?"tanya Nayaka
"Kita pergi dan tunggu dia didekat rumahnya.Kita gak bisa nyulik dia didepan Indra.Kita tunggu dia didepan gang rumahnya.Kita jalan sekarang!"ucap Tita.Mereka pergi dan menunggu Chika didekat rumahnya
Seren ingin masuk ke bangku belakang tapi Chika menarik Seren agar duduk didepan seperti biasa
"Ih kamu didepan aja.ini tempatku!"Chika mendorong Seren kedepan.Seren mau tak mau duduk didepan.Setelah Seren dan Chika masuk kedalam mobil barulah Irgi menjalankan mobilnya
"Kita nonton dimana kak?"tanya Chika.Irgi yang tidak tahu rencana Chika hanya kebingungan
"Ah nonton dimana?"Irgi bingung dengan maksud Chika
"Loh emang Irgi ikut Chik?"tanya Seren canggung sambil melirik Irgi
"Iyalah..hari ini kan kak Irgi yang ajak kita nonton.Iya kan kak?"Irgi menoleh ke àrah Chika dan mengerti dengan kedipan mata Chika
"Oh iya.Kakak ingin mentraktir kalian.Tapi kalau Seren keberatan tidak apa apa!"ucap Irgi sambil memasang wajah sedih.Membuat Seren serba salah
"Seren..aku mau pergi tapi kalau kamu gak bisa aku juga tidak jadi deh!"Chika juga memasang wajah lesu
"Kalian berdua bilang tidak apa apa tapi wajah kalian membuatku jadi seperti penjahat.Baiklah kita pergi!"ucap Seren
"Yeeyyyyy..!"Chika bersorak gembira.Tapi sedetik kemudian ponsel Chika berbunyi didalam tas
"Halo,bu!"Chika mendekatkan ponselnya ditelinga
"Oh baiklah bu!"Chika mematikan telponnya dan memasukannya kembali kedalam tas
"Kenapa Chik?"tanya Irgi
"Ini kak..ibu suruh aku cepat pulang!"ucap Chika sambil mengedipkan sebelah matanya.Irgi hanya ber oh ria
"Oh!"Irgi melirik Seren
"Ya udah kalau gitu kita batalin aja nontonnya!"Seren tidak tenang membiarkan Chika pulang sendiri.Entah kenapa tak seperti biasanya Seren sangat gelisah
"Eh jangan dong.kalian pergi saja aku turun didepan naik angkot.Ok!"ucap Chika
"Gak.Kita pulang aja Chik!"Seren memaksa pulang saja
"Kalau kamu kaya gitu sama kakakku.Aku gak mau anggap kamu sahabatku lagi!"Chika mengancam Seren dan berhasil.Seren tidak menjawab apa pun,dia hanya diam.Chika turun diperempatan pangkalan angkot.Setelah Chika naik angkot,Irgi melaju ke mall MT
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**gang rumah Chika
__ADS_1
Tita dan teman temannya sudah bersiap untuk menculik Chika.Tita tidak pernah tahu jika Chika adalah adik tirinya Indra Firgiawan aka Irgi.Tita menyangka Chika adalah kekasih dari Indra,pria yang diincarnya selama bertahun tahun.Tak lama kemudian mereka melihat Chika turun dari angkot
"Aneh banget!! pacarnya punya mobil tapi pulang naik angkot?"Rini bergumam
"Ya iyalah..berpura pura baik gak mau diantar pake mobil pribadi dan lebih milih naik angkot!"Nayaka menimpali ucapan Rini.Tita yang sudah sangat kesal itu makin merah wajahnya menahan amarah.Mereka bersembunyi dibalik mobil,saat Chika melewati mobil merekapun segera menarik Chika dan membekap mulutnya.Rini dan Naya memegangi Chika dan dimasukan kekursi belakang diapit Rini dan Nayaka
"Lepasinnn..kalian mau apa hah.Lepass..tolong eehmmm!"Chika tak berkutik karena Nayaka dan Rini mengikat kaki dan tangan Chika serta membungkam mulut Chika dengan selotip.Tita melajukan mobilnya kearah hutan yang berjarak satu jam dari rumah Chika.Sepanjang perjalanan Chika terus menangis
"ehhhkksss ehmm eehhmmn!"Chika teriak teriak untuk meminta pertolongan tapi suaranya tertahan selotip
"Diam lo.gw bakal buat lo menjauh dari Indra selamanya tanpa harus gw turun tangan bunuh lo.Lo bakal mati sendiri dimakan binatang buas didalam hutan hahahah!"Tita tertawa puas.Dia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan normal
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**di mall MT
Seren dan Irgi sudah duduk didalam gedung bioskop tetapi filmnya belum diputar.Seren terus melamun memikirkan perasaannya
(Kenapa aku sangat gelisah.Ada apa ini?)gumam hati Seren
Irgi memperhatikan wajah Seren yang terus bengong dan seperti banyak pikiran
"Kamu gak senang ya Ser,nonton bareng aku?"Irgi murung karena sepertinya Seren terpaksa pergi dengannya
"Ehn enggak kok.Aku senang bisa nonton sama kamu!"jawab Seren
(Mungkin hanya perasaanku saja.Sebaiknya aku nikmati saja kencanku dengan Irgi)gumam hati Seren.Seren mencoba menenangkan hatinya
"Gak terpaksa kan?"tanya Irgi
"Enggak kok.enggak terpaksa!"jawab Seren grogi
Lampu bioskop dimatikan dan film pun diputar.Film romantis remaja yang sudah Seren tonton berkali kali.Tapi hari ini berbeda dari biasanya.Seren menatap wajah Irgi dalam remang remang cahaya gedung bioskop.Cahaya yang dipantulkan dari layar bioskop.Irgi menoleh ke arah Seren.Seren segera mengalihkan pandangannya ke layar,meskipun pikirannya tida terfokus pada film
"Ngapain sih curi curi pandang gitu?"tanya Irgi dengan suara pelan.Irgi mengubah duduknya jadi menghadap kesamping,memperhatikan wajah gugup Seren
"Siapa yang curi curi pandang.Ge er!"Seren juga menjawabnya berbisik.Mereka malah mengobrol dengan berbisik bisik.Untung saja dibarisan tempat Seren dan Irgi duduk itu kosong dan hanya mereka berdua.Irgi memberanikan diri menggenggam tangan Seren
Deg deg deg deg deg..Bunyi detakan jantung mereka berdua.Bukan hanya bagi Seren tapi bagi Irgi itu juga pertama kalinya dia menggenggam tangan seorang wanita.Wanita pertama yang berhasil membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama
"Seren!"
"Apa?"
"Bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?"tanya Irgi
"Tanya saja.em kalau akuu bisa jawab.aku pasti jawab!"Seren mencoba menetralkan suaranya setenang mungkin.Seren sangat gugup memikirkan apa yang akan dikatakan Irgi
"Boleh minta nomor ponselmu tidak?"ucap Irgi
"Hah!!"Seren melongo mendengar ucapan Irgi
(jadi dia cuma mau minta nomor ponselku.Apa aku yang terlalu percaya diri berpikir dia suka sama aku)hati Seren bergumam dengan kecewa
"Boleh kok!"jawab Seren dengan lesu.Seren menarik tangan yang digenggam Irgi dan mengambil ponselnya didalam tas.Mereka bertukar nomor telpon
"Aku save nomor kamu ya!"ucap Irgi.Irgi menyimpan nomor Seren dengan nama 'MY LOVELY' dan menunjukkannya pada Seren
"Nih dah aku save nomor kamu!"Irgi memperlihatkan ponselnya pada Seren.Seren tidak mau makin ke ge eran
__ADS_1
"Kenapa namaku disave dengan nama itu? jangan buat aku salah faham Gi! ganti namaku diponselmu!"ucap Seren
"Aku tidak ingin menggantinya!"Irgi menolak permintaan Seren
"Kenapa?"Seren makin tidak mengerti dengan sikap Irgi
"Kàrena aku menyukaimu.Aku ingin merubah panggilanku padamu.yang tadinya 'Kamu' menjadi 'my lovely'.Jadi Serenia Azwar maukah kau menjadi kekasihku,menjadi my lovely dari Indra Firgiawan seorang" akhirnya Irgi menyatakan cintanyà dengan benar kali ini.Seren tersipu malu,jika saja lampu bioskop itu menyala maka Irgi pasti melihat semburat merah merona wajah Seren.Seren malu untuk menjawab dàn hanya menatap Irgi
"Gimana nih,diterima enggak!"ucap Irgi
"He ehm"Seren menjawab dengan deheman pelan
"Jawab dong..masa cuma he ehm doang!"ucap Irgi menggoda Seren
"Iya!"
"Iya apa?"tanya Irgi
"Iya aku mau jadi kekasih Indra Firgiawan.Sudah puas!"Seren merengut karena Irgi selalu menggodanya
"Terima kasih Serenia Azwar karena sudah mau menerimaku!"ucap Irgi
"Kita buat pernyataan!"
"Pernyataan apa Gi?"Seren tak mengerti
"Pernyataan bahwa mulai hari ini.Kamu dan aku resmi jadian!"ucap Irgi
"Boleh.Aku ambil buku dan pulpennya!"ucap Seren
"Gak usah.pake ini aja!"Irgi mengambil telapak tangan Seren dan menanda tangani telapak tangan Seren.Seren tersenyum.Hatinya berbunga bunga.Irgi memberikan telapak tangannya dan menyuruh Seren tanda tangan disana.Setelah itu Irgi mengajak berjabat tangan dengan Seren
"Ok..sudah sah!,hehe"
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**dihutan
Tita dan teman temannya sampai dihutan dan menggotong tubuh Chika dan mengeluarkan Chika dari mobil.Mereka menggeletakan Chika dibawah pohon jati ditengah hutan lalu membuka selotip yang menutup mulut Chika
"Aku mohon kalian jangan lakukan ini padaku.Lepaskan aku..toloong"Chika memelas pada mereka tapi mereka hanya berdecih dan menghina Chika
"Cchh..percuma lo mohon mohon sama gw.Gw gak akan bawa lo pulang.gw bakal tinggalin lo apapun yang lo katakan gw gak akan perduli!"ucap Tita
"Tit..kamu salah soal aku dan kak Irgi!, aku adiknya kak Irgi.Tolong lepasin aku Tit.Biarkan aku pulang!"ucap Chika
"Lo pikir gw percaya!,hah.Gw dari kecil kenal keluarga Firgiawan dan mereka cuma punya dua orang anak laki laki!,sekarang lo ratapi aja nasib lo disini dan besok gw yakin bakal ada wartawan yang memberitakan kematian lo hahahaha..bye Chiken!"Tita dan gengnya masuk ke mobil dan meninggalkan Chika sendirian.Hari yang sudah mulai sore membuat Chika makin ketakutan dan terus berteriak minta tolong
"Toolooongg...tolong aku..toloongg hiks hiks hikss...toollooonngggg" teriakan minta tolong Chika makin putus asa karena tak ada yang mendengarnya.Chika melihat semak semak didepannya bergoyang goyang.Chika makin ketakutan.Saking takutnya Chika akhirnya tak sadarkan diri,Chika pingsan.Saat sesuatu yang bersembunyi dibalik semak itu keluar ternyata hanya seekor kelinci.Tapi Chika yang keburu pingsan pun hanya tergeletak ditanah
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Irgi mengantarkan Seren sore jam 5 sampai gerbang rumahnya.Setelah Seren turun dan melambaikan tangannya,Irgi pun pulang.Seren masuk ke rumah dan melihat ayahnya sudah duduk diruang tengah
"Pah sudah pulang?"tanya Seren
"Sudah.Kamu darimana sayang,tumben sore sekali?"tanya Syahdan
"Iya pah.Tadi jalan dulu bareng teman!"ucap Seren.Seren sedikit gugup takut jika Syahdan tahu kalau Seren pacaran dan melarangnya atau mungkin memarahinya
__ADS_1
"Oh..yasudah cepat mandi sana!"ucap Syahdan lalu bangun dan naik kekamar.Seren merasakan ayahnya itu sedikit murung.Tapi Seren tidak tahu jika ayah dan ibunya sedang bertengkar.Seren pergi dan masuk ke kamarnya,mandi dan berganti baju lalu merebahkan tubuhnya ke ranjang.Seren senyum senyum sendiri mengenang pernyataan cinta Irgi hingga dia lupa untuk makan dan tertidur dengan pulas hingga malam